Status Gantung Mrs.CEO

Status Gantung Mrs.CEO
Episode 26. Okan sakit


__ADS_3

Hy reader, besok minggu dah lebaran nih, author mau ngucapin


Minnal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir batin, selamat hari raya Idul Fitri buat kalian semua yang merayakannya. Maafin author klo author ada salah, 😢😢🙏🙏🙏


Jangan lupa jadwal update novel2 author


Cinta Ada Karena Terbiasa season3 SENIN, RABU, JUM'AT


Status Gantung Miss CEO SELASA, KAMIS, SABTU


Putri Yang Tergadai RABU, JUM'AT, MINGGU


stay terus ya reader, ikuti kelanjutan kisah2 mereka


l ♥️ U readers,


SELAMAT MEMBACA 😘


------------------------------------


Tiga jam perjalanan telah berlalu, kini, mobil Yusril sudah terparkir di seberang jalan di depan rumah Kimmy. Kimmy masih tertidur pulas dan Yusril tidak mau mengganggunya. Setengah jam kemudian, Kimmy terbangun. 


"Sudah sampai?"


"Dari setengah jam yang lalu."


"Hah …. Kenapa Mas tidak membangunkan aku?" tanya Kimmy. Ia merasa bersalah karena sudah membuat Yusril menunggu dirinya yang sedang tidur.


"Tidak apa-apa. Aku senang karena kamu baru bangun. Karena aku punya waktu lebih lama untuk memandangmu. Setelah ini, kita akan kembali terpisah," ucap Yusril dengan sedih.


"Sabar ya, Mas. Kita berdoa saja semoga Mama segera memberikan restu pada kita."


"Aku akan berusaha keras mengambil hati Tante Aini, sekarang, aku antar kamu pulang. Ayo, keluar."


Kimmy keluar dari mobil Yusril dan melangkah dengan bergandengan. Mereka berdiri di depan pintu, lalu Kimmy menekan bel rumahnya.


Ting! Tong!


"Sebentar," ucap Aini dari dalam rumah.


Hati Yusril dan Kimmy menjadi berdebar-debar. Gugup dan takut menggelayuti hati Kimmy dan Yusril. Mereka akan berjuang untuk mendapatkan restu Aini bersama-sama. Terdengar suara pintu yang terbuka dan terpampang di depan mereka, sang ibu yang menatap dengan marah. Aini langsung menarik tangan Kimmy. 


"Mau apa kamu kesini?" tanya Aini.


"Ma, dengerin Mas Yusril dulu!"


"Tidak, Kim, kamu mau melawan Mama, ya? Kamu sudah tidak sayang sama Mama dan lebih berpihak pada laki-laki yang sudah membuangmu!" Aini berucap dengan penuh emosi.


"Tante, saya minta maaf. Saya tahu kalau saya salah, tapi, tolong izinkan saya bersama dengan Kimmy kembali."


"Tidak! Pergi sana!"


Brakk!

__ADS_1


Aini menutup pintu dan mengusir Yusril dengan kasar. Ia menarik Kimmy ke dalam kamar Kimmy.


"Kim, apa Mama harus mengurung kamu seperti anak kecil, hah? Kenapa kamu tidak mendengarkan ucapan Mama? Mama izinkan kamu berlibur di Anyer tapi Mama tidak menyangka kalau kamu membohongi Mama. Kamu bohong sama Mama kalau kamu sendiri ternyata dengan Yusril. Mama kecewa sama kamu," ucap Aini. Aini pergi ke kamarnya.


Di dalam kamarnya, Kimmy hanya bisa mengesah pelan. Ia tidak berbohong kalau ia memang pergi sendiri ke Anyer, karena Yusril menyusul tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Namun, Kimmy tidak ingin melakukan pembelaan karena ibunya sedang sangat marah. Pembelaan dari mulut Kimmy hanya akan membuat ibunya semakin marah, jadi Kimmy hanya bisa diam. 


***


"Okan, bangun, sayang!" Armila mengetuk pintu kamar Okan dan mencoba membangunkannya. Tidak biasanya Okan bangun siang meskipun hari minggu. Armila jadi khawatir dengan Okan.


Ceklek!


"Ada apa, Ma? Uhukk …." Okan membuka pintu dan bertanya dengan suara parau. 


"Kamu, sakit, sayang? Kita pergi ke Dokter kalau kamu sakit," ucap Armila sambil memegang dahi Okan. 


"Tidak usah, Ma. Kebiasaan kalau dikit-dikit berobat. Okan cuma butuh istirahat," jawab Okan dengan tersenyum. Karena terlalu banyak merokok, Okan jadi batuk-batuk. Jika ia pergi ke Dokter dengan Armila, maka ibunya itu pasti akan tahu kalau Okan merokok. Sejak SMP, Okan tidak pernah lagi merokok. Ia pernah dipaksa merokok oleh teman SMP-nya dulu, setelah itu Okan langsung masuk ke rumah sakit. Ia punya penyakit infeksi saluran pernapasan, karena itulah ia tidak pernah lagi menyentuh rokok.


"Ya, sudah kalau begitu istirahatlah. Mama akan buatkan bubur untuk makan siang kamu, kamu mau kan?"


"Ya. Terima kasih, Ma," ucap Okan.


Armila pergi ke dapur dan mulai memasak bubur untuk Okan. Sementara Okan kembali berbaring setelah menutup pintu kamarnya. Sebuah panggilan suara masuk di ponsel  Okan, membuatnya mengurungkan niat untuk memejamkan mata. Okan melihat ID pemanggil lalu menjawab panggilan suara itu.


"Halo, Kim. Sudah pulang ke rumah?"


[Sudah. Kan, terima kasih sudah menyuruh Mas Yusril menjemputku]


[Kan, kamu sakit?]


"Hanya batuk biasa saja, tidak apa-apa," jawab Okan.


[Aku akan kesana sekarang]


"Tidak per …." Ucapan Okan terputus.


Nut! Nut! Nut!


Kimmy sudah memutus sambungan suaranya. Okan tersenyum mendengar nada khawatir dari ucapan Kimmy. Walaupun itu adalah nada khawatir seorang adik pada kakak sepupunya, tetapi itu sangat menghibur hati Okan. Setidaknya ia tetap bisa dekat dengan Kimmy. Okan menaruh kembali ponselnya di nakas. 


***


"Ma, Mama, Kim mau pergi ke rumah paman," ucap Kimmy di depan pintu kamar Aini.


Ceklek!


"Mama ikut, mulai sekarang, kemanapun kamu pergi, Mama ikut. Mama tidak bisa mengurung kamu di dalam rumah, jadi lebih baik Mama jadi pengawal kamu saja." Aini mengambil tasnya dan melangkah pergi mendahului Kimmy. Kimmy hanya bisa menghela napas berat. 


Mereka menunggu taksi online yang mereka pesan. Tak lama kemudian taksi online pesanan mereka datang. Aini dan Kimmy masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju membelah jalanan Ibukota. Sepanjang perjalanan, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Aini.


Kimmy memainkan ponselnya. Ia membuka galeri, tetapi di sana ada foto-foto kebersamaannya dengan Yusril di pantai. Kimmy segera mengembalikan ponselnya ke menu utama sebelum foto Yusril terlihat oleh Aini. Kimmy menyimpan kembali ponselnya ke saku blazer yang ia pakai.


Sepuluh menit kemudian mereka tiba di rumah Armila. Aini menekan bel rumah Armila.

__ADS_1


"Ya, sebentar." 


Terdengar Armila menyahut dari dalam. Lalu pintu terbuka.


"Kimmy, Aini, tumben kalian kesini. Mari masuk!" Armila membuka lebar pintunya dan mempersilakan mereka masuk.


"Bi, Okan sakit, ya?" tanya Kimmy. 


"Ya, batuk, panas. Bibi sudah mengajaknya pergi ke Dokter tapi Okan tidak mau. Katanya cuma mau istirahat saja," jawab Armila.


"Boleh Kimmy jenguk Okan?"


"Tentu saja boleh, dia di kamar." 


Kimmy melangkah menuju kamar Okan. Sementara Armila dan Aini pergi ke dapur. Aini mengajak Armila ke dapur untuk mengutarakan niatnya menjodohkan Kimmy dan Okan. Armila terkejut mendengar ucapan Aini.


"Aini, jangan sembarangan bicara seperti itu. Kimmy masih sah istrinya Yusril, terlepas dari setuju atau tidaknya kamu dengan status mereka. Aku tidak mau membuat Okan jadi perusak rumah tangga orang." Armila merasa marah mendengar permintaan Aini.


"Okan lelaki yang cocok untuk menjadi suami Kimmy. Aku akan meminta Kimmy bercerai dengan Yusril," ucap Aini.


"Aini!" Armila membentak Aini. Suaranya yang membentak Aini itu sampai ke kamar Okan.


Di kamar Okan, Kimmy mendengar Armila membentak ibunya. 


"Kan, kamu dengar juga? Sepertinya bibi membentak Mama," ucap Kimmy.


"Iya, aku dengar. Kenapa Mama membentak Tante Aini?" tanya Okan. Kimmy hanya mengangkat kedua bahunya. Kimmy dan Okan tidak tahu apa yang membuat Armila begitu murka sampai membentak Aini. Namun, Okan dan Kimmy tidak berani menghampiri Armila dan Aini di dapur. Hanya bisa menerka-nerka apa yang sedang mereka ributkan.


------------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu (END)


-Putri Yang Tergadai 


-Aunty Opposite Door I Love You


-Serpihan Hati Yang Hancur (END)


 I Love you, readers ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2