
ditengah perjalanan dia melihat mobil sport yg tak asing dan berjalan searah tapi arshi menghiraukan nya...
sesampai nya dia di parkiran mobil sport itu juga ternyata di parkir kan di situ dan lagi lagi arshi tetap menghiraukan nya
dan dia berjalan menuju lift untuk menuju lantai tepat dimana apartemen nya itu...
dan setelah mengesankan kartu untuk membuka pintu...
betapa terkejutnya arshi ketika melihat Vincent sedang berada di sofa ruang tamu dengan tubuh yg di penuhi luka luka yg sudah dibalut perban
"astaga!!, Vincent kamu kenapa bisa begini?!" ucap arshi khawatir dan menghampiri tunangan nya itu
"berisik say, aku butuh istirahat!" ucap Vincent
"ah, iya maaf, terus kenapa kamu bisa luka luka gini?" tanya arshi lembut
"aku kecelakaan" jawab nya santai
"terus kenpa kamu gak di rawat aja?" ucap arshi semakin kawatir setelah mendengar kata 'kecelakaan'
"mana mau aku dirawat!, nanti banyak perawatan yg centil sama ku" ucap Vincent masih dengan hp yg ada di tangan nya
"yaudah kamu pindah ke kamar ya?" ucap arshi lembut
"bantu!" ucap Vincent manja
"dih, manja banget nih manusia 😑" gumam arshi tapi di dengar oleh Vincent
"apa kamu bilang?" tanya Vincent pura pura bingung padahal mendengar jelas suara arshi
__ADS_1
"gak" jawab arshi memalingkan wajahnya
"oh, benar kah??" tanya Vincent lagi yg semakin pura pura bodoh, dan itu semakin membuat arshi kesal dengan tingkah konyol tunangan nya itu
(bagai mana mungkin??, orang orang menyukai nya padahal dia sangat lah kekanak-kanakan) ucap arshi dalam hati
"apa yg kau pikir kan?!" tanya Vincent tiba-tiba suram karena membayangkan jika arshi sedang membayangkan pria lain
"engak, aku cuma mikir gimana ya, seorang CEO perusahaan mobil bisa kecelakaan mobil, hmmmm" jawab arshi berbohong dan menempelkan tangan di dagunya
"gak tau" jawab Vincent lagi
"lupakan!, sini aku bantu kamu ke kamar" ucap arshi
"ok makasih, yank" ucap Vincent menggoda
astaga kok aku iri sama mereka berdua sih..., kumenangis ðŸ˜ðŸ˜ðŸ¦–
lanjut"
seminggu kemudian...
Vincent sudah sembuh dari luka lukanya mungkin karena yg merawat nya itu adalah arshi, jadi semangat untuk sembuh itu sangat lah tinggi, biasa calon suami istri, dan Sekarang Vincent juga sudah bisa bekerja seperti biasa namun...
"astaga, cuma satu Minggu aku gak kerja langsung melihat pemandangan kertas yg mengunuk saja, susah nya jadi diriku...hiks.." ucap Vincent mengoceh pada diri sendiri dan menagis melihat tumpukan kertas itu
disaat Vincent sedang menatapi gunukan itu sampai dia berpikir dari mana dia akan memulai nya dulu..., dan sisi lain arshi sadang belajar fokus karena sudah terlanjur di daftarkan oleh devan
di sana arshi mempunyai teman baru yg banyak tapi tidak tau jika nanti mereka mengetahui bahwa arshi adalah ketua clan, mereka hanya mengetahui kalo arshi adalah anak CEO perusahaan terbesar di negara itu, entah bagaimana mereka memperlakukan arshi, entak mereka akan menjauhi arshi atau memusuhi arshi semuanya sama saja...
__ADS_1
skip pulang sekolah....
"wih gimana sekolah nya shi?, seru?" tanya devan yg menjemput arshi
"serah" ucap arshi membuka pintu dan masuk kedalam kursi samping kakak sepupunya itu
di perjalanan ....
"shi?, kita langsung pulang aja?' tanya devan membuka suara
"ya ya langsung pulang lah yg kali jalan jalan dulu" jawab arshi
"ya engak tapu kan kita mau ke.." ucap devan mengatung
"kemana?, eh iya ya"tanya arshi yg tiba tiba ingat sesuatu
.
.
.
.
.
.
stop segini dulu
__ADS_1