Status Gantung Mrs.CEO

Status Gantung Mrs.CEO
Episode 30. Membawakan sarapan


__ADS_3

Hy reader, maaf atas keterlambatan up novel ini🙏🙏


semoga bisa dimaklumi.


selamat membaca ya☺


--------------------------------------


Yusril duduk di ruangannya dan mendengarkan Lili yang sedang membacakan jadwalnya hari ini. 


"Untuk hari ini hanya itu jadwal Presdir. Maaf Presdir, bolehkah saya bertanya?"


"Tanyakan saja, Li," ucap Yusril.


"Nyonya, maksud saya, Mbak Kimmy tidak bekerja lagi di sini atau …?" Lili hampir saja lupa kalau rahasia tentang Kimmy yang merupakan istri dari Yusril harus tetap menjadi rahasia. Sampai suatu saat nanti Yusril yang akan mengumumkan sendiri tentang mereka.


"Kim … dia … sementara berhenti bekerja dulu. Dia akan bekerja setelah urusannya selesai," jawab Yusril.


"Ya, Presdir, terima kasih sudah menjawabnya. Maaf jika saya lancang bertanya," ucap Lili.


"Tidak apa-apa. Karena sekarang aku tidak punya asisten, bisakah kamu menjadi sekretaris berikut asistenku? Sampai Kim kembali bekerja dan menjadi asistenku. Aku tidak ingin posisi itu diisi orang lain. Tenang saja, gajimu aku bayar dua kali lipat." 


"Tidak masalah, Presdir. Terima kasih," ucap Lili. Saat ini ia memang sedang butuh banyak uang, jadi ia beruntung mendapatkan uang tambahan dari Yusril. Meskipun itu untuk pekerjaan gandanya, Lili tidak masalah jika harus menjadi asisten Yusril. Yusril bukanlah Presdir yang suka mempekerjakan karyawan diluar batas kemampuannya. Lili keluar dari ruangan Yusril.


Yusril melamun memikirkan pertemuannya dengan Aini tadi pagi.


***


Pagi sebelum Yusril pergi ke kantor.


Kimmy selesai mandi dan memakai baju yang menutupi lehernya. Ia pergi ke ruang makan dan duduk bersama Aini.


"Makan dulu, ini, Mama sudah sediakan obat juga," ucap Aini sambil memberikan satu lembar obat pada Kimmy.


"Ya, Ma, terima kasih," jawab Kimmy. Kimmy menyantap bubur yang dimasak oleh Aini. Kimmy merasa bersalah karena telah membohongi Aini, sampai Aini harus repot membuatkan bubur untuknya. Namun, Kimmy tidak bisa berterus terang pada Aini karena ibunya itu masih membenci Yusril.

__ADS_1


Ting! Tong!


Suara bel rumah menjeda acara sarapan Kimmy dan Aini.


"Biar, Kim yang buka pintunya," ucap Kimmy.


"Tidak usah, kamu lanjutkan makannya. Biar Mama yang buka," ucap Aini mencegah Kimmy. Aini pergi membukakan pintu.


Tamu yang berkunjung pagi-pagi ke rumah Aini adalah Yusril. Rupanya Yusril tidak langsung pergi ke kantor, tapi membelikan sarapan untuk Kimmy dan Aini.


"Selamat pagi, Tante. Ini, Yusril membawa makanan untuk sarapan Tante dan Kimmy." Yusril menyodorkan plastik yang dipegangnya.


Aini tidak menjawab sapaan Yusril ataupun menerima bungkusan yang Yusril berikan. Aini memandang Yusril dengan tatapan tajam. Namun, beberapa saat kemudian.


"Kim! Kim, kemari," ucap Aini setengah berteriak memanggil Kimmy.


Yusril hanya bisa menerka-nerka apa yang akan Aini lakukan padanya. Kenapa Aini memanggil Kimmy membuat Yusril sangat penasaran. Apakah Aini telah memberikan restu pada mereka?


"Ya, Ma," sahutbKimmy dari dapur. Kimmy segera bangun dan menghampiri Aini. Betapa terkejutnya Kimmy saat melihat Yusril berdiri di depan Aini. Dengan bahasa isyarat, Kimmy berkata, "Kenapa datang lagi?"


Brak!


Aini membanting pintu. Kimmy berjingkat saat mendengar suara pintu yang dibanting kasar.


"Mas, kamu kenapa balik lagi? Malah nemuin Mama juga," ucap Kimmy sambil mengajak Yusril keluar dari gerbang rumah.


"Mas, kan, harus mengambil hati mama kamu, sayang. Kalau Mas tidak menemuinya, bagaimana caranya supaya Mas bisa meluluhkan hati mama kamu?" tanya Yusril. 


"Ya juga sih, tapi …."


"Sstt, kamu tenang saja. Mas, tidak akan menyerah hanya karena mamamu menolak kehadiran, Mas," ucap Yusril sambil mengelus pipi Kimmy dengan lembut.


Mereka tidak melihat keberadaan Aini yang memperhatikan mereka dari jendela kamarnya. Aini menatap mereka berdua dengan pikiran bimbang. Melihat mereka bicara dengan pandangan penuh cinta membuat Aini merasa bersalah.


"Apakah aku benar-benar kejam jika memisahkan mereka berdua? Sementara aku tahu sejak dulu, Kim masih mencintai Yusril. Ah, seandainya hatiku bisa sedikit berlapang dada menerima Yusril, mungkin Kimmy bisa hidup bahagia? Itu adalah permintaanku selama ini, aku ingin Kimmy hidup bahagia," gumam Aini sambil menghela napas berat. 

__ADS_1


"Sekarang kamu masuk. Mas, akan pergi ke kantor dulu. Nanti malam, Mas pulang kesini lagi, ya?" tanya Yusril berbisik.


"Jangan!" Kimmy segera menjawab dengan cepat.


"Kenapa?" tanya Yusril kecewa.


"Aku merasa bersalah sudah membohongi mama hari ini. Mas mau kalau aku harus merasa bersalah setiap hari?"


"Baiklah, Mas mengerti. Mas pergi dulu," ucap Yusril. Ia mengecup kening Kimmy sebelum masuk ke dalam mobil dan melaju pergi meninggalkan halaman rumah Kimmy.


Kimmy melambai melepas kepergian Yusril dengan senyuman. Senyuman itu terlihat sangat bahagia di mata Aini. Tanpa terasa Aini meneteskan air matanya melihat senyuman Kimmy. Sudah lama Aini tidak melihat senyum Kimmy. Hatinya terenyuh melihat Kimmy begitu bahagia bersama Yusril.


-----------------------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu (END)


-Putri Yang Tergadai 


-Aunty Opposite Door I Love You


-Serpihan Hati Yang Hancur (END)

__ADS_1


 I Love you, readers ♥️♥️♥️


__ADS_2