
Hai reader tercinta
Jangan lupa dukung author dengan like novel ini sebelum membaca ya reader
terima kasih
Selamat membaca ya
______________________
Preman itu pulang ke rumah dan melaporkan hasil penyelidikannya.
"Bagaimana? Apa Yusril sudah bersaksi pada Polisi?" tanya Selviana. Dia sangat ketakutan setelah menabrak Yusril, sampai-sampai dia langsung melarikan diri dan mengirimkan surat izin ke kantor KK fashion.
"Tidak ada yang tahu kalau kau yang menabrak Yusril. Di kantor Polisi pun mereka hanya mencari mobil yang menabrak Yusril. Polisi dan Yusril tidak tahu siapa orang yang mengendarai mobil malam itu. Kenapa kau langsung melarikan diri dan bersikap seperti buronan? Aku sudah melenyapkan mobil itu dengan menenggelamkan ke sungai di pinggiran kota. Seharusnya kau bersikap biasa saja," ucap preman itu sambil menenggak minuman keras.
"Aku ketakutan, apa kau pikir aku bisa bersikap tenang dan biasa-biasa saja setelah menabrak orang? Aku bukan preman sepertimu yang sudah terbiasa mencelakai orang," ejek Selviana.
Preman itu marah dan mencekik leher Selviana. "Beraninya kau mengatai aku!" Preman itu menatap tajam wajah Selviana yang mulai terbatuk karena kekurangan oksigen. Aliran darah di leher Selviana juga sepertinya tersumbat, menyebabkan wajah Selviana pucat pasi.
"Ma-maafkan a-ku," ucap Selviana dengan susah payah.
Napasnya mulai tersengal dicekik oleh tangan kasar yang besar milik preman itu. Preman itupun segera melepas cengkeraman tangannya dan membanting tubuh Selviana ke lantai.
"Uhukkk, uhuukk."
"Sekali lagi berani menghina atau mengejekku, kau akan mati di tanganku, mengerti!" ucap preman itu sambil membentak.
"Tidak, uhuukk, aku tidak akan melakukannya lagi," jawab Selviana. Ia mengusap lehernya yang terasa sakit seperti patah. Selviana segera berdiri dan merapikan kerah bajunya yang terangkat saat preman itu mencekik Selviana.
***
Di rumah Yusril, mereka selesai makan siang dan bersantai. Lelah duduk, mereka masuk ke kamar masing-masing dan tidur siang. Kimmy juga ikut masuk ke kamar Yusril. Hari ini Yusril sudah memindahkan semua barang-barang Kimmy ke kamarnya. Setelah mengunci pintu, Yusril langsung menyergap Kimmy dan menghujani wajah Kimmy dengan kecupan. Saat Yusril hendak mengecup bibir Kimmy, ponsel di saku celananya bergetar.
"Siapa, sih, mengganggu saja." Yusril menggerutu karena ponselnya bergetar. Yusril mengabaikannya dan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Kimmy, tetapi kembali ponsel itu bergetar.
"Angkat dulu, Mas! Siapa tahu penting. Lagian aku juga tidak akan kemana-mana," ucap Kimmy sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Meskipun kesal, tapi akhirnya Yusril menerima telepon itu. Telepon itu ternyata dari Selviana. Seketika wajah Yusril berubah sinis. Yusril keluar dari kamar dan menerima panggilan suara dari Selviana.
"Halo," sapa Yusril dengan nada dingin.
[Halo, Yus. Aku dengar kamu kecelakaan. Apa kau baik-baik saja?]
"Kau yakin aku kecelakaan? Bukannya kau sengaja melakukannya?"
[Apa maksud kamu, Yus?]
"Jangan kau kira kalau aku tidak tahu siapa yang mencoba menabrak Kimmy. Sasaran kamu Kimmy, kan? Sel, aku belum memberi kesaksian pada Polisi karena masih menganggapmu sebagai teman lama. Mulai saat ini dan seterusnya, jangan pernah mencoba mendekati apalagi mencelakai Kimmy! Atau aku tidak akan segan-segan melaporkan perbuatanmu pada Polisi. Satu hal lagi, mulai sekarang kamu saya pecat!" ucap Yusril dengan marah.
Selama seminggu dirawat di rumah sakit, Polisi sudah berkali-kali bertanya pada Yusril tentang pelaku yang menabrak Yusril. Namun, Yusril selalu menjawab tidak tahu. Padahal Yusril melihat dengan jelas saat Selviana mengarahkan mobilnya hendak menabrak Kimmy, tetapi Yusril melindungi Selviana karena ia tidak tega kalau harus menjebloskan Selviana ke dalam penjara.
[Yus, tolong dengarkan penjelasanku!]
"Baiklah! Karena aku masih menganggap teman, aku akan dengarkan penjelasan darimu. Aku tunggu di cafe depan kantor," ucap Yusril. Setelah mengatakan itu, Yusril menutup teleponnya dan berpamitan pada sang istri. Yusril masuk ke dalam kamar, tetapi Kimmy tidak ada di sana. Yusril mencari Kimmy, ternyata Kimmy baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.
"Sudah selesai menelpon? Dari siapa?" tanya Kimmy sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kau akan pergi?"
"Ya."
"Kemana?"
"Ke kantor sebentar. Ada sesuatu yang harus aku urus. Aku pergi dulu," ucap Yusril.
Cup!
Kimmy berjingkat kaget karena Yusril tiba-tiba mengecup telinganya. Seketika itu pula darahnya berdesir, bulu kuduknya berdiri meremang. Ada gelenyar aneh yang merasuk ke dalam pikiran Kimmy. Seandainya Yusril tidak ada keperluan, Kimmy mungkin sudah menggelayut manja pada Yusril. Namun, karena Yusril harus pergi, Kimmy hanya bisa menahan gejolak perasaan aneh itu untuk sementara waktu.
"Aku pergi," ucap Yusril setelah mengecup telinga Kimmy.
"Ya, hati-hati di jalan," sahut Kimmy.
***
__ADS_1
Di cafe, Selviana duduk dengan gelisah. Ia segera pergi ke cafe setelah Yusril menutup telepon. Selviana memainkan jemari kedua tangannya untuk mengusir kecemasan dan kegelisahan hatinya.
Tidak lama kemudian, Yusril datang dan duduk di hadapan Selviana. "Katakan!" ucap Yusril dengan acuh. Yusril menatap tajam ke arah Selviana. Sebenarnya Yusril sudah tahu, alasan Selviana ingin mencelakai Kimmy pasti karena rasa cintanya pada Yusril.
"Yus, aku tidak berniat mencelakai Kimmy. Aku hanya ingin menakuti Kimmy agar menjauh darimu," ucap Selviana.
"Menakuti? Apa kau pikir Kimmy akan baik-baik saja jika aku tidak di sana?! Dia bisa saja mati! Dan kau bilang apa, menakuti? Siapa kau? Kau seolah berpikir bahwa Kimmy telah merebut aku darimu. Bukankah kau tahu dengan jelas, sejak dulu sampai saat ini dan sampai kapanpun, aku ... hanya akan mencintai Kimmy.
Kalau kau mau aku tetap diam, pergilah! Jangan menampakkan diri lagi di hadapanku. Semakin jauh kau pergi, semakin baik," ucap Yusril. Yusril segera pergi setelah mengatakan apa yang ingin dikatakannya.
Selviana menatap kepergian Yusril dengan tatapan penuh kebencian. "Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia. Aku akan menghancurkan rumah tangga kalian, lihat saja!" Selviana bersumpah dalam hati bahwa Selviana akan membalas dendam pada Yusril. Jika Yusril tidak bisa membalas perasaannya, maka Selviana akan menghancurkan kebahagiaan Yusril. Untuk sementara waktu Selviana akan pergi menjauh dan menyusun rencana untuk membalas dendam.
____________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Penjara Cinta Sang Presdir
-Nazein & Darlan
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
I Love you, readers ♥️♥️♥️
__ADS_1