
Hai reader tercinta. Jangan lupa dukung author dengan like novel ini sebelum membaca ya reader terima kasih 🙏🙏
Selamat membaca ya 😘😘
______________
Kimmy dan Dinar masuk ke dalam ruang rawat Yusril sambil tertawa. Aini ikut tersenyum melihat Kimmy dan Dinar sepertinya sudah berbaikan. Yusril juga sangat bahagia dan ingin tersenyum, tetapi ia menahannya karena ingin menghukum adiknya, Dinar. Yusril tetap bersikap cuek pada Dinar. Kimmy menghampiri Yusril sambil menggandeng Dinar. Dinar dan Kimmy berdiri di samping Yusril.
"Mas, maafkan Dinar, ya!" pinta Kimmy.
"Kak, Dinar tahu Dinar salah. Dinar sudah minta maaf sama Kak Kim, Kakak mau memaafkan kesalahan Dinar juga kan?" tanya Dinar penuh harap.
Yusril bangun dan duduk dibantu oleh Kimmy. Yusril menatap tajam adiknya itu. "Sini kamu!" bentak Yusril.
Dinar terperanjat dan dengan takut ia melangkah menghampiri Yusril. Dinar menunduk di dekat Yusril, ia tidak berani menatap wajah Yusril. Sedetik kemudian semua terkejut dan berteriak kecil. "Aww, sakit, Kak." Dinar berteriak membuat yang lain ikut berteriak.
Yusril menjewer telinga Dinar. "Awas! Kalau kau berani mengganggu kakak iparmu lagi! Dasar anak nakal, sini!" ucap Yusril sambil membuka kedua tangannya.
"Hiks hiks, Kakak!" Dinar menghambur ke dalam pelukan Yusril. Setahun lamanya Yusril mengacuhkan Dinar, bahkan tidak mau bertemu dengan Dinar sama sekali. Dinar menangis tersedu-sedu dalam pelukan Yusril.
Semuanya meneteskan air mata haru melihat Dinar menangis dengan memilukan. Kimmy pun meneteskan air mata haru, kerinduan Dinar pada sosok kakak telah tercurah. Dinar kembali bisa memeluk kakak tercintanya. Yusril terisak sedih mendengar tangisan sang adik. Yusril sangat menyayangi adiknya, hanya karena sebuah keegoisan membuat kedua kakak beradik itu terpisah. Yusril menjauh dari Dinar karena ia merasa bersalah. Walaupun Dinar yang memfitnah Kimmy, tetapi Yusril juga merasa bersalah pada Kimmy karena ia tidak mempercayai kejujuran Kimmy.
Yusril melepaskan pelukannya. "Berhenti menangis! Tambah jelek saja," goda Yusril sambil menghapus air mata Dinar.
"Huh, Kak Yusril lebih jelek. Hiks," balas Dinar. Dinar kembali memeluk Yusril dengan erat.
Semua orang tertawa melihat Yusril dan Dinar saling ejek. Kimmy merasa hatinya seperti musim semi, kebahagiaan ini sungguh menyejukkan dan menenangkan perasaan Kimmy. Damai sekali hati Kimmy melihat senyuman orang-orang terkasihnya saat ini.
Seminggu kemudian
Yusril diperbolehkan pulang, mereka semua ikut mengantar Yusril pulang ke rumahnya. Rumah yang luas dan megah itu sangat dingin karena hanya ditempati Yusril seorang diri selama setahun terakhir. Kini rumah itu terasa hangat dengan kehadiran semua anggota keluarga dari Yusril dan Kimmy.
"Wah! Ternyata rumahnya sangat indah. Kak Kim, apa Kakak senang tinggal di sini?" tanya Dinar.
__ADS_1
"Hum. Rumahnya memang sangat nyaman. Oh, iya, sini aku tunjukkan perpustakaan Mas Yusril," ucap Kimmy sambil menarik lengan Dinar. Kimmy membawa Dinar melihat perpustakaan Yusril yang luas dan pemandangan yang indah dari jendela kaca besar di perpustakaan. Jendela dengan kaca besar yang menghadap ke taman belakang itu membuat Dinar terpukau.
"Waw … hah, benar-benar tidak dapat dilukiskan keindahannya." Dinar tersenyum kagum memandang taman yang begitu indah dari dalam perpustakaan.
"Saat sore hari, matahari senja bersinar tepat ke kaca ini. Memantulkan cahaya jingga ke arah kolam ikan itu. Kau harus melihatnya! Itu sangat indah," ucap Kimmy.
"Hem." Dinar tidak dapat berkata-kata lagi. Ia berkeliling melihat buku yang berbaris di rak buku yang begitu tinggi, ujung rak itu sampai menempel di langit-langit perpustakaan. Dinar memang tahu kalau kakaknya berencana membuat perpustakaan kecil di rumah jika seandainya ia membangun rumah pribadi. Tidak disangka oleh Dinar kalau akan sebesar itu.
Yusril menghampiri mereka yang sedang duduk sambil membaca novel romantis. Kimmy dan Dinar mengacuhkan kedatangan Yusril karena sedang serius membaca. Yusril kesal dan merebut novel kedua wanita terkasihnya itu.
"Hei!" ucap Dinar dan Kimmy bersamaan. Mereka cemberut menatap Yusril.
"Sudah waktunya makan siang. Kalian ini membaca sampai lupa waktu. Ayo! Bangun dan pergi ke ruang makan atau aku jewer kalian berdua," ucap Yusril sambil mengangkat kedua tangannya dan bersiap menjewer kuping mereka berdua.
Mereka segera bangun dan tersenyum manja pada Yusril. Kimmy menggamit lengan kanan Yusril dan Dinar menggamit lengan kiri Yusril. Yusril seperti pangeran yang diapit dua bidadari cantik.
"Ayo! Jalan!" ucap Dinar.
***
Di sudut gang preman yang disewa Selviana masih mengintai dan membuntuti setiap gerak-gerik Yusril dan Kimmy. Ia menelpon Selviana yang sudah menjadi buronan selama seminggu. Ia bersembunyi di rumah preman itu.
"Halo," ucap preman itu. Ia melaporkan keadaan Yusril pada Selviana.
[Bagaimana dengan keadaan Yusril?]
"Dia sudah pulang dari rumah sakit. Apa kau yakin tidak ada yang tahu kalau yang menabrak Yusril adalah kamu?"
[Aku yakin. Bisa tolong kau periksa apa mereka sudah membuat kesaksian pada polisi]
"Akan aku selidiki. Aku tutup telponnya," ucap preman itu. Preman itu pergi dari gang dan mengendarai mobil hitamnya menuju kantor Yusril. Preman itu yakin dia bisa mendapatkan berita dari sana, karena kantor Yusril menjadi tempat strategis untuk mencari info. Tidak mungkin jika para karyawan tidak membicarakan atasannya yang mengalami kecelakaan. Tiba di sana, preman itu bertanya pada resepsionis kantor.
"Permisi, Mba. Saya mau mencari wanita bernama Selviana," ucap preman itu.
__ADS_1
"Mba Selvi sedang izin sakit, Pak. Dia tidak masuk kerja," jawab resepsionis.
"Kalau saya boleh tahu, Bapak ini siapanya Mbak Selvi?" tanya resepsionis.
"Dia berhutang kepada bos saya. Jadi saya kemari untuk menagih hutang." Preman itu mencari alasan yang tepat. "Di mana toilet?" tanya preman itu lagi. Preman itu ingin masuk ke dalam dan mencari berita lain dari para karyawan. Karena itulah si preman beralasan mencari toilet.
"Bapak masuk saja, belok ke sebelah kanan. Nah, toiletnya di ujung koridor sana," jawab resepsionis. Meskipun risih melihat penampilan berantakan si preman, tetapi resepsionis itu tetap tersenyum. Setelah diberitahu, preman itu pergi tanpa mengucapkan terima kasih sama sekali. "Tidak sopan," gerutu resepsionis. Mereka kembali bercengkrama setelah preman itu tidak terlihat. Mereka mulai membicarakan Selviana yang dicari preman penagih hutang.
_______________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Penjara Cinta Sang Presdir
-Nazein & Darlan
-Serpihan Hati Yang Hancur (END)
I Love you, readers ♥️♥️♥️
__ADS_1