
HAI HAI READERS, JANGAN LUPA LIKE YA😉😘😘
SELAMAT MEMBACA♥️♥️♥️
----------------------------------
Suara ketukan itu terus terdengar.
"Rasanya tidak mungkin kalau perampok. Mana ada perampok mengetuk berkali-kali seperti itu," gumam Kimmy. Ia pun melangkah mendekati jendela dan bertanya. "Siapa?"
"Ini aku, Kim. Buka jendelanya," ucap pria di depan jendela.
Kimmy hanya mendengar suara pria itu samar-samar. Hatinya bertanya-tanya siapa orang yang bisa memanggil namanya dengan akrab seperti itu. Kimmy menyibak tirai dan mengintip siapa orang itu. Kimmy membelalak tidak percaya saat melihat orang yang berdiri di depan jendela kamarnya. Ia segera membuka kunci slot jendela dan mendorongnya.
"Okan, sedang apa malam-malam begini? Dan kenapa harus lewat sini, kenapa tidak lewat pintu depan?"
"Aku takut membangunkan Tante. Bisakah kita bicara sebentar, Kim?"
"Memangnya tidak ada hari esok? Ini sudah tengah malam dan kamu sedang sakit," ucap Kimmy menggerutu dan memarahi Okan.
"Aku pergi diam-diam dari rumah. Aku ingin minta maaf, kumohon jangan marah padaku. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi," ucap Okan sambil menggenggam tangan Kimmy.
"Baiklah, aku maafkan. Sekarang cepat pulang dan beristirahat atau aku akan benar-benar marah padamu," jawab Kimmy.
"Ok, aku pulang. Selamat malam, selamat tidur, Kim." Okan melambaikan tangan dan pergi, mobilnya diparkir di depan jalan.
Kimmy menatap mobil Okan yang sudah pergi menjauh, kemudian ia menutup jendelanya kembali. Kimmy melangkah kembali menuju tempat tidurnya. Belum juga Kimmy merebahkan tubuhnya di ranjang, suara ketukan jendela kembali terdengar. Kimmy mengernyit heran. "Untuk apa Okan kembali?" Kimmy pikir itu adalah Okan. Ia pun memilih mengabaikan suara ketukan jendela dan pergi ke kamar mandi.
Kimmy tidak suka suasana kamar yang terang saat malam hari, jadi ia menyalakan lampu tidur yang sedikit gelap. Warna biru tua yang melapisi bohlam lampu, membuat kamar Kimmy terlihat lebih gelap. Pria misterius yang tadi mengetuk pintu itu terlihat sedang mencoba membuka jendela, dengan sebuah linggis kecil. Pria itu berhasil membuka jendela dan masuk ke dalam kamar Kimmy dengan hati-hati, agar tidak menimbulkan suara.
Pria itu menatap ke sekeliling kamar yang temaram itu. Tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Kimmy, kemudian pria itu mendengar suara keran air menyala. Ia menyeringai dan melangkah ke arah kamar mandi. Pria itu berdiri di samping pintu kamar mandi dan bersiap menyerang Kimmy saat keluar nanti.
Aini di dalam kamarnya terbangun karena merasa haus. Ia keluar dari kamar dan melangkah ke dapur.
Sementara itu, Kimmy selesai mencuci tangan dan melangkah keluar. Saat Kimmy membuka pintu, pria itu menyergap Kimmy.
__ADS_1
"Ahh …." Kimmy berteriak lalu sedetik kemudian, pria misterius itu membekap mulut Kimmy dan memerangkap tubuh Kimmy di dinding.
"Ssttt … ini aku, Yusril," ucap Yusril dengan pelan.
"Mas, kamu ngapain? Aku hampir kena serangan jantung." Kimmy memukul dada Yusril dengan pelan. Ia tersenyum, tapi juga ada rasa kesal karena Yusril membuatnya terkejut.
Aini mendengar suara teriakan Kimmy dari dapur, ia segera berlari dan mengetuk kamar Kimmy.
Tok! Tok! Tok!
"Kim, ada apa sayang?" tanya Aini dengan khawatir.
Dari dalam kamar, Kimmy kebingungan. Bagaimana jika sang ibu melihat Yusril di dalam kamarnya.
"Mas, itu Mama. Bagaimana ini?" tanya Kimmy mondar mandir. Di luar, Aini terus memanggil Kimmy karena putrinya itu tidak kunjung membuka pintu. "Em, Mas sembunyi di dalam kamar mandi dulu. Cepat sana!" Kimmy mendorong Yusril masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup pintunya. Kimmy menarik napas dalam-dalam sebelum membuka pintu.
Ceklek!
"Kim, kamu kenapa berteriak?"
"Tidak apa-apa, Ma. Kim tadi bermimpi buruk dan tidak terasa sampai berteriak saat terbangun," jawab Kimmy.
"Ya, Ma. Selamat malam," ucap Kimmy. Kimmy segera menutup pintu setelah Aini berlalu dari depan kamarnya. Tidak lupa, Kimmy juga mengunci pintunya. Ia membuka pintu kamar mandi dan Yusril tidak ada di sana. Kimmy masuk ke dalam kamar mandi untuk mencarinya dan ternyata Yusril sedang membuka bajunya di dalam bak mandi yang ditutup gorden plastik. Kimmy segera memalingkan wajahnya saat melihat Yusril yang sudah melepas kain terakhir yang menutup bagian bawah tubuhnya.
"Aku numpang mandi, boleh, kan?"
Kimmy mengangguk dan segera berlari keluar dari kamar mandi. Kimmy lalu duduk di tepi ranjang dan mengipasi wajahnya yang terasa memanas. Lima belas menit berlalu, Yusril keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono milik Kimmy. Yusril keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Kimmy menatap Yusril dengan mata berbinar, ia terpesona dengan wajah Yusril yang terlihat segar dengan rambut setengah basah. Hingga Kimmy tidak sadar kalau Yusril sudah berdiri di depannya.
"Aku tahu kalau aku tampan, tapi memangnya puas kalau hanya dipandangi?" goda Yusril.
"Hah? Siapa yang memandang kamu, rasa percaya dirimu sangat tinggi."
Yusril melangkah semakin mendekat, sampai Kimmy akhirnya terjatuh dan telentang di ranjang dengan kaki menjuntai di lantai. Kimmy berdebar-debar saat Yusril merangkak naik ke atas tubuhnya. Yusril menautkan jemarinya dengan jemari lentik milik Kimmy.
"Apa kau merindukanku?"
__ADS_1
"Tidak," jawab Kimmy. Ia memalingkan wajahnya yang merah merona karena malu. Meskipun bibirnya menjawab tidak, tetapi hatinya berkata lain.
"Aku pulang kalau begitu," ucap Yusril sambil berpura-pura akan pergi.
Kimmy segera menarik lengan Yusril.
"Jangan pergi," ucap Kimmy dengan tersipu. Lampu kamar yang temaram itu menyembunyikan semburat malu di wajah Kimmy dengan sempurna.
"Katanya tidak rindu?"
"Tidak salah lagi maksudnya," ucap Kimmy sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Yusril membuka handuk kimono yang dipakainya dan menaikkan Kimmy ke tengah ranjang. Malam itu rindu keduanya terobati dengan permainan yang begitu mesra dan lembut. Tidak ada satu jengkal pun yang lolos dari cumbuan lidah dan tangan nakal Yusril.
Kimmy hanya mencoba sebisa mungkin agar desahannya tidak terdengar Aini di seberang kamarnya. Permainan lidah dan tangan Yusril membuat Kimmy seakan melambung ke awang-awang. Seluruh tubuh Kimmy seakan tidak lagi bertulang saat permainan mereka berakhir. Hanya napasnya yang terengah-engah yang membuat Yusril yakin kalau Kimmy baik-baik saja. Yusril takut jika ia terlalu menguras tenaga Kimmy dan membuat Kimmy pingsan. Namun, Yusril bernapas lega setelah melihat Kimmy tersenyum menatapnya.
---------------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
__ADS_1
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
I Love you, readers ♥️♥️♥️