Status Gantung Mrs.CEO

Status Gantung Mrs.CEO
Episode 21


__ADS_3

Okan hanya terpaku melihat kepergian Kimmy. Pandangannya beralih kepada Dinar yang menangis terisak dengan jari yang masih mengeluarkan darah. Perihnya jari Dinar yang tergores tidak seperih hatinya kini. Ariel mengambil tisu dan segera menghampiri Dinar. Ariel menarik tangan Dinar dan menutup jari Dinar yang tergores. 


"Din, sudah, sudah. Kimmy butuh waktu, kamu sabar ya." Ariel memeluk Dinar yang terus terisak. 


"Kalian, bisakah kita bicara di ruanganku?" Okan merasa perlu tahu apa yang mereka ributkan. Apalagi ia melihat Kimmy menangis, rasanya hati Okan seperti tercabik-cabik. Ia tidak bisa melihat Kimmy bersedih apalagi sampai menangis.


Ariel menggendong putrinya dan berjalan di belakang Dinar dan Okan. Mereka bicara di ruangan Okan. Dinar belum bisa bercerita jadi Ariel-lah yang menceritakan masalah Kimmy dan Dinar. Okan mendengar dengan seksama. Kini Okan paham kenapa Kimmy begitu emosional saat melihat Dinar. Okan sempat mendengar dari ibu angkatnya, Armila. Saat Kimmy pulang dari Anyer, semua tetangga mereka mencemooh Kimmy dan mencibir setiap kali melihat atau berpapasan dengan Kimmy.


Wajar rasanya bagi Okan jika Kimmy membenci Dinar. Tetapi Okan juga kasihan melihat Dinar yang menangis penuh penyesalan. Setiap orang pernah melakukan kesalahan, tetapi orang yang baik pasti merasa menyesal setelah berbuat jahat. Bagi Okan, Dinar termasuk orang yang baik yang tersesat karena rasa iri sesaat. Ia berjanji pada Dinar untuk berbicara dengan Kimmy.


"Setelah ini, kamu mau kemana?" Okan memberikan tisu kepada Dinar dan menanyakan rencana Dinar selanjutnya. 


"Aku harus pulang ke Bandung sebelum sore. Mama sudah menyuruhku untuk cepat pulang."


"Apa tidak sebaiknya menginap saja dulu di rumahku. Keadaanmu kacau begini, apa tidak masalah kalau menyetir jarak jauh?" Ariel mengkhawatirkan keadaan temannya itu. Ariel khawatir terjadi sesuatu yang buruk dalam perjalanan, jika Dinar mengendarai mobil dengan emosi yang tidak stabil.


"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, kita bertemu lagi jika kapan-kapan aku ke Jakarta lagi. Aku harus pulang sekarang." Dinar bangun dari kursi dan menenteng tasnya. Ariel juga berpamitan pada Okan. Okan mengantar mereka sampai di parkiran. Setelah mobil Ariel dan mobil Dinar melaju meninggalkan parkiran kedai, Okan masuk kembali ke ruangannya. 


***


Yusril menatap jam dinding kembali. Baru jam sebelas dan masih harus menunggu satu jam lagi untuk bertemu Kimmy. Ponselnya berdering di meja. Tanpa melihat nama pemanggil, Yusril dengan semangat menerima panggilan.


"Halo," sapa Yusril dengan senyum lebar. Namun senyumnya mendadak hilang takkala ia mendengar suara orang yang meneleponnya. 


[Halo, Kak. Aku ada di Jakarta, bolehkah aku mampir ke kantor Kakak?] Dinar berhenti di tepi jalan dan menelepon Yusril.


Yusril terdiam mendengar suara Dinar. Yusril sudah satu tahun lamanya tidak bertemu Dinar. Yusril masih mengacuhkan Dinar. Entah kenapa? Amarah Yusril selalu memuncak jika mengingat adiknya. Bukan karena ia masih marah pada Dinar, tetapi Yusril lebih marah pada dirinya sendiri. Seperti apapun Dinar menjebak Kimmy, jika Yusril saat itu tidak terbawa emosi dan mau memberikan Kimmy kesempatan untuk membuktikan. Yusril dan Kimmy tidak akan terpisah seperti sekarang. 


[Kalau tidak boleh, tidak apa-apa. Kakak jaga kesehatan.]

__ADS_1


Tut! Tut! Tut!


Sambungan panggilan terputus. Yusril meletakkan ponselnya ke meja. Ia menjambak rambutnya dengan frustasi. Yusril yang mulai bahagia setelah Kimmy memaafkannya, kini kembali merasa bersalah. Yusril menelungkupkan wajahnya di meja ditopang kedua tangannya.


***


Di sisi lain, Dinar terisak di dalam mobilnya. Dinar sangat sedih karena kakaknya masih tidak mau menemuinya. Entah kapan Dinar bisa bermanja-manja lagi dengan kakaknya. Dinar sangat merindukan kasih sayang kakaknya seperti dulu. Karena rasa iri dengan Kimmy membuatnya kehilangan kasih sayang kakaknya selama tiga tahun terakhir.


"Apa yang harus aku lakukan, Kak? Aku sangat rindu pada Kakak." Dinar menundukkan kepalanya di setir. Ia terisak kembali, punggungnya bergetar naik turun seiring isakan tangisnya. 


Ketiga insan itu sedang terisak di tempat berbeda. Kimmy menangis di dalam taksi, Yusril merenung di ruangannya dengan penyesalan yang dalam. Dinar masih di dalam mobilnya di tepi jalan dengan tangis yang memilukan. Tangisannya seolah meruntuhkan sebuah bendungan yang mengalirkan air bah.


***


Di ruangannya Okan berkali-kali mencoba menghubungi Kimmy tetapi Kimmy tidak mau mengangkat panggilan darinya. Kimmy menonaktifkan ponselnya. Okan semakin khawatir dengan keadaan Kimmy. Ia pun memilih pergi menemui Yusril. Ia masih ingat alamat kantor tempat Kimmy melamar pekerjaan yang ternyata adalah perusahaan milik Yusril.


Okan mengambil kunci mobilnya dan melaju pergi meninggalkan kedai. Tempat yang ditujunya adalah kantor Yusril. Okan ingin mencari Kimmy di sana karena sebelumnya Kimmy sudah janjian dengan Yusril untuk bertemu. Okan berharap Kimmy ada di sana. Meskipun ia akan merasa sakit hati melihat Kimmy dan Yusril, tetapi baginya hal itu lebih baik daripada melihat Kimmy bersedih. 


"Mbak, saya bisa bertemu dengan Pak Yusril?"


"Bapak siapa dan ada keperluan apa? Nanti saya sampaikan dulu ke Presdir apakah bisa menemui Anda atau tidak," jawab Lili.


"Saya Okan. Pak Yusril pasti mengenal saya. Ada urusan pribadi yang sangat penting, tolong." Okan tidak menyebut nama Kimmy.


"Tunggu sebentar ya, Pak. Saya sampaikan dulu pada Presdir." Lili mengetuk pintu ruangan Yusril dan masuk ke dalam setelah mendengar perintah dari Yusril. Lili menyampaikan ucapan Okan pada Yusril tetapi Yusril menolak menemui Okan. Lili keluar dari ruangan Yusril dan menyampaikan pesan Yusril pada Okan.


"Maaf, Pak Okan. Presdir tidak ingin menemui Anda. Silakan Anda kembali lain kali," ucap Lili dengan lembut dan sopan.


Okan tidak peduli dengan ucapan Lili dan menerobos masuk ke ruangan Yusril. Lili mengikutinya dan mencoba mengusir Okan. Tetapi Yusril tidak mau ada keributan di kantornya.

__ADS_1


"Yus, saya ingin bicara soal Kimmy. Ini penting!" 


"Biarkan dia, Li. Kembalilah ke meja kamu." 


Lili mengangguk dan keluar dari ruangan Yusril lalu menutup pintunya. Setelah pintu ditutup Yusril segera menghampiri Okan dan menghajarnya hingga tersungkur di lantai. Yusril mencengkeram kerah baju Okan dan bersiap menghajar Okan kembali.


"Kimmy hilang." Okan segera mengatakan tujuannya datang ke kantor Yusril. 


Ucapan Okan berhasil menghentikan tangan Yusril yang hampir mendarat kembali di wajah Okan. Yusril membulatkan matanya saat mendengar Kimmy hilang. Ia melepaskan tangannya dari Okan dan Okan segera berdiri di hadapan Yusril. Yusril menghajar Okan karena ia marah mengingat ucapan Aini bahwa Kimmy sudah dijodohkan dengan Okan dan mereka sudah bertunangan. 


---------------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 

__ADS_1


-Aunty Opposite Door I Love You 


 I Love you, readers ♥️♥️♥️


__ADS_2