Status Yang Membuat Ku Seperti Ini

Status Yang Membuat Ku Seperti Ini
chapter 15


__ADS_3

...skip kediaman Adriana......


"astaga!!, lelah sekali" ucap arshi setelah me lemparkan diri sendiri ke kasurnya


"mandi dulu" ucap arshi mengambil pembalut di lemari, karena dia sedang menstruasi (gitu gak sih cara nulisnya)


dibawah kucuran air shower, arshi melamun melihat lukanya yg di balut perban anti air (ada kan, perban anti air?)


"sebenarnya siapa?, siapa yg ingin menyakiti ku?, padahal aku sangat waspada!, kenapa hari ini aku jadi sangat lengah?" ucap arshi sambil menyabuni badan nya


...skip pagi hari.......


seperti biasa arshi bangun dan bersiap siap pergi ke kantor, harusnya sih pergi kuliah tapi karena waktu hari sabtu izin tidak akan masuk di hari senin, jadi ya ke kantor aja


sesampainya di kantor dia duduk di meja kebesaran nya itu, dan langsung di datangi oleh devan yg membawa beberapa berkas yg harus di tandatangani oleh arshi, sang CEO


"shi nih berkas-berkas yg harus lo tandatangani" ucap devan memberikan berkas itu


"iya, taro di sini" jawab arshi menunjuk ke samping laptopnya


"yaudah, oh ya katanya ada berita yg lagi hits loh" ucap devan lagi


"iya kah?" tanya arshi


"iya coba liat nanti, tapi gw juga belom liat, lo liat aja"jwab devan lalu pergi


...skip makan siang......


arshi menelfon Vincent untuk makan siang bersama, tapi sebelum itu dia melihat artikel yg di bicarakan devan tadi pagi


"mari kita liha-" ucapan arshi terpotong karena melihat artikel itu yg berisi tentang, CEO perusahaan besar Anthem grup sedang makan siang bersama dengan wanita misterius dengan mesra


di kolom komentar...


pembaca 1: Astaga bukanya tuan muda anthem itu kekasihnya nyonya muda Adriana?, kok bisa sama wanita lain?


pembaca 2: benar saya tak menyangka!, bahwa tuan muda Vincent bisa berselingkuh!


pembaca 3: astaga bagaimana perasaan nyonya muda arshi saat melihat artikel ini!


pembaca 4: wah wah wah, bukan nya dia yg memiliki butik yg bernama deliana kledia?, dan dia adalah adik tuan devan?!


pembaca 5, membalas pembaca 4: bukan nya tuan devan adalah sepupu tiri nyonya muda Adriana??


pembaca 6, membalas pembaca 5: ck ck ck, kejam sekali ingin merebut tuan Vincent dari nyonya muda arshi!, awas saja kamu!

__ADS_1


dan seterusnya...


setelah membaca artikel itu arshi menjatuhkan air mata yg membasahi pipi mulusnya itu


"gak mungkin!, Vincent gak mungkin selingkuh!" gumam arshi sambil memegang dada yg terasa panas, sesak, dan tersenyum pahit


"arshi!!" triak devan menggebrak pintu


"kak devan?" tanya arshi lirih


"arshi!, delia..." ucap devan termenung setelah melihat artikel


"co-coba kamu telfon Vincent sekarang!"ucap Devan


"enggak!, nanti saja" jawab arshi


"ta-tapi ka-" ucapan devan terpotong karena Arshi berbicara


"bisa kakak pergi, aku mau sendiri dulu" ucap arshi dengan pandangan kosong nya


"o-ok, kalo ada apa apa panggil aku" ucap devan pergi


"hiks!, Vincent kamu tau?, jika kamu hari ini berhasil menusuk hatiku yg paling dalam!, itu sakit!, sangat sakit!, lebih sakit dari pada tertusuk belati"ucap arshi lirih setelah duduk di sofa sambil memegangi dadanya itu dan terus menerus mengeluarkan air mata


tin...tin..tin...(berdering)


"is kenapa gak di angkat?!" decak arshi, dan tak terasa air mata nya mengucur lagi


"gak boleh!, aku gak boleh nangis!, aku bukan wanita lemah!" ucap Arshi dangan tekad nya


lalu dia menelfon devan untuk mecari keberadaan Vincent


"halo kak" ucap arshi dingin walaupun di sebrang telfon aura dingin nya samapi ke telinga devan


"ya-ya?" tanya devan


"aku kasih waktu 1 menit cari keberadaan Vincent sekarang!" ucap arshi lalu mematikan telfon nya secara sepihak


52 detik kemudian....


devan menelfon arshi


"halo" ucap devan


"ya?" tanya arshi

__ADS_1


"shi Vincent lagi ada di kantor nya" ucap devan


"oh., ok, makasih" ucap arshi lalu menutup telfonnya


...skip kantor Vincent......


semua orang sudah mengetahui jika Vincent berselingkuh, tapi tak tau itu fakta atau mitos (anjayy kaya teori aja ya)


"wah wah wah, seperti nya akan ada konflik nih" bisik salah satu karyawan yg melihat arshi berjalan menuju lift, tapi tak ada yg menghentikan nya


sesampai nya dia di lantai paling atas


"drey Vincent ada?" tanya arshi ramah


"eto~, tuan sedang tidak ada" ucap Andrey berbohong


arshi tersenyum dan tau jika Andrey dengan berbohong


"kamu tau?, saya sangat benci kebohongan ataupun ada orang yg menyembunyikan sesuatu yg seharusnya saya tau" ucap arshi berjalan menuju pintu ruangan CEO


"nyo-nyonya muda!, tuan Vincent sedang pergi" ucap andrey mencoba menghentikan langkah arshi tapi..


'brak' suara pintu di dobrak


"kan benar" ucap arshi melihat delia sedang bersama Vincent di ruangan yg sama


"drey kamu keluar dulu" ucap Vincent memegang keningnya


"ba-baik" ucap andrey gugup


"shi denger penjelasan aku" ucap Vincent dengan muka pasrah


"aku kesini memang mau mendengarkan penjelasan mu" ucap arshi duduk di sofa


"bagus, jadi-" ucapan Vincent terpotong


"tapi aku tak mau ada wanita ini di sini" ucap arshi menunjuk ke arah delia


"delia, kamu pergi" ucap Vincent mengusir delia


"ck ck baik" jawab delia mengambil tas nya dan pergi


"ok lanjut kan" ucap arshi dengan datar


stop segini dulu ya teman teman semua

__ADS_1


__ADS_2