Status Yang Membuat Ku Seperti Ini

Status Yang Membuat Ku Seperti Ini
chapter 14


__ADS_3

"ya udah kamu ada di mana?" tanya Vincent


"aku ada di auu!, ada di apartemen Khedira" jawab arshi terbata bata, karena delia sedang memberikan obat tetes di luaknya


"ok aku ke sana!" ucap Vincent dan langsung menutup telfonnya


...setelah telfon tertutup......


"ck ck, kenpa bisa?, arshi tuh orang nya waspada'an, lalu kenapa bisa?!" ucap Vincent menggebrak meja makan, btw Vincent lagi di apartemen nya, dan tak disangka ada Seseorang yg mengintip/menguping


"tentu saja itu permulaan rencana ku" Ucap seseorang dari belakang


"kamu siapa?, DELIA!!!" triak Vincent marah setelah melihat delia


"APA YG KAU LAKUKAN KEPADA ARSHI!" tanya Vincent tegas


"oh, hanya menyuruh anak buah ku untuk menusuk nya, tidak lebih" jawab delia santai sambil memainkan kukunya


"dasar wanita j@*@ng!!!" teriak Vincent dan mencekik leher delia dan memojokkan nya ke tembok


"ekh..vi-vin-che-chent, le-lepaskan, a-aku" ucap delia terbata bata karena tak bisa bernafas


"heh, jika terjadi apa apa pada arshi!, jangan harap kau bisa hidup sampai besok!" ucap Vincent melepas cekikan nya dan meningkatkan delia di dalam apartemen nya


" kau keluar dari situ, atau ku cekik lagi hingga kau mat*" ancam Vincent


"o-okh" ucap delia yg masih kaget,


(sumpah gw tadi hampir mat*!) batin delia


setelah Delia pergi Vincent menutup pintu apartemen nya dan menguncinya, meninggal kan delia yg masih melamun di depan apartemen nya itu


"oh Vincent..., semakin kau membenciku semakin ku menginginkan mu" gumam delia sebari memegangi lehernya yg lecet karena di cekik


...skip apartemen Khedira......

__ADS_1


ting... suara bell


"yaa sebentar!" seru Khedira


"oh Vincent, ayok masuk!" ajak Khedira setelah melihat Vincent di depan pintu


"iy" jawab Vincent singkat dan mengikuti nya


"di mna arshi?" tanya Vincent


"lagi di kamar" jawab Khedira


"iy, gw boleh masuk?" tanya Vincent


"boleh" jwab Khedira


...skip perjalanan ke rumah.......


biasa di antar Vincent


(delia!, untungnya arshi tidak apa apa, awas jika dia melakukan nya lagi) batin Vincent


"aku gak ngelamun, oh ya bukan nya kamu ada urusan bisnis?, kok belom pergi?" ucap Vincent malah nanya balik


"oh, itu ada kendala dikit, jadi di undur, nanti hari kamis" jawab arshi


"hmm, kalo pas hari Kamis tangan kamu belom sembuh jangan pergi, biar devan aja (kok bisa kebetulan?)" ucap Vincent/ batin


"iy" jwab arshi


"yank" ucap arshi menganti topik


"ya?" tanya Vincent


"kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?" tanya arshi balik

__ADS_1


"eh?, enggak, kok aku gak menyembunyikan apa pun dari kamu" jawab Vincent berusaha tenang


"hmm, mencurigakan" ucap arshi menyelidiki raut wajah Vincent


"eh, eh~, i-itu ada restauran, ki-kita ma-makan malam di situ aja yok" ucap Vincent mengalihkan pembicaraan dengan nada terbata bata


"is!, main gunta-ganti topik aja ihk!, sebel!" rengek arshi


"geez honey i'm not changing the subject, okay?" ucap Vincent mengelak


"are you serious?" tanya arshi


"yes i'm serious my dear" jawab arshi


"it's okey" ucap arshi menutup pembicaraan


......skip restauran.........


"yank, kita duduk di luar aja ya?" tanya arshi


"jangan!, cuacanya lagi dingin" elak Vincent


"tapi kan-" ucapan arshi terpotong karena Vincent langsung meletakkan jarinya di bibir mungil arshi


"di dalem aja" ucap Vincent kekeh


"yaudah!" jawab arshi menepis tangan Vincent


"bagus!" ucap Vincent mengacak rambut arshi


"ikh!, jangan di acak mulu sih rambut nya!" ucap arshi pergi meninggalkan Vincent


"kamu kenapa sih yank, dari tadi marah marah mulu" tanya Vincent sambil menyusul Arshi


"PMS!, puas?" jawab arshi tegas

__ADS_1


"ouh" gumam Vincent masih mengikuti arshi, karena parkiran dan restauran agak jauh, ya halamannya sih yg salah


stop segini dulu ya


__ADS_2