
"jadi aku tuh-" ucapan Vincent terhenti dan melamun
(astaga!, delia pasti sedang mengawasi ku, jika aku mengatakan nya sekarang pasti akan ter-) batin Vincent yg sama terpotong karena...
'DOR' 'prank' suara tembakan dan suara kaca pecah, itu adalah tembakan yg tembus ke kaca dan hampir mengenai kepala arshi, tapi dengan kesigapan arshi, dia dengan mudah nya mengambil peluru itu dengan tangan kirinya alhasil tangan arshi berlumuran darah segar
"akh!!" rintih arshi
"a-shi!!" triak Vincent dan berlari kearah arshi
"diam jangan mendekat atau-" ucapan arshi tersebut
karena... 'DOR' DOR' ada suara tembakan lagi
salah satu tembakan itu berhasil mengenai bahu arshi dan mengeluarkan darah segar
"akh!" rintih arshi lagi
Vincent langsung mendekat dan menggendong Arshi keluar ruangan tersebut
"ANDREY!!!, SIAP KAN MOBIL!, KITA KERUMAH SAKIT!" triak Vincent dengan nada khawatir
"sayang bertahan lah, jika merasa sakit gigit tangan ku!" ucap Vincent
"vi-vin-che-chent a-aku tidak a-kan...ma-ti!, ini ha-nya sa-tu tem-bakan saja" ucap arshi
"bukan masalah satu dua tembakan sayang, sudah jangan buang-buang tenaga kamu!" ucap Vincent semakin khawatir saja
...skip rumah sakit......
beberapa jam kemudian...
arshi sudah menjalani operasi untuk ngambil peluru yg ada di pundak nya, dan setelah operasi selesai arshi masih dalam keadaan pingsan, mungkin karena efek obat bius nya masih bekerja
Vincent masih menjaga arshi Sampai tertidur lelap dengan mata sembab akibat menangis
(astaga gw iri sama arshi!!!)
lanjut"
jam 23.00....
__ADS_1
arshi terbangun dari pingsannya dan melihat Vincent yg sedang tertidur di dekat tangan nya, lalu tanpa sadar arshi mengusap-usap kepala Vincent alhasil itu membuat Vincent terbangun
"engh!" (suara bangun tidur Vincent)
"eh!, maaf nge ganggu kamu" ucap arshi menarik tangan nya kembali
"emm, gak papa" ucap Vincent masih dengan nada orang mengantuk
"udah sana tidur lagi" suruh arshi
"gak mau" elak Vincent
"is!, jangan jadi bandel deh!" ucap arshi dengan nada yg dibuat-buat marah
"iya iya, tapi mau bareng kamu" ucap Vincent dengan nada menggoda
"hmm, iya, tapi jangan macem macem" ucap arshi dengan nada mengancam
"yes my dear" Ucap Vincent berjanji
mereka berdua pun pergi tidur dengan posisi saling memeluk
...A few days later......
apa tuch yg mengganjal,? I don't know either awok awok
jadi beberapa hari yg lalu Vincent selalu menghilang, yg tadinya ada jadi hilang entah kemana eh, tiba-tiba nongol entah dari mana
ya begitulah, ngerti kan yg sayah maksud teman teman koh
just go on"
arshi pulang di antar devan, dan di tengh perjalanan...
"shi" ucap devan membuka suara
"hmm?" tanya arshi
"lo marah ama delia?" tanya devan
"kenapa?" tanya balik arshi
__ADS_1
"maksud nya" ucap devan
"kenapa kakak menanyakan hal yg tak mau ku jawab?" tanya Arshi lagi
"ok, ganti topik, nanti Minggu depan kamu bisa ke negara F?" tanya devan mengganti topik
(eh perasaan banyak amat ya yg nanya, ohoho)
lanjut"
"emm, bisa" jawab arshi akhirnya
"yaudah bagus, tapi kalo gak bisa jangan di paksakan" ucap devan tersenyum
"kak" ucap arshi
"ya?" tanya devan
"apakah..., orang seperti ku pantas bahagia?" tanya arshi tiba-tiba
"ke-kenapa kamu tiba-tiba ngomong gitu sih?" ucap devan tak percaya
"aku cuman nanya, apa salah?" tanya arshi lagi dengan senyum pahit nya
"pantas kok" ucap devan
"tapi...,kenpa orang yg ku sayangi satu persatu pergi dari ku?" tanya arshi menjatuhkan air mata nya
"a-asrhi..., kamu jangan ngomong gitu...,disini masih ada kakak" ucap devan menghapus air mata adik sepupunya itu, jujur devan memang lebih sayang kepada arshi daripada ke adik nya sendiri Delia, entah kenapa
"tapi...ke-napa se-mua o-rang selalu ba-hagia, ta-tapi aku en-ngak kak? hiks..." ucap Arshi menangis dan bicara terbata bata
arshi memang dikenal dengan fisik yg kuat tapi tak ada yg tau selain devan jika arshi punya sisi lain ya itu punya mental yg lemah dan selalu mengurung diri di kamar jika ada masalah tak pernah mau bicara sma siapa pun...
"menangis lah shi menangis!, curahkan hatimu!, jangan menahannya lagi!, kamu mau ke pantai?" tanya devan menghibur, dan arshi hanya mengangguk pelan dengan air mata yg masih mengucur deras dari mata birunya itu
...on the beach......
mobil devan parkir di parkiran khusus
setelah parkir mereka berdua keluar dengan gaya cool nya arshi memakai kacamata hitam nya begitu juga dengan devan beruntung saat mereka datang pantai nya sedang sepi dan itu kesempatan yg bagus untuk devan menyewa pantai itu khusus untuk Arshi
__ADS_1
"dek kamu duluan kakak mau nyewa pantai nya" ucap devan yg di angguki oleh arshi dan tersenyum
stop segini dulu ya teman teman semua, nah arshi nya sudah sad nih eaaa!!