
"oh. apa kamu mau keluarga mu itu ku habisi?" tanya arshi dangan senyum licik Nya itu
"ja-jangan sakiti keluarga ku!, bunuh aku!, ta-tapi jangan sentuh keluarga ku!, biarkan me-mereka hidup, nyonya!" jawab reza terbata
"sudah ku bilang..." ucapan arshi tergantung karena dia menggores bawah dagu reza hingga dangan belati kesayangan nya hingga mengucur darah
"akh!" rintih reza merasakan peri di bawa dagunya
"kau tinggal memberitahukan yg kamu ketahui semuanya!, atau...kau akan menyaksikan salah satu, atau bahkan seluruh keluarga mu mati di depan mata sendiri" ucap arshi melanjutkan omongan nya tadi
(main licik ya arshi awok awok(
"a-ku benar benar tak tahu apa apa!, tolong jika kau ingin membunuh ku bunuh lah!" ucap pria itu percaya diri
"memang....memang aku akan membunuhmu tapi...-" ucapan arshi terpotong karena...
"nyonya muda devan memanggil anda" ucap Xello memotong pembicaraan arshi
"baik lah..., kau jaga dia, terserah kamu mau ngelakuin apa!, yg penting dia sudah mengatakan apa yg dia tahu tentang clan Woods Revo" ucap Arshi
"baik!" hormat Xello kepada arshi
(maksudnya berkata 'baik' sambil membukuk Hormat, gitu)
arshi keluar dari ruangan bawah tanah, dan langsung keluar dari ruangan pribadi Xello
sebelum berjalan ke ruangan devan, devan sudah ada di depan Arshi dan menghentikan nya
"eh!, kak?, padahal aku mau ke ruangan kakak loh" ucap arshi
"yaudah ayok keruangan ku" ucap devan
"iy" jwab arshi mengikuti devan yg berjalan duluan
sesampainya di ruangan pribadi Devan
devan menyala kan pengedap suara agar pembicaraan arshi dan dirinya tak terdengar orang dari luar
"apa yg kakak ketahui?" tanya arshi dingin, jujur saja entah kenapa arshi merasa panas jika melihat devan, ya dia seperti dengan melihat delia karena devan dan Delia Sangat mirip, wajar adik kakak
(astaga arshi apa yang kau bicarakan dengan Vincent tadi hingga kau berubah deratis?) tanya devan di dalam hati
"tentang keluarga Henry aku belum menemukan dimana kediamannya Sekarang" jawab Devan
"lalu?" tanya arshi lagi Masih dengan nada dingin nya
"ganti topik sebentar!" ucap devan
"it's okey" jwab arshi
"giman kuliah kamu?" tanya devan
"aku keluar" jawab arshi santai
"kenapa keluar?" tanya devan
"aku sudah bilang sebelum aku masuk ke negara ini lima thn yg lalu setelah ibu tiri ku meninggal dunia, aku tak kan masuk universitas manapun di belahan dunia manapun!" jawab arshi
"ok, kita mulai lagi topik pertama" ucap devan
"hmm", jawab arshi
"tentang keluarga Henry, aku hanya menemukan kediaman lama nya, shi tapi saat tim ku mencari tak ada siapapun yang ada di sana, hanya ada barang barang dan dekorasi dekorasi gitu, Sekarang juga bangunannya palingan beberapa thn lagi bakal runtuh" jwab devan panjang lebar selebar lapangan bola
"hmm, bodoh!, kalo kediaman lama keluarga Henry aku jugak tau!, kak arshi hanya mencari keberadaan satu orang yg nama belakang nya Herry" ucap arshi tegas
"hais!" devan mendesah kasar
"udah gitu doang?" tanya arshi
"ya gimana lagi?, di media semua orang sudah mengetahui bahwa keluarga Henry sudah lenyap" jawab devan
"tau ah!, aku ke kantor dulu!" ucap arshi pergi dari ruangan itu
"hmm, hati hati ya" ucap devan
"pasti!" jawab arshi dan menghilang di telan bumi hahahaha ,😂
skip di kantor arshi (Adriana grup)
ya seperti biasa arshi selalu di sambut ramah oleh para pegawai dan jangan lupa kan gosip itu, karena semenjak arshi Masuk lobi semua orang Langsung membicarakan tentang gosip yg sedang menjadi berita utama di media sosial atau pun televisi, tapi Arshi hanya diam dengan wajah yg terus tersenyum hangat, walaupun hatinya sangat sakit, seakan memakai topeng yg selalu tersenyum
hais kasian ya arshi, emm gimana teman teman, Arshi kita buat lebih tersakiti atau kita bahagia in aja ya?
udah lah ya sad nya kita lanjutkan cerita nya
__ADS_1
.
......neks day.........
.
pagi pagi sekali arshi sudah bangun, tidak seperti biasanya dia tak kan bagun jika tidak di bangun kan
di ruang kerja...
arshi sedang mengotak ngatik laptop nya dengan cepat, dan suara nya mengema di ruangan yg cukup besar itu, bukan cukup besar tapi sangat besar untuk ruang kerja
dia sedang merentas data perusahaan aliandres, masih ingat di episode 2 ?, itu loh yg pas Vincent lagi asik b*rc*mb* dengan arshi tapi di ganggu sama Andrey
kan arshi kayak familiar gituuuu sama nama perusahaan nya, jadi lah di retas 💃
...beberapa menit kemudian......
tok tok tok (suara pintu di ketuk)
"masuk" ucap arshi agak berteriak
setelah mendapat kan izin masuk pelayanan pun masuk kedalaman ruangan arshi sambil membawa nampan berisi roti dan susu, sarapan lah ya
"nyonya muda ini sarapan anda" ucap pelayan itu sopan
"iya taro di meja itu" jawab arshi tak kalah sopan, walaupun itu adalah pelayannya
"kalau begitu saya permisi" ucap pelayan itu sambil membungkuk kan badannya
"iya" jwb arshi tanpa mengalihkan pandangannya
beberapa menit kemudian arshi berjalan menuju meja yg disana ada roti tawar yg di beri slay dan ada segelas susu, yg tadinya hangat jadi dingin
arshi memakan nya dengan cepat lalu meminum susu itu dalam sekali teguk
setelah itu dia kembali ke meja kerjanya dan alahkan terkejut dia karena melihat siapa CEO perusahaan aliandres, itu adalah Khedira Anggara sahabat arshi
bagai mana pun Khedira mempunyai kakak perempuan yg bernama glencha yg bisa meneruskan perusahaan tersebut
"kenpa Khedira yg meneruskan perusahaan?, kenapa tidak ka glencha?" tanya arshi kepada diri sendiri
"telfon lah Khedira nya" jawab arshi kepada diri sendiri
setelah memencet kontak Khedira arshi Langsung memencet tombol untuk memasuki panggilan, tak lama Khedira mengangkat nya
"halo" ucap Khedira dari sebrang sana
"eh, kamu baru tau?" ucap Khedira malahnanya balik
"ish!, orang nanya malah di tanya balik gimana sih!" ucap arshi dengan nada malas
"e-eh maaf shi, iya aku CEO nya" jawab Khedira lembut
"ouh, tapi kenpa gak kakak kamu aja?" tanya arshi
"nyonya muda arshi Adriana..., kakak aku itu ngurus perusahaan Anggara grup" jawab Khedira
"kok?" tanya arshi
"gini mendiang Mamah ku kan punya perusahaan keluarga yaitu aliandres grup gimana sih?" jawab Khedira
"eh iya ya, kan aku juga ngurus dua perusahaan, hehehe" ucap arshi cengengesa
"dih, ga jelas, oh ya ketemuan yok di kafetaria" ucap Khedira tiba-tiba
"boleh aja yok, tapi kapan" jawb arshi dan menanyakan
"nanti siang sekali an makan siang, lagian kalo sekarang aku mau selesain gunungan kertas ini dulu shi, bay" ucap Khedira
"ok deh, bay bay frensyy" ucap arshi alay
"dih Jagan alay deh geli tau" ucap Khedira
"iya iya maaf" Ucap Arshi dan langsung menutup telfonnya
...skip siang hari......
seperti janjinya tadi arshi berangkat menuju kafetaria, tapi bodoh nya dia tak menanyakan kafe yg mana dan saat masuk mobil dia baru ingat, lalu sialnya lagi hp arshi Kentingalan di ruang kerja nya
"astaga!, mimpi apa gw semalem sial amat nih hidup! akh!" gerut arshi depresot
"males banget sih harus keluar nya, akh!" triak arshi menendang nendang mobil nya itu
dan mau tak mau dia harus keluar mobil dan berjalan lagi k arah pintu
__ADS_1
"PELAYAN!" triak arshi dan salah satu pelayan muncul dari ruang keluarga
"ya nyonya ada yg bisa saya bantu" tanya pelayan itu ramah
"iya, ambilkan handphone ku di ruang kerja, cepat!"jawab arshi agak tegas
"baik" ucap pelayan tersebut dan langsung berjalan cepat menaiki tangga, sementara arshi masuk dan duduk di ruang tamu
tak lama pelayan yg sama turun dari tangga dan memberikan handphone arshi
"nyonya muda ini handphone anda" ucap pelayan sambil menyodorkan hp arshi
" makasih, udah sana lanjut kan pekerjaan mu" suruh arshi
"sama sama, baik lah" jawab pelayan dengan lembut dan pergi melanjutkan pekerjaan nya
dan sebel makin sebel nya, hp arshi mati, atau baterai nya habis
arshi hampir gila karena ini, bagai mana tidak?, pertama dia tak tahu kemana arah tujuannya, kedua saat akan bertanya hp nya ketinggalan, ke tiga saat sudah mengambil hp, hp nya malah tak ada daya nya, coba kalian berada di posisi arshi? kesel kah?
"astaga!!!!!, kenapa sih?!, dari tadi semenjak aku masuk mobil semuanya jadi sial?apa mobil ini terkutuk?!, apa salahku tuhan!!" triak arshi saat sudah sampai mobil di saat melihat hp nya
trink...trink...
tak sengaja arshi mendengar suara alarm hp berbunyi
"tunggu!, seperti ada suara hp" ucap arshi, Mungkin ini keberuntungan arshi dia menemukan hp nya yg tadi malam tertinggal di dalam mobil, baterai nya juga masih banyak
"Shukur lah" ucap Arshi menghela nafas melihat ada hp nya, entah itu keberuntungan atau kesialan lagi, ya jika tahu ada hp di mobil nya dia gak mungkin keluar
setelah melihat hp nya karena hp itu yg ada di bawah kursi samping nya, btw itu mobil cuman punya dua kursi ya
"engh!, di-kit la-gi" ucap arshi menyemangati diri sendiri sambil terbata bata
posisi arshi tuh kaya kalian lagi ngambil sesuatu di dalam celah yg tangan kalian tuh susah masuk gitu, gerti gak?, kalo gak ngerti...YA HARUS NGERTI LAH
setelah beberapa menit akhirnya handphone itu bisa keluar, tak menunggu aba aba arshi langsung mencari kontak Khedira dan langsung menelpon nya
"halo" ucap Khedira dari sebrang sana
"halo dira, di kafe yg mana kita ketemuan?" tanya arshi
"oh iya aku lupa ngash tau, maaf ya" ucap Khedira minta maaf
"it's okey gk app, jadi di kafetaria mana?" Tanya arshi the de poin
"di deket PT aliandres grup" jawab Khedira
" idih milihnya di deket kantor sendiri, curang" ucap arshi manyun
"hehehe, yaudah geh mau di mana?" tanya Khedira
"di restoran (isi sendiri), situ aja ok?" tanya arshi
"it's okey" jawab Khedira
"emang kamu ada di mana sekarang?" tanya arshi
"lagi di perjalanan menuju kafe, tapi gak jadi, ganti lokasi" jawab Khedira
"hehehe, yaudah cepet aku udah mau nyampe" ucap arshi
"hah?, kok udah nyampe?" tanya Khedira gak percaya
"emang udah niat mau ke sini" jawab arshi santai
"AR SHI!" Khedira mencoba menahan amarahnya
"selau sabar ra jangan marah marah, cepet tua kau" ucap arshi
"SERAH!" ucap Khedira dan langsung mematikan telfon nya secara sepihak
...skip arshi dan Khedira sudah sampai di kafetaria......
"ra kamu mau pesen apa?" setalah bertemu Khedira
"makanan berat spaghetti bolognese, penutup nya kue cokelat, minuman nya es jeruk" ucap Khedira dengan cepat
"emm, iya deh, aku Minta maaf, tadi salah" ucap arshi minta maaf
"dih, emang siapa yg marah?!" tanya Khedira
"e-enggak gak ada, udah lah lupakan" jawab Arshi
"ayok kita masuk" ucap arshi menarik tangan Khedira untuk masuk kedalam kafe
__ADS_1
stop segini dulu ya