Status Gantung Mrs.CEO

Status Gantung Mrs.CEO
Episode 17


__ADS_3

Selviana duduk di kantornya dengan berbagai pikiran merasuki kepalanya. Dia sangat penasaran dengan orang yang Yusril maksud.


"Siapa sebenarnya yang Yusril sembunyikan di rumah itu? Tadi sepertinya orang itu tidak ada di dalam rumah." Selviana begitu penasaran, tetapi dia tidak bisa masuk ke dalam rumah Yusril.


Tok tok tok.


"Masuk!" jawab Selviana.


Lili masuk membawakan materi rapat pagi tadi. Dia menyerahkan dokumen itu pada Selviana, karena Yusril menyuruh Lili menyerahkan semua pekerjaan Yusril pada Selviana.


"Li, apa kau tahu siapa orang yang ada di rumah Presdir?" Selviana menatap Lili yang terlihat gugup menjawab pertanyaan darinya.


"Saya tidak tahu, Mba Selvi," jawab Lili. Tubuhnya yang terlihat gelisah, tak luput dari perhatian Selviana.


"Ya, sudah. Kamu boleh pergi," ucap Selviana.


Setelah Lili menghilang di balik pintu, Selviana bergumam sendiri, "Aku yakin Lili tahu sesuatu tentang orang yang Yusril sembunyikan. Aku harus mencari tahu, karena aku tidak akan membiarkan siapapun merebut Yusril dariku," gumam Selviana.

__ADS_1


***


Kimmy duduk di taman, ia mencoba menelepon Okan. Namun sampai berkali-kali Kimmy menelepon, tidak ada jawaban apapun. Kimmy duduk di bawah sebuah pohon Albasia yang rindang. Dia menatap langit biru yang begitu memanjakan mata, melihat awan putih yang berarak membuat Kimmy sedikit pusing.


Ia menunduk menatap kedua kakinya, ia tidak bisa pulang tanpa ditemani oleh Okan. Entah, apakah Okan mau atau tidak, untuk membantu Kimmy kembali. Setelah tadi Yusril memukulnya. Pikiran Kimmy penuh dengan pertanyaan itu. Sampai dia melihat sepasang kaki memakai sepatu dan celana putih panjang, berdiri dihadapannya. Kimmy mengangkat wajahnya, menatap pria yang memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. T-shirt hitam yang ia kenakan itu mencetak dada bidang serta perut datar si pria.


Kimmy tersenyum lalu memanggil namanya, "Okan...." Kimmy bangun dan memeluk Okan.


"Maaf, soal tadi pagi. Karena aku, kamu jadi sasaran kemarahan Yusril. Aku pikir kamu marah, hiks hiks," ucap Kimmy terisak dalam pelukan Okan. Namun ada sesuatu yang berbeda dengan Okan, ia tidak menjawab ucapan Kimmy ataupun membalas pelukan Kimmy.


"Aku tidak pulang ke kedai ataupun ke rumah, karena akan membuat yang lain curiga. Ceritakan padaku semuanya," ucap Okan dengan dingin.


Selama ini yang Kimmy tahu, Okan selalu bersikap hangat padanya. Selalu tersenyum padanya, perhatian dan memanjakan Kimmy. Sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat, membuat Kimmy begitu terkejut.


"Kenapa malah bengong? Chh, kaget karena aku jutekin, haha," ucap Okan sambil tertawa terbahak.


"Heh, aku pikir kamu benar-benar marah padaku, hiks ," ucap Kimmy terisak. Dia merasa lega karena Okan hanya menggoda dirinya. Namun Kimmy tetap menangis karena ketakutan, ia takut Okan marah padanya. Okan sudah Kimmy anggap sebagai kakaknya, ia tidak mau kehilangan orang yang disayanginya. Bagi Kimmy, keluarga adalah segalanya.

__ADS_1


"Malahan nangis, hei, duduk dulu," ucap Okan.


Kimmy duduk kembali di bawah pohon, ditemani Okan di sampingnya. Dia mengusap airmata yang masih saja menetes di pipinya. Kimmy menarik nafas dalam-dalam, mengisi rongga dadanya yang tadi terasa sesak akibat menangis. Setelah nafasnya terasa lebih ringan, dan hatinya sedikit tenang, Kimmy akhirnya bercerita pada Okan tentang Yusril.


"Saat pernikahanku berantakan, kamu masih kuliah di luar kota. Pernikahanku tidaklah dibatalkan, dan Yusril masih sah secara hukum agama sebagai suamiku. Kami tidak sengaja bertemu kembali dan memutuskan untuk melanjutkan bahtera rumah tangga kami, tetapi Mama tidak memberikan restunya. Karena itu, maaf aku memanfaatkan dirimu," ucap Kimmy panjang lebar.


Mendengar cerita Kimmy, hati Okan hancur berkeping-keping, tanpa pernah Kimmy tahu sebenarnya Okan menyimpan perasaan cinta yang dalam dan tulus untuknya. Namun Okan sadar, cinta tidak bisa dipaksakan, apalagi sekarang Kimmy kembali bersatu dengan suaminya. Harapan Okan sangat tipis, meski sedih Okan akan mendukung apa pun keputusan Kimmy.


"Jadi Tante Aini tidak mengizinkan kamu tinggal di rumah suamimu?" Okan menatap ekspresi sedih di wajah Kimmy. Dari sana Okan bisa menyimpulkan, Kimmy sangat mencintai suaminya.


"Maaf, sudah berbohong padamu. Untuk ke depannya aku tidak akan melakukannya lagi," ucap Kimmy penuh penyesalan.


" Hei, santai saja. Aku tadi hanya kaget saja, karena aku tidak tahu soal pernikahanmu. Sudah sore, mau kuantar pulang?" Okan berdiri dan mengulurkan tangannya. Kimmy menyambut uluran tangan Okan dan tersenyum.


"Kau memang kakak sepupu paling baik dan satu-satunya yang kumiliki. Terima kasih," ucap Kimmy.


"Sama-sama," jawab Okan.

__ADS_1


"Jadi selama ini, aku hanya kau anggap kakak. Sungguh bodoh karena aku berpikir kau juga memiliki perasaan yang sama denganku. Aku sangat ingin hidup bersamamu, tapi melihat kau bahagia dengan lelaki pilihanmu, aku akan turut bahagia untukmu," gumam Okan dalam hati. Ia menatap tangan Kimmy yang menggelayut manja di lengannya.


__ADS_2