
Tidak ada yang tahu takdir dan keajaiban akan datang tapi semua orang tahu bila keberuntungan selalu memihak orang yang ada di dekatnya dengan benang merah setiap keajaiban.
Semua telah terjadi dan tanpa di sadari operasi memakan waktu 2 jam yang melelahkan, Yang Ling Ya tidak tahu bila langkah pertama yang ia buat hari ini akan menuntutnya ke ikatan yang belum pernah ia pikiran sebelumnya.
"Selesai". Yang Ling Ya dengan gembira berkata semua selesai dengan baik operasinya.
" Nona, apa selanjutnya yang harus kita lakukan " Al berkata sambil membalut semua luka di kaki
"Ya nona, sekarang kita harus bagaimana? ". Bi Ulya menoleh kepalanya ke arah Yang Ling Ya yang tengah menyuntik infus.
" Kita biarkan di sini saja, dari arah jam 10 akan datang orang kemari". Ucap ringan Yang Ling Ya pada keduanya yang terkejut dan ahok mendengarkan perkataan nona mereka ini.
"Nona mari kita pergi sekarang, operasi telah berhasil dan semua jejak telah saya hilangkan, video di mobil telah saya hapus untuk bagian kita"Al berkata dengan berjalan cepat ke arah Yang Ling Ya, Al menimpali dengan cepat setelah selesai membalut, bergegas ke arah mobil menghapus sebagian video yang menampilkan mereka terutama nona mereka. 'harus di hapus' batin Al tak suka nona mereka di perhatikan dan menimbulkan kecurigaan berlebih.
"Iya nona, kita harus pergi segera, benar apa yang di katakan oleh Al nona". Bi Ulya mengeluarkan pendapat tentang situasi saat ini, bisa-bisa mereka di curiga menjadi pembunuh.
" Baiklah, bereskan semuanya dan kembali ke mobil, saya yang akan membalut luka di bagian dadanya" Yang Ling Ya berucap tegas dan santai kepada mereka di saat mereka panik akan situasi sekarang.
Dengan cepat keduanya membereskan peralatan dan membersihkan jejak mereka, Yang Ling Ya sekali lagi berucap "pemuda tampan yang malang" ucap pelannya sambil membalut luka di dada sebelah kiri yang cukup dalam dan jahitan yang banyak, hampir saja nyawanya tidak selamat karena banyak darah yang keluar dan kurang 2 cm peluru itu akan menembus jantungnya. Penjahat ini benar-benar menghitungnya dengan pasti, luka yang mengerikan semoga anda tidak trauma kedepannya. Doa hati Yang Ling Ya untuk pemuda yang telah ia tolong dan tidak tahu namanya ini.
Tangan kiri mencari perban, tangan kanan mencari kait, tapi yang di dapatkannya cuma kait di tangan kanannya.
Menoleh ke arah kedua pelayannya, yang tengah sibuk berkemas
"Al, Bi Ulya masih ada perban tidak".Ucap keras Yang Ling Ya Keras untuk di dengarkan mereka.
" Nona, Semua telah saya taruh di sana nona". Jawab Bi Ulya dengan keras untuk di dengarkan oleh nonanya yang sedikit jauh di sana.
__ADS_1
Al yang mendengar mereka bergegas kearah bagasi mereka, setelah mengobrak-abrik semuanya tidak ada banyak hal di sana apalagi perban yang di minta oleh nona mereka di sana.
Yang Ling Ya melihat sekilas situasi, mulai berpikir cara apa yang harus dilakukannya sekarang.
"Nona tidak ada lagi perban di bagasi kita sekarang ini" Jawab Al dengan keras dari arah bagasi mobil mereka saat ini.
Yang Ling Ya mengambil sarung tangan dari kedua tangannya, mengambil tisu basah untuk menghapus noda di tangannya, kemudian mengangkat tangan kearah atas kepala mengambil ikatan cadar, ia lepaskan ikatan cadar itu terlepas sudah, terlihat wajah cantik yang menawan, indah dan luar biasa bagi siapa saja yang menatapnya sekarang, keindahan yang visualnya tak main-main.
Al yang kebetulan menoleh kearah nonanya terkejut dan segera berlari ke sana.
Bi Ulya yang telah menyelesaikan semuanya kemudian melihat Al berlari dengan arah nona mereka pun mengalihkan pandangan ke arah nona mereka, ia pun terkejut nona mereka membuka cadarnya dan telah memperlihatkan semua bentuk wajahnya saat ini.
Bi Ulya tanpa pikir dua kali lalu berlari ke arah nona mereka segera mungkin sebelum otaknya kembali dari rasa terkejutnya.
Yang Ling Ya yang tidak memperhatikan sekitar karena mulai membalut luka kembali tidak menyadari ada Helikopter di arah jam 4 menuju ke sana. Bunga-Bunga sakura berjatuhan ke bawah pohan tertiup angin yang berhembus lembut diantara oksigen dan ranting-ranting pohon sakura mengugurkan mereka dengan cara alam berproses.
"Atur dulu nafas kalian, nanti saya jelaskan di mobil" Yang Ling Ya berkata kepada mereka berdua dengan ringan, mata menyempit melihat ke arah jam 4 lalu ke arah jam 10, merasakan itu bukan musuh jadi ia menghela nafas lalu tersenyum tipis.
Yang Ling Ya, menepuk tangan lalu memakai sarung tangan dokter lagi kemudian melangkah mendekat ke arah leher pemuda, mengeluarkan sutikkan dari tas di dalam hijab lalu menyuntikkan ke nasi yang tersalur dengan cepat ke arah jantung dan hati. Untuk mencegah hal yang tidak terduga ia mengambil obat yang tidak seharusnya di keluarkan pada saat ini, tapi untuk menolong orang, jangan melakukan setengah-setengah.
Yang Ling Ya dengan cepat membersihkan semuanya lalu berbalik ke belakang kearah kedua pelayannya yang telah melihat dengan linglung.
"Al angkat dan pindahkan ia ke dalam mobilnya kembali, Bi Ulya berikan kotak warna emas dan hitam dari mobil kita ke bagasinya sekarang, kita tidak memiliki waktu lagi, saya yang akan membereskan ini, cepatlah". Ucap Yang Ling Ya sebelum mereka membuka mulut untuk bertanya hal yang ingin mereka ketahui.
" Baik Nona" . tanpa berbicara hal di hati mereka dengan serentak menjawab untuk melaksanakan tugasnya sekarang ini tanpa memikirkan pertanyaan yang akan mereka tanyakan tadi.
Nona pasti memiliki banyak hal yang akan di jelaskan nanti mungkin saat ini ia tidak bisa karena masalah waktu.
__ADS_1
Iya, masalah waktu, saya yakin pemuda yang mereka tolong ini bukan pemuda sembarangan karena aura di sekitarnya saat megah dan indah. Pasti orang kaya atau bangsawan muda. Poor Bi Ulya.
Pikiran Al sangat terganggu dengan banyak kejutan dari nona mereka saat ini. Mengapa aku merasakan gelisah yang belum pernah saya rasakan sebelumnya karena hal sepele seperti ini.
∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆
∆∆∆∆∆∆∆∆∆
∆∆∆∆∆
Dari arah jam 10
"Kapten bagaimana tua muda tertua kita di sini, padahal baru hari ini dia kembali dan seharusnya kita di perjalanan bandara bukan malah wilayah kecil ini". kata pemuda warna rambut coklat dan warna mata abu-abu, berkulit tan, berpakaian khusus seperti tentara negara.
" Diam Hong, sekarang bukanlah situasi untuk saling bertanya-tanya tapi situasi kita harus menyelamatkan tuan muda tertua kita sekarang, berani sekali mereka pada tuan muda kita karena dia baru kembali hari ini dan di serang ". Lu WI _ nama Tag yang melekat di seragam mereka menuju mereka adalah para pelayan bela diri dari suatu keluarga besar.
" Hah, tuan muda tertua diculik, bagaimana bisa hal ini menimpanya saat dia baru kembali ke negara asalnya". kata salah satu di antara 25 orang yang ada di mobil besar sekarang ini.
"Yan, cepatlah dalam menyetir " kata salah satu di antara yang berwajah paling suram dan ganas dengan nada keras dan kasar.
"Baik ketua Ming". kata Yan sang Supir menimpali sekarang ini.
" Berisik kalian semua diam untukku sekarang, Prioritas kita adalah Tuan Muda Tertua kita harus selamat bila tidak kita yang akan mati di tangan Master Tan". Kata Wakil Tetua Mu yang menahan kesal pada anggota mereka yang berisik ini.
Mereka terdiam setelah mendengarkan suara Wakil Tetua Mu pada saat ini. Wakil ketua benar bila mereka gagal misi ini mungkin mereka yang akan di hilangkan atau di kuburan bersama jasad Tuan Muda Tertua mereka saat itu.
Mobil Box besar menuju ke arah sinyal yang di terima dengan cepat.
__ADS_1