
Tok! Tok! Tok!
Samar-samar terdengar suara ketukan pintu dalam mimpi Kimmy. Ia masih tertidur pulas sambil memeluk Yusril. Mentari telah bersinar terang pertanda malam telah berganti pagi. Namun, Kimmy yang kelelahan setelah bergelut dengan sang suami semalam, masih terlelap dan membuat Aini heran.
"Tidak biasanya Kim bangun siang," gumam Aini di depan kamar Kimmy. Ia kembali mengetuk pintu. "Kim, apa kamu sakit, sayang? Kim, bangun. Ini sudah jam sembilan," ucap Aini.
Kimmy terbangun mendengar suara ibunya di depan pintu kamar. Saat bangun Kimmy menoleh ke arah samping. Kimmy terperanjat bangun dan menutup mulutnya.
"Aduh … kenapa bisa kesiangan. Bagaimana ini? Kalau Mama tahu Mas Yusril tidur di sini bisa gawat," gumam Kimmy dengan gugup. Kimmy tidak berani membangunkan Yusril.
"Kim, kamu sudah bangun?" Suara Aini kembali terdengar. Kimmy mondar-mandir kebingungan. Saat melihat Yusril membuka mata, Kimmy segera menutup mulut Yusril dengan telapak tangan. Kimmy memberi isyarat dengan telunjuk ditempelkan ke bibirnya, lalu menarik kembali tangan yang membekap mulut Yusril.
"Ada apa?" tanya Yusril dengan berbisik.
"Mama ada di depan pintu. Mas pergi ke kamar mandi, aku mau membuka pintu."
"Lebih baik aku yang membuka pintu," ucap Yusril pelan sambil beranjak mendekati pintu. Kimmy tidak mengizinkan Yusril dan mendorongnya mundur sampai ke kamar mandi. "Ok, aku nurut, aku akan sembunyi, tapi … berikan aku ciuman selamat pagi."
"Mas, keadaan lagi genting seperti ini masih bisa meminta hal seperti itu," ucap Kimmy dengan kesal.
"Ya, sudah kalau tidak mau, biar aku yang membuka pintu," ucap Yusril mengancam.
Kimmy menyerah dan mengecup bibir Yusril sekilas, tetapi Yusril menahan tengkuk Kimmy dan memperdalam ciuman mereka. Kimmy hanya bisa pasrah dan membalas permainan bibir Yusril.
Tok! Tok! Tok!
Mendengar suara ketukan pintu, Kimmy mendorong Yusril dan menyuruhnya masuk ke dalam kamar mandi. Kimmy melihat wajahnya di kaca lemari, ia kebingungan mencari sesuatu untuk menutupi bekas kecupan Yusril di lehernya. Kimmy mengambil lipstik dan menyamarkan tanda kissmark itu dengan garis yang ia buat dengan menggunakan lipstik. Setelah yakin tidak ada tanda kissmark yang terlihat barulah Kimmy membuka pintu.
"Ya, Ma. Maaf, Kim baru bangun dan tidak mendengar Mama tadi," ucap Kimmy saat membuka pintu.
"Kim, kenapa lehermu?"
"Ini, Kim kerik tadi. Soalnya Kim tidak enak badan, sepertinya Kim masuk angin," jawab Kimmy.
"Apa perlu Mama antar ke dokter?"
"Tidak perlu, Ma. Kim sudah lebih enakan," jawab Kimmy.
__ADS_1
"Ya, sudah. Cepat mandi dan sarapan, di kotak P3K ada obat herbal untuk masuk angin."
"Ya, Ma. Kim mandi dulu, nanti Kim menyusul ke ruang makan," ucap Kimmy. Kimmy lalu menutup pintu dan menguncinya. Yusril keluar dari kamar mandi dengan rambut setengah basah. "Mas sudah mandi?"
"Iya, Mas harus ke kantor. Bagaimana caranya supaya Mama tidak tahu aku keluar dari kamarmu?" tanya Yusril sambil mengancingkan kemejanya.
"Mama sedang di dapur, pergi sekarang saja. Lewat jendela lagi," ucap Kimmy.
Yusril mengecup kening Kimmy lalu keluar dari kamar Kimmy melalui jendela. Yusril mengendap-endap di halaman rumah Kimmy, ia berjalan hati-hati agar tidak bertemu Aini. Setelah yakin kalau Aini tidak ada di depan rumah, Yusril berlari ke seberang rumah dan masuk ke dalam mobil. Ia segera menghidupkan mesin mobil dan melaju menuju kantor.
***
Di kantor, Selviana sudah menunggu Yusril di dalam ruangannya.
"Li, Bu Selvi mau apa sih menunggu Presdir di ruangannya?" tanya salah seorang staff.
"Aku tidak tahu. Aku tidak suka melihat dia," ucap Lili sambil melirik sinis ke arah Selviana yang sedang merapikan riasannya. Lili tidak menyukai Selviana karena ia mengganggu rumah tangga Yusril dan Kimmy. "Oh, iya Sya, kamu lihat Kimmy tidak? Sudah hampir sepuluh hari dia tidak bekerja. Rumahmu searah dengan Kimmy kan?"
"Ya, aku sering melintasi rumah Kimmy. Menurut kabar yang aku dengar dari ibu-ibu komplek, Kimmy dikurung dan akan dinikahkan dengan anak angkat dari bibinya."
"Pre? Pre apa, Li? Eh, Kimmy memangnya sudah menikah?" tanya Syakila penasaran.
"Aku tidak tahu," jawab Lili.
"Yang aku dengar sih, dia janda. Tapi karena apa mereka bercerai, tidak ada yang tahu," jawab Syakila. Ia lalu pergi setelah menyerahkan berkas penting untuk Yusril kepada Lili.
Yusril keluar dari lift tak lama kemudian. Lili segera menghampiri.
"Presdir, Bu Selvi menunggu di ruangan Bapak," ucap Lili melaporkan keberadaan Selviana.
"Kamu usir dia dari ruangan saya, bilang saja kalau saya menunggunya di ruang rapat."
"Baik, Presdir." Lili masuk ke dalam ruangan Yusril dan menyuruh Selviana pergi menemui Yusril di ruang rapat.
Sementara Yusril sedang berdiri di depan pintu ruang rapat. Tidak lama Yusril melihat Selviana berjalan ke arahnya. Selviana langsung memeluk Yusril dan Yusril segera mendorongnya.
"Sel, kamu tahu dengan jelas statusku."
__ADS_1
"Aku tahu kamu seorang Presdir, tapi aku menyukai kamu bukan karena statusmu sebagai Presdir," jawab Selviana dengan penuh percaya diri.
"Bukan status kedudukan yang aku maksud. Kamu tahu statusku adalah pria beristri. Aku mohon, berhentilah mengejarku!"
"Aku tidak mau. Istrimu juga tidak tahu dimana rimbanya. Bisa saja dia juga sudah menikah lagi," ucap Selviana dengan ketus.
"Aku sudah bertemu istriku, dan dia belum menikah. Dia masih istriku. Jangan memaksaku untuk memperlakukanmu dengan kasar, Sel. Kamu dan aku selamanya hanya bisa menjadi teman. Jangan menggangguku lagi," ucap Yusril. Yusril pergi meninggalkan Selviana yang menatapnya dengan kesal.
"Aku akan membuat dia menghilang dan pergi selamanya darimu. Tunggu saja, Yusril. Kamu hanya bisa menjadi milikku, tidak ada satu wanita manapun yang boleh mendampingimu selain aku," ucap Selviana. Ia mengirim pesan singkat pada preman yang ia tugaskan untuk mengawasi rumah Yusril. Kali ini ia menyuruh preman itu untuk mengikuti Yusril kemanapun dia pergi. Selviana ingin tahu siapa istri Yusril. Saat Yusril menikah, Selviana patah hati dan tidak mau menghadiri pesta pernikahan Yusril. Selviana hanya mengenal Yusril di kampus karena mereka kuliah di fakultas yang sama. Selviana tidak pernah tahu siapa kekasih Yusril.
Selviana menyukai Yusril sejak mereka kuliah bersama di Bandung. Saat mendengar Yusril berpisah dengan istrinya dan pindah ke Jakarta, Selviana mengejar Yusril dan melamar pekerjaan di perusahaan 'KK Fashion' yang baru didirikan oleh Yusril. Selviana tidak rela jika harus kehilangan kesempatan memiliki Yusril untuk yang kedua kalinya.
-----------------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Nazein & Darlan (END)
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
I Love you, readers ♥️♥️♥️
__ADS_1