Status Gantung Mrs.CEO

Status Gantung Mrs.CEO
Episode 37. Mandi bersama


__ADS_3

Hai reader tercinta 


Jangan lupa dukung author dengan like novel ini sebelum membaca ya reader terima kasih


 Selamat membaca ya 


_______________


Selviana pergi dari cafe dengan hati menyimpan dendam. Ia terpaksa menjauh sementara waktu demi keamanan. Selviana tidak mau masuk penjara karena itu dengan berat hati ia akan pergi ke luar negeri.


***


Yusril melaju pulang dengan perasaan bahagia. Mulai saat ini dan seterusnya, ia dan Kimmy bisa menjalani rumah tangga dengan bahagia. Yusril berdoa semoga saja tidak ada lagi yang akan memisahkan dirinya dan Kimmy. Jalanan macet di sore hari ini sedikit membuat Yusril kesal. Ia sudah sangat merindukan Kimmy, padahal baru setengah jam mereka berpisah. Wajah Yusril sudah seperti baju, kusut karena kemacetan telah menghalangi perjalanannya.


Setengah jam kemudian, Yusril tiba di rumahnya. Ia segera memarkir mobilnya di garasi. Dengan setengah berlari, Yusril menuju ke kamarnya. Dinar dan Aini yang sedang berbincang sambil menonton televisi pun hanya bisa tersenyum geli. Yusril tidak memedulikan mereka yang menertawakannya.


Saat membuka pintu kamar, Kimmy yang sedang mengganti gorden itu menoleh mendengar suara pintu dibuka. Posisinya yang berdiri di atas kursi pun jadi tidak seimbang. Melihat Kimmy akan terjatuh, Yusril segera berlari dan menangkap Kimmy. 


"Hah, untung saja tepat waktu. Kenapa tidak berhati-hati?" Yusril memarahi Kimmy yang hampir saja terjatuh. Jika Yusril terlambat, tubuh Kimmy pasti sudah menghantam lantai. 


"Maaf. Kan, gara-gara kamu juga, Mas," ucap Kimmy. Tangan Kimmy melingkar erat di leher Yusril. "Sekarang, Mas, sudah bisa turunkan aku. Aku berat loh."


"Menurunkan kamu?" tanya Yusril. 


Kimmy mengangguk.


"Di sini?" tanya Yusril.


Kimmy mengangguk kembali.


"Tidak mau. Lebih baik aku turunkan kamu di tempat tidur," ucap Yusril. Yusril menggendong Kimmy sampai ke tempat tidur. Yusril membaringkan Kimmy perlahan di tengah ranjang. Ia segera menyerang Kimmy dengan kecupan-kecupan nakal di seluruh leher Kimmy. Yusril lupa kalau pintu kamar belum ditutup. Mereka berpagut mesra tanpa menoleh ke arah pintu.


Dinar mencari Kimmy karena Aini ingin berbelanja, tetapi Aini dan Dinar tidak tahu di mana mereka harus berbelanja. Dinar berniat menanyakannya pada Kimmy atau Yusril, tetapi saat Dinar di depan pintu ia berteriak sambil memarahi Yusril.

__ADS_1


"Akhh! Kak Yusril kenapa tidak ditutup pintunya?" Dinar segera membelakangi pintu.


Yusril dan Kimmy juga ikut terkejut. Untung saja tubuh mereka belum terlalu polos. Kimmy masih memakai pakaian lengkap, sementara Yusril baru membuka kemejanya dan masih memakai celana panjang. Yusril segera bangun dari atas tubuh Kimmy dan menghampiri Dinar. Kimmy bersembunyi di balik selimut karena malu pada Dinar.


"Maaf, Kakak lupa. Ada apa?" tanya Yusril.


"Ibu Aini dan Dinar mau belanja buat nanti malam, tapi kami tidak tahu apa ada pasar yang dekat dari rumah Kakak?"


"Oh. Pakai mobil Kakak, di jalan utama yang menuju ke arah perumahan ini ada pasar modern. Kalian bisa belanja di sana. Jaraknya cuma sepuluh menit. Oh, iya, tunggu sebentar!" ucap Yusril. Ia mengambil  beberapa lembar uang pecahan seratus ribu dan memberikannya pada Dinar. "Ini pakai uang Kakak, sekalian kalau Mama Aini dan Dinar mau membeli sesuatu, beli saja!"


"Ok. Terima kasih, Kak. Silakan dilanjut, ekhem-ekhemnya," ucap Dinar sambil berlari dan tertawa pelan.


"Ck, dasar!" ucap Yusril. Ia menutup pintu dan tidak lupa menguncinya. Yusril menarik selimut yang menutup tubuh Kimmy sampai ke kepala. Yusril kembali mengecup bibir tipis berwarna merah oleh gincu itu dengan sangat mesra dan dalam. Mereka saling menghisap dan bertukar saliva.


Perlahan-lahan tangan Yusril menurunkan resleting dress yang Kimmy pakai. Sangat sulit untuk Yusril menurunkan resleting itu karena posisi Kimmy yang berbaring telentang. Yusril membalik badan Kimmy agar tengkurap. Yusril dengan mudah menurunkan resleting dress dan menyingkapnya agar terlepas dari tubuh Kimmy. Ia melempar dress Kimmy ke lantai dengan sembarangan. Punggung mulus Kimmy itu begitu membangkitkan hasrat Yusril.


Kimmy mendessah saat lidah Yusril mengecup setiap inchi punggungnya. Tangannya meremmas sprei untuk menahan rasa geli atas jilatan dan kecupan-kecupan nakal bibir Yusril.


 Entah kapan pakaian mereka dilepas, kini mereka sama-sama dalam keadaan polos. Yusril membalik kembali tubuh Kimmy dan berpagut kembali. Bibir Kimmy terasa manis bagi Yusril, membuat ia begitu kecanduan untuk mengecup dan menghisapnya. Tidak lama kemudian Yusril segera melakukan inti permainan ranjang mereka. Yusril dan Kimmy saling berpacu dan berbagi kenikmatan dalam sebuah hubungan intim.


"Terima kasih, Sayang," ucap Yusril. 


Ia menjadikan lengannya sebagai alas kepala Kimmy. Kimmy dan Yusril berbaring sambil berpelukan. Kimmy tersenyum malu-malu menatap wajah Yusril.


"Masih malu aja, sih, Sayang."


Kimmy menyembunyikan wajahnya di dada Yusril karena malu digoda oleh Yusril. Yusril memeluk Kimmy dengan erat, seakan ia takut Kimmy pergi lagi meninggalkannya. 


Langit sore mulai berubah warna seiring merayapnya waktu menuju malam gelap. Yusril dan Kimmy masih asyik berpelukan sambil berbincang. Mengenang masa-masa pacaran mereka dulu. Kimmy bangun karena sudah tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket setelah keringatnya kering.


"Aku mandi dulu, Mas," ucap Kimmy.


"Bareng." Yusril segera bangun dan menyusul Kimmy yang hendak menutup pintu kamar mandi. 

__ADS_1


"Mas, ngapain? Aku duluan, sana! Mas, tunggu aku selesai." Kimmy mendorong pintunya, tetapi tenaga Yusril lebih kuat dan akhirnya Kimmy kalah. 


Yusril berhasil masuk ke dalam kamar mandi dan mereka pun mandi bersama. Tentu saja tidak mandi dengan wajar karena Yusril kembali bergairah dan mereka pun bercumbu mesra di bawah guyuran air keran shower. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi mereka berdua. Cinta yang pernah terpisah pun dapat bersatu kembali dengan indah.


Mereka akan merajut kembali benang cinta yang pernah terputus, agar menjadi sebuah sulaman rumah tangga bahagia yang sangat indah. 


Selesai membersihkan diri dan memakai pakaian mereka. Mereka turun ke bawah untuk makan malam. Yusril pergi ke ruang perpustakaan untuk mengecek email dari Lili. Sudah seminggu Yusril tidak ke kantor karena terbaring di rumah sakit. Sementara Kimmy pergi ke dapur untuk membantu Dinar dan Aini menyiapkan makan malam. 


Dinar dan Aini sedang menata piring di meja makan. Setyo dan istri, mereka duduk menonton televisi sambil mengobrol. Semua orang yang Yusril cintai, berkumpul di rumahnya. Sebuah kebahagiaan yang telah lama ia impikan. Kini impiannya terkabul. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi Yusril selain berkumpul dengan orang-orang tercinta.


_____________


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir juga di sini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu (END)


-Penjara Cinta Sang Presdir


-Nazein & Darlan 


-Serpihan Hati Yang Hancur (END)

__ADS_1


 I Love you, readers ♥️♥️♥️


__ADS_2