
...skip butik......
"aku turun duluan ya" ucap arshi membuka pintu mobil
"iya" jawab Vincent
"selamat datang di butik kami" ucap pegawai butik setelah melihat kehadiran arshi dan Vincent
setelah beberapa menit arshi mencari gaun pernikahan nya, akhirnya dia menemukan gaun yg cocok untuk nya dan Vincent
"yank ini mau gak?" tanya arshi kepada Vincent
"emm boleh, asal kamu suka" jawab Vincent tersenyum
"ok, tapi aku coba dulu ya" ucap arshi
"iya aku tunggu" ucap Vincent singkat
...skip perjalanan pulang.......
"yank" ucap arshi
"hmm?" tanya Vincent singkat
"kenpa sih dari tadi kamu tuh berubah" jawab arshi
"hah?, berubah gimana sih?" tanya Vincent
"ya berubah!, jadi datar ama aku!" jawab arshi dengan muka yang kecewa
"perasaan kamu aja kali, soalnya nanti malam kan kamu mau ninggalin aku di sini" ucap Vincent menggoda
"dih, tau ah males!, udah cepet ke kantor" ucapan arshi dengan muka yg memerah
(sayang maaf, maaf!, aku minta maaf, jika aku menyakiti mu kedepannya!) batin Vincent
...flashback......
trink...trink... suara telepon seluler berbunyi
"ck ck ck, delia lagi?" gumam Vincent
(mau dia apa sih?) batin Vincent, dan langsung mengangkat telfon
"kenpa?" tanya Vincent singkat
"aku sudah bilang jika aku menginginkan mu, Vincent~" ucap delia dari sebrang telfonnya
"dan sudah ku bilang jika aku tak menginginkan mu!, aku sudah mempunyai arshi!" ucap Vincent dengan nada yg tinggi tapi tak ada yg mendengar kecuali Vincent dan delia
"ah, dengar dengar, kakak arshi akan kenegara F ya?" tebak delia dengan nada yg menggoda
"lalu?" tanya Vincent
"aku bisa saja loh, buat pesawat yg digunakan kak arshi jatuh, atau meledak di udara" ucap delia dengan nada yg masih sama
"kamu boleh mengancam ku dengan nama arshi, tapi ingat arshi bukan wanita biasa!" ucap Vincent marah
"hmm, kamu kan tau orang yg selamat dari kecelakaan pesawat itu biasanya tak kan selamat, dan walaupun selamat kemungkinan nya sangat kecil" jawab Delia
"apa kau bisa mencelakai arshi?" tanya Vincent
__ADS_1
"tentu saja, kita lihat nanti saat kak arshi sedang mengendarai mobil nya sendirian apa yg terjadi kepadanya" Jawab Delia
"ckk kita lihat saja!" ucap Vincent
"kenapa gw risih padahal nanti malam arshi kan harus berangkat, dan bukan hanya dia yg berangkat ke negara F?, banyk pengawal yg menjaganya, jika akan pergi keluar negri" gumam Vincent
...kembai kesekarang......
.
.
.
.
...sesampai nya di kantor arshi......
arshi keluar dari mobil dengan gaya cool nya
"yank, aku duluan" ucap arshi dari kaca mobil yg di turunkan
"iy, aku juga kekantor dulu" jawab Vincent, dengan raut wajah yg tak biasa
"kayaknya Vincent menyembunyikan sesuatu dari gw, tapi apa?" gumam arshi sambil berjalan menuju lobi kantor
saat sudah sampai lobi arshi disambut dengan baik oleh karyawan, dan arshi membalasnya dengan senyuman
arshi berjalan menuju lift khusus untuk nya dan tamu tamu penting
saat sudah sampai lantai yg di mana ada ruangan dirinya dan devan asisten arshi sekaligus sepupu tersayang nya
"selamat datang nyonya muda Adriana!"ucap Devan memberikan salam
"hmm, oh ya kak, jam berapa kita berangkat ke negara F?" tanya arshi tiba-tiba
"oh, itu diundur, karena ada kendala" jawab devan
"oh, jadi kapn berangkat?" tanya arshi lagi
"mungkin nanti hari kamis" jawab devan
"yaudah lah" ucap arshi
.
.
...skip arshi pulang kerumahnya......
seperti biasa arshi jika pulang dari kantor akan mengendarai mobil nya sendiri, dan melewati jalan yg sepi, alasannya mudah, kerena dia bisa ala ala pembalap gitu, cuma bedanya dia balapan sendiri, tapi arshi tak menyadari sesuatu jika jalan yg dia pilih tidak seperti biasanya
"kok gak kenal jalan ini ya?" tanya arshi kepada diri sendiri
"kok rasanya sunyi gitu" oceh arshi sambil meletakkan dagunya di stir mobil
"tau ah, gak usah di pikirin, lebih baik aku uji kecepatan mobil baru ku ini" ucap arshi dengan nada agak sombong
tapi tiba tiba...
'DOR'... 'DOR'...'DOR' suara tembakan
__ADS_1
"di tempat sunyi masih ada suara tembakan?" tanya arshi
"sungguh mengganggu!" ucap arshi
"mending gw keluar, kita liat siapa yg berni mengganggu ku" ucap arshi keluar dari mobil nya, tapi Arshi menggunakan masker terlebih dahulu
tapi baru saja keluar dia sudah terkena pisau yg dilempar ke lengan kanan itu
"akh.." jerit arshi
"ck ck, SIAPA YG MELEMPAR PISAU INI!!" triak arshi sampai suara nya menggema
"ckk, tak ada yg keluar!, gw ke rumah Khedira aja lah, kalo gw ke rumah sakit pasti curiga, sementara Khedira sudah tau jika aku pembunuh" ucap arshi yg Masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya secara otomatis karena salah satu tangan Nya terkena pisau, dan tadi kata Khedira jangan dilepas takut luaknya semakin parah
Khedira Anggara, anak dari Seorang CEO IT, dulu ayah arshi dan Khedira pernah berteman baik namanya Evans anggara, mempunyai sifat baik, lembut, dan pemaaf, dan mempunyai wajah yg tak kalah cantik dengan arshi, tapi sayang dia sudah tak punya siapa siapa lagi, kecuali kakak tirinya, ya untung saja kakaknya itu juga memiliki sifat yang sama dengan Khedira, namanya adalah glencha anggara, mereka tuh dua ibu satu ayah, ya seperti arshi aja punya dua ibu dan punya satu ayah, bedanya Khedira punya kakak tiri asri punya sepupu tiri, gitu lah
lanjut...
...skip rumah Khedira.. (lebih tepatnya apartemen)...
tring... suara bell
"ya sebentar" triak Khedira, Btw Khedira kenal arshi saat di negara C teman masa kecil, dan kebetulan dia sedang kuliah, dan sedang ngambil jurusan kedokteran, jadi bisa deh ngobatin arshi, karena belajar nya gak kaya arshi berhenti mulu
"arshi kamu udah datang!, ayok masuk, gw obati" ucap Khedira
"kenapa sih gak ke rumah sakit aja?" tanya Khedira mengoceh
"Khe lo bisa gak cepet ngobatin jangan ngoceh mulu" ucap arshi
"ok sini gw cabut dulu, pisau nya" ucap Khedira
"mungkin akan sedikit sakit, jadi tahan" ucap Khedira memperingati
"ok" ucap arshi
saat Khedira mau melepaskan pisau itu, tiba-tiba ada yg menelfon arshi
"astaga!, siapa sih yg nelfon gw!" ucap arshi risih
"Vincent?" tanya arshi
"gw angkat gak?" tanya arshi kepada Khedira
"serah" jawab Khedira
"ok gw angkat, tapi lo baik baik nyabut pisau nya" ucap arshi
"hmm" jawab Khedira
setalah itu arshi mengangkat telfon itu, dan secara bersamaan Khedira mencabut pisaunya
"akh" rintih arshi setelah pisau nya tercabut
"hal-" ucapan Vincent berhenti setelah mendengar teriakan arshi
"a-arshi ka-kamu kenpa?!" tanya Vincent kawatir
"e-engak kenapa-napa cuma tadi pulang dari kantor aku ke tusuk oleh orang yg tak di kenal" ucap arshi
stop segini dulu ya
__ADS_1