
Lingling kembali ke fokuskan semua perhatiannya ke depan tepat di layar tanpa tau apa yang dilewatkannya barusan di belakangnya.
Layar itu terus berjalan-berjalan tentang Makhluk yang marah pada sang pencipta mereka karena tak di penuhi untuk pertama kalinya apa keinginan mereka itu. Menurut mereka itu hanyalah sebuah permintaan kecil bagi mereka. Tanpa tau kesalahan yang dianggap kecil ini akan membuat mereka menyesal sampai ke tulang nadi mereka nanti.
Tapi mereka telah buta, apa yang mereka katakan kecil itu adalah besar bagi Allah dan para hambanya yang beriman serta bertakwa pada Allah Subhanahu wa ta'ala kala itu.
Karena Allah sangat mengistimewakan Asa karena ada sebab dan alasannya. Tapi hanya Allah sendiri yang tau akan hal dan rencananya ini.
Mereka marah mereka ingin menjatuhkan Allah Subhanahu wa ta'ala karena tak memberikan keindahan langit yaitu Asa kepada mereka.
Mereka marah dan lupa diri padahal tuhan mereka yang menciptakan mereka adalah Allah Subhanahu wa ta'ala. Bila Ia berkata binasa maka mereka akan binasa tapi pikiran dan akal mereka telah di kendalikan dan di tutup oleh nafsu mereka yang ingin memiliki Asa yang kecantikan pertama di langit kala itu.
Padahal Asa yang diminta pun tak akan mau pada mereka karena ia tak akan menerima siapapun tanpa ridho Allah Subhanahu wa ta'ala kala itu. Karena Ia tau betul bila dirinya adalah milik Allah, hatinya pikirannya dan jiwanya semuanya adalah milik Allah Subhanahu wa ta'ala. Ia tau betul akan hal itu maka ia tak akan mengingkarinya.
Para makhluk yang tak beriman itu berdiskusi di salah satu rumah makhluk yang di sebut ketua An, semua berkumpul dan membahas masalah yang mereka inginkan yaitu keinginan untuk memiliki Asa sang kecantikan langit pertama yang tak ada bandingannya kala itu.
Beberapa hari sebelum perundingan dan diskusi para makhluk Allah yang ingkar itu, para makhluk Allah yang taat telah di pindah kan oleh Allah ke langit yang lebih tinggi tingkatannya dan lebih lebar tingkatannya yang telah di berikan rumah juga untuk mereka, mereka di langit tertinggi bisa melihat mereka yang di bawah tapi mereka yang di langit bawah tak bisa melihat mereka yang di langit lebih tinggi dari mereka karena ini adalah salah satu hukum yang di tentukan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.
Asa pun juga ikuti ke langit lebih tinggi tingkatannya atas perintah Allah Subhanahu wa ta'ala.
Allah mengumpulkan mereka yang beriman dan bertakwa padanya, untuk menyaksikan hukuman akan mereka yang berdusta.
Setelah pengumpulan itu, mereka yang berdusta tak mengetahuinya bila mereka telah berada di ujung tombak karena kesombongan dan kekafiran di hati mereka akan sesuatu yang sangat di dambakan mereka tanpa menyadari batasan diri mereka sendiri.
Ruang yang mereka tempati berubah menjadi bara api yang membara mereka dan setelah itu membakar mereka, mereka melolong dan meminta pada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk menolong mereka akan tetapi di hati mereka sudah tak beriman dan bertakwa mereka pada Allah Subhanahu wa ta'ala kala itu, sesudah mereka mati di telan oleh api yang menghanguskan mereka sampai mereka binasa. Allah hanya berkata binasa mereka maka binasa mereka semua.
Makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa ta'ala yang bertakwa pun melihat secara langsung, tapi mereka terdiam, karena begitu singkat kah kehidupan mereka bila mereka ingkar padanya.
Asa pun menangis tapi secepatnya dia berbalik dan pergi ke rumah yang dibuat oleh Allah untuknya, yang di dalamnya di berikan pelayan- pelayan, tak seperti sebelum yang hanya ia sendiri yang melakukan semua pekerjaan untuk hidup.
__ADS_1
Walaupun ia lega karena yang ingkar pada Allah Subhanahu wa ta'ala telah binasa tapi kekhawatirannya akan masa depan semakin tak terkendali, karena bila Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan makhluk- makhluk yang lain lagi, ia takut bila hal serupa pun terjadi.
Ia tak ingin di jadikan asal untuk mereka menentang tuhan Allah Subhanahu wa ta'ala yang hanya Ia(Allah ) yang pantas di sembah. Semoga kekhawatiran ini hanya sebagian dari perasaan yang di timbulkan akan kegelisahannya saja dan tak berdampak pada masa yang akan datang.
Tak ada satupun makhluk yang bisa mengetahui secara pasti kapan itu sesuatu terjadi mutlak atas semua hal dalam hidup kecuali Sang pencipta Allah Wajallah , Tuhan yang Maha Esa.
#####
Waktu bergulir dengan kecepatan yang lambat tapi pasti
Ada perjamuan di hari ini, seluruh penghuni langit sedang berkumpul.
"Ada apakah ini, sehingga kami di kumpulkan disini?". tanya seorang anggota di kelompok itu.
" kami pun tak tau, tapi kami mematuhi permintaan tuhan kami, Allah ". kata seseorang di baris samping yang bertanya dengan kelompok mereka.
" kami pun tak tau, tapi tuhan kami pasti akan memberitahu kami nanti". kata seseorang lagi di baris tengah yang sedang datang dari pintu kanan tempat perjamuan di adakan.
" Apakah kecantikan sudah datang?" tanya seseorang di tengah barisan itu.
"Belum , mungkin sebentar lagi". jawab seseorang makhluk di bagian belakang perjamuan itu.
Di pintu masuk bagian tengah terbuka dan melihatkan Seseorang dengan pakaian tertutup serta cadarnya yang panjang dan hijab yang panjang semuanya berwarna putih bersih di badan tersebut, kedatangannya di sambut oleh semuanya dengan gembira karena kecantikan langit pertama telah datang ke perjamuan.
Ini termasuk hal yang baik karena jarang sekali ia akan datang ke perjamuan bila itu bukan masalah penting terkait hal yang dapat membuatnya penasaran atau karena Allah memintanya.
Bau yang harum menerpa segala penjuru perjamuan yang tempat perjamuan di membentuk lingkaran yang sangat besar dan di depan mereka ada singahsana yang indah dan tinggi milik Allah Swt.
" Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatu, ya semua Makhluk Allah Subhanahu wa ta'ala ". salam Sang kecantikan pada semua makhluk yang hadir di sana yang di temani oleh 7 pelayannya dengan semuanya berpakaian tertutup dan bercadar serta berhijab panjang tapi mereka berwarna abu-abu muda.
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh, Wahai kecantikan langit pertama milik Allah Subhanahu wa ta'ala". kata seluruh makhluk di sana yang serempak menjawab sang kecantikan langit pertama itu dengan nada sopan dan hangat mereka.
Mereka tak pernah berselisih sejak mereka yang ingkar dibinasakan, ke dalam lahar api yang membinasakan sebagian dari mereka. Yang telah keluar dari rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala kala itu.
Itu adalah gambaran nyata yang tak mereka lupa sampai hayat mereka kelak, seberapa mudahnya Allah membinasakan dan membuat sesuatu yang diinginkannya atau tidak diinginkannya, maka mereka memilih untuk taat dan mencari ridho Allah Subhanahu wa ta'ala melalui doa dan keimanan serta ibadah mereka pada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Mereka semua rukun dan berbincang-bincang dalam sebuah percakapan dan pertukaran informasi yang mereka pelajari dengan senang hati .
Sampai kedatang Sang Pencipta mereka tiba
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sang Maha Esa, Allah Subhanahu wa ta'ala". kata Mereka serempak dan bersujud pada Allah Subhanahu wa ta'ala bahagia dan ceria.
" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, hamba-hamba-Ku". kata Allah Subhanahu wa ta'ala kepada makhluknya. lalu keheningan mutlak pun terjadi sana.
"Saya ingin menciptakan berapa jenis makhluk baru untuk penghuni langit di sini" . kata Allah Subhanahu wa ta'ala kepada mereka para makhluknya, mereka para makhluknya yang masih bersujud lalu berseru kecuali berapa yang terdiam di antarannya Asa.
"Ya tuhan kami Allah Subhanahu wa ta'ala, Benarkah apa yang kami dengar ini" kata salah satu ketua di baris belakang perjamuan.
"Ya itu benar". Allah menjawabnya.
" Tuhan kami Allah Subhanahu wa ta'ala, Bagaimana nanti bila mereka akan seperti beberapa kaum yang sebelumnya yang ingkar padamu". kata mereka di kanan dan kiri perjamuan itu kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Saya yang mengetahui apa yang tidak kamu ketahui wahai hambaku" jawab Allah membungkam mereka yang bertanya.
"Allah Akbar, Kami mendengarkan, kami melihat dan kami mematuhi apa yang Engkau katakan wahai Tuhan kami Allah Subhanahu wa ta'ala yang Maha Esa" jawab Asa dan berapa diantaranya yang tadi terdiam di awal pertanyaan itu.
Setelah selesai perjamuan itu, mereka di bubarkan, dan berapa hari kemudian , mereka sekali lagi di panggil untuk melihat Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan makhluk baru yang akan tinggal bersama mereka di langit ini.
Terciptalah berapa makhluk Allah yang lebih baik dan taat pada Allah Subhanahu wa ta'ala kala itu. Mereka di ajarkan sama seperti Makhluk yang sebelumnya tapi lebih banyak dan membuat cemburu sebagian makhluk lama, tapi tak berselang lama karena Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan sekali lagi Makhluk yang laginya di depan makhluk yang baru itu yang menjadi mereka juga tau bila Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan makhluk-makhluknya hanya untuk taat dan beriman serta takwa kepadanya Seorang saja.
__ADS_1
Itu terus bergulir sampai langit itu pun ramai dengan hampir semua jenis makhluk yang di ciptakan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.