Step Of Destiny From Mother

Step Of Destiny From Mother
Episode 12 Mimpi atau Kenyataan? Part 2


__ADS_3

Cahaya itu semakin besar dan menyebar di tepat pertama dia muncul dan mulai terlihat gambar yang lain di sebelah kanannya.


Cahaya putih itu melesatkan cahaya dari dalam dirinya yang indah dan hangat lalu ia berkata jadilah Keindahan dari seluruh keindahan yang ku buat untuk pertama.


Lalu terciptalah Sebuah keindahan yang tak pernah ku lihat di bumi terpampang di atas layar tadi di sebelah kanannya itu, indah dan mempesona itulah yang ku lihat di mata kecilku saat ini. Sungguh indah dan menawan hati serta pikiran itu yang tertanam di hati ku kala melihat ciptaan tuhanku Allah.


Sebuah suara berdering dengan indah melantunkan sebuah nama untuk makhluk baru yang diciptakan di depannya.


"Asa". nama yang di keluarkan dari Cahaya ilahi di depannya untuk makhluk yang baru di buatnya itu, rupa yang sangat menawan dan mempesona bagi yang bisa melihatnya.


" Siapa?". kata makhluk di depannya yang sangat bingung di wajah dan kedua bola matanya yang bergetar pelan ke depan memandang cahaya ilahi.


"Aku, Allah ,Tuhanmu, penciptamu". kata Allah Subhanahu wa ta'ala pada makhluk Cantik dan menawan di depannya.


" A...A-Al-llah" kata sang makhluk itu dengan gagapnya, tapi hangat dan lembut di suaranya.


"Iya, Makhlukku". kata Allah Subhanahu wa ta'ala pada makhluk di depannya.


" Allah, allah, allah.......... allah" kata makhluk yang menawan dan cantik itu berulang kali dengan gembira hingga juga membuat Allah sangat bahagia sampai tertawa bersama makhluknya itu.


'Cantik, sungguh cantik dan menawan' kata Lingling (Aulia) yang terpesona pada makhluk yang di tampilkan di layar yang sangat besar di depannya, layar galaksi yang sangat besar dan jelas efeknya untuk di tonton, dan kau seperti ikut dalam permainan dan merasakan setiap getaran di hati makhluk- makhluk di depannya itu.


#######


Layar di depannya berganti dengan cepat dengan hari dan waktu petunjuk di atas layar.


Aulia ( Lingling yang menonton pun terkejut karena Layar itu bertambah besar dan jelas serta indah).


Beberapa hari kemudian setelah Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan sang makhluk yang cantik dan menawan itu yang terbungkus cahayanya, menjadi jubah dan tudung di kelapanya berwarna putih di makhluk tersebut.


Allah Subhanahu wa ta'ala lalu mengajarinya banyak hal yang tak akan pernah di miliki oleh semua makhluk kala itu.


Setelah berapa waktu yang di tentukan Allah, pembelajaran itu telah selesai lalu Allah Subhanahu wa ta'ala berkata pada Asa tentang Ia(Allah) yang ingin menciptakan sebuah tempat yang indah dengan makhluk-makhluknya , tapi mereka berbeda jenis satu kesatuannya.

__ADS_1


"Asa, Kekasihku, hamba-Ku, Aku akan menciptakan sekelompok makhluk yang di dalam satu kesatuan yang berbeda jenisnya tapi ia semua masih di bawah kendaliku". kata Allah Subhanahu wa ta'ala pada Asa yang terlihat senang sekali untuk berapa hari ini wajahnya yang murung itu cerah seketika.


" Benarkah itu Allah, tuhanku". kata Asa dengan bahagia yang jelas di wajahnya yang menawan dan cantik tersebut.


"Benar, senang kah engkau?" kata Allah dengan lembut dan hangat di nadanya.


"Tentu senang Allah". kata Asa gembira karena ia akan banyak teman tanpa tau bila di masa yang akan datang akan banyak kecelakaan dari makhluk-makhluk yang di ciptakan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, tanpa sadar atau sadar. Hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang tau akan hal ini.


"Tapi sebelum itu aku akan membuat tempat untuk mu dan yang lainnya di sekitar sini setelah tempatku selesai". kata Allah Subhanahu wa ta'ala kepada Asa yang sedang bahagia.


"Iya, baiklah aku mematuhi". kata Asa pada Tuhannya Allah Subhanahu wa ta'ala.


Setelah beberapa hari itu, Asa di buat terkejut oleh sang pencipta dari satu ke satu kejutan nyata di depannya, dari di buatkan rumah untuknya yang cantik setelah Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan singgasananya di langit paling tinggi di tempat itu. Yang megah serta indahnya sangat mempesona dan besar sekali di ketinggian yang dapat menampung semua cahaya ilahi sang pencipta.


Lalu Allah Subhanahu wa ta'ala, menciptakan makhluk -makhluk dari berapa jenis serta di beri pengajaran oleh Allah Subhanahu wa ta'ala melalui makhluk kedua yang telah di ciptakan untuk mengajarkan ilmu-ilmu untuk pengetahuan akan makhluknya yang baru di ciptakan-Nya tersebut.


Mereka hidup rukun dengan aturan yang di buat oleh Allah dan kehidupan mereka yang jalani pun senang karena dapat meminta dan langsung di berikan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala kepada mereka.


Waktu bergulir makhluk yang di ciptakan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala yang banyak itu mulai mengacau dan mulai berulah dengan permintaan-permintaan yang kelewat batas wajar menurut aturan yang telah di tetapkan.


Puncaknya mereka mulai meminta hal yang tak masuk akal yaitu meminta makhluk pendamping seperti Asa untuk menjadi pendamping mereka.


Sedangkan Asa adalah satu-satu pendamping dan hamba Allah yang di ciptakan dengan istimewa karena sebuah alasan yang hanya Allah Subhanahu wa ta'ala sediri yang tau akan hal itu.


Tapi ada banyak pro dan kontrak di dalamnya, mereka juga taat menentang dan marah untuk makhluk lainnya karena permintaan yang berlebihan di dalam hati mereka walaupun Allah tahu tapi tetap saja Ia pun marah pada makhluknya itu karena mulai menentangnya apalagi meminta permintaan yang akan membuat mereka sengsara sampai ke tulang belulang mereka.


Mereka yang meminta pun semakin menjadi kian hari.


Aturan tak di penuhi, kebijakan tak di taati dan pikiran mulai tak terkendali.


Akhirnya Allah Subhanahu wa ta'ala mengabulkannya dengan rencananya sendiri yang telah di buatnya dengan pertimbangannya berapa hari.


Setelah permintaan pencipta itu di kabulkan oleh sang Maha Esa, Asa lalu menggunakan cadar dan pakaiannya tertutup bila di keramaian dan di luar rumahnya, hanya di depan Allah Subhanahu wa ta'ala ia membukanya.

__ADS_1


Ia mencintai tuhannya Allah Subhanahu wa ta'ala, hanya Allah Subhanahu wa ta'ala di hati dan pikirannya semuanya di tatap acuh -tak acuh apalagi karenanya semua makhluk berisik dan bertengkar memperebutkannya, dihatinya, ia kesal pada makhluk Allah Subhanahu wa ta'ala yang meminta permintaan berlebih akan diri mereka sendiri, tak tau malu.


Waktu bergulir dengan cepat dan setelah beberapa hari ada perkumpulan di depan Allah sekali lagi meminta untuk mereka di beri pendamping yang sama persis seperti Asa , sekali lagi pro dan kontrak terjadi kericuhan pun bertambah parah, dan akhirnya Allah Subhanahu wa ta'ala sekali lagi memutuskan menyetujuinya dan menyanggupinya untuk di kabulkan.


Mereka berdalih bila makhluk yang mirip pertama kali yang di berikan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala kepada mereka tak sama seperti Asa, lalu yang kedua itu sama tapi ketaatan dan kecantikannya tak bisa di bandingkan maka mereka meminta lagi kepada Allah untuk di buatkan serupa seperti dewi di hati mereka Asa.


Tapi makhluk yang tak tau diri itu semuanya malah menginginkan hal yang tak akan pernah di setujui oleh Allah Subhanahu wa ta'ala kepada mereka untuk pertama kalinya.


Mereka makhluk yang taat pada Allah Subhanahu wa ta'ala pun mulai marah pada makhluk yang tak tau malu itu, mereka di ciptakan berurutan tapi mengapa tak sama? karakter sangat buruk dan pikiran mereka dangkal.


Walaupun mereka di ciptakan berurutan mereka bukan dari jenis yang sama maka karakter dan pikiran mereka berbeda, itu jelas.


Tapi tak ada yang menyadarinya kecuali Allah Subhanahu wa ta'ala, Asa dan yang di beri tugas jadi Makhluk ilmu pengetahuan akan ilmu itu sendiri.


Setelah beberapa bulan untuk sekali lagi Allah di minta untuk memberikan Asa sebagai pendamping mereka tanpa harus menciptakan banyak makhluk lagi yang sama seperti Asa, tapi kali ini dengan keras Allah Subhanahu wa ta'ala menolaknya dan mereka yang taat pada Allah Subhanahu wa ta'ala bersorak gembira tapi tak bagi mereka yang tak beriman lagi di hati mereka pada Allah Subhanahu wa ta'ala karena menolak permintaan mereka. Bagi mereka Allah Subhanahu wa ta'ala bukanlah Tuhan mereka sembah karena keinginan tak dilaksanakan dan dikabulkan oleh sang Maha Esa.


Mereka marah lalu pergi ke rumah mereka dengan kemarahan yang membuncah di hati mereka, tepat saat mereka meninggalkan tempat itu mereka telah berdusta untuk pertama kali langit ditempat itu mendung kelabu .Hati mereka telah di baca oleh Tuhan pencipta mereka, tanpa mereka ketahui dan tanpa mereka tahu.


Dan Allah Subhanahu wa ta'ala berkata " Mereka akan binasa". kata Allah Subhanahu wa ta'ala dengan suara kecilnya yang sedih seperti di khianati untuk pertama kalinya dalam hidup yang singkat ini bersama makhluk ciptaannya tersebut.


#####


Lingling POV


"Huh, sungguh makhluk yang tak tau malu mereka itu, pasti sedih Allah, padahal mereka di beri kesempatan saat akan berjalan di pertemuan terakhir mengapa mereka tak mengambil peluang itu malah menambah marah Allah Subhanahu wa ta'ala, sungguh makhluk yang mengecewakan" kata Lingling ( Aulia).


"hahahahaha, apakah begitu menurutmu Aulia". kata sebuah suara jatuh setelah Aulia selesai kata-katanya.


" Hah, siapa?". kata Aulia bingung karena suara yang diawali oleh tawa yang sangat jernih dan hangat di seluruh penjuru tempat yang ditempatinya itu.


"Nanti kamu akan tau siapa saya, tapi tonton layar itu sampai selesai dan aku akan menjawab pertanyaan muncul di pikiranmu itu" kata suara itu jatuh lagi tapi tanpa menjawab pertanyaannya malah diperintahkan untuk melanjutkannya kegiatannya kembali.


"Ya, baiklah". kata Aulia (Lingling ) dengan hangat dan lembut di suaranya tanpa menyadari gumanan pelan dari arah belakangnya.

__ADS_1


" Kalian hampir sama" guman pelan suara itu, menghilang di ruang yang luas itu tanpa di dengar oleh Lingling di depannya.


__ADS_2