Step Of Destiny From Mother

Step Of Destiny From Mother
Bab 22 Pertemuan Takdir


__ADS_3

Citttt.....


Suara Ban berhenti yang bergesekan dengan aspal jalan.


Berapa saat keluar seorang pemuda dari Co-pilot dan di bagian belakang kursi dua orang keluar dari arah belakang mobil hitam legam bercorak lambang bunga merah di sisi kiri mobil, keluar dua wanita berpakaian Muslim dan bercadar.


" Nona tolong biarkan saya yang memeriksanya". Al maju ke depan berapa langkah untuk mencegah Nonanya melangkah lebih dulu.


"Tidak kamu dengan Bi Ulya tolong bawakan seluruh obat dan alat operasi sekarang kesini dari mobil kita". ucap Yang Ling Ya kepada Al yang bersikeras untuk menghalangi jalannya.


"Nona" dengan tatapan khawatir Bi Ulya dan Ekspresi cemas Al dikeduannya membuat Yang Ling Ya menghela nafas dibalik cadarnya.


"Tolong, bergegaslah, Sekarang". kata tegas yang diucapkan Yang Ling Ya kepada mereka membuat mereka terkejut karena jarang nona mereka bersikap seperti ini, ini artinya situasi yang ada kaitannya dengan takdir nona itulah pikiran keduanya dalam saat bersamaan.


" Baik nona kami laksanakan ". balas keduanya dengan cepat lalu berjalan cepat untuk menyelesaikan tugas mereka.


'Nona jarang bersikap seperti ini, ini menunjukkan bahwa pertemuan ini bukan hanya kebetulan dan pasti akan ada lagi perjumpaan di masa depan''batin Bi Ulya di dalam benaknya dengan langkah cepat untuk melaksanakan tugasnya.


'Nona jarang menunjukkan sikap seperti ini kecuali ada nyawa yang hampir hilang seperti 2 tahun lalu dan setahun lalu. Nona saya harap anda bisa menolong orang ini agar ada tidak seperti tahun-tahun itu'batin Al yang masih merasa kenangan buruk itu di tahun-tahun sebelumnya.


'"Bismillah,Allah Lindungi saya untuk segala hal yang saya ingin menolong mereka dan membuat hiduplah mereka yang saya bantu dan tolong hanya kepadamu saya meminta dan hanya kepada-Mulah saya meminta pertolongan di dalam hidup ini' di dalam hati ia berdoa kepada Sang Pencipta Alam Semesta untuk segala kehendak yang ingin Yang Ling Ya lakukan dalam hidup ini.


Dengan langkah pasti dan cepat dalam berjalan Yang Ling Ya terus menuju mobil yang sedang terparkir di sisi jalan di bawah pohon sakura yang indah, tapi tidak dengan di bawah pohon yang telah banyak darah dan beras pertarungan yang cukup parah untuk bumi ini.


Beberapa langkah membuka mobil berwarna hitam legam semua dengan marek yang tidak Ia ketahui jenisnya ini, sedikit ragu-ragu tapi akhirnya tetap Yang Ling Ya buka


Cleg


Husss(suara angin) masuk ke dalam mobil


bau anyir dari darah terhembus keluar memenuhi indera penciumannya.

__ADS_1


Terlihat seorang pemuda yang bagian kepala berdarah, lengannya tersayat dan tertembak, di sisi kiri mendekati jantung darah keluar dari luka tertembak, di bagian tubuh legam-legam yang keunguan dan biru yang tampak jelas di antara bagian di luar pakaiannya, kaki sebelah kiri terluka anak panah beracun yang sudah hampir bersarang ke pembuluh darahnya, Yang Ling Ya yang melihatnya tidak tahu seberapa banyak pertarungan dan sebanyak apa hal yang terjadi di pertarungan ini tapi dilihat dari semua luka pasti bukanlah pertarungan biasa dan pasti dia sendiri dan dikeroyok saat itu.


Yang Ling Ya menduga bila ia dibiarkan seperti ini karena racun dan luka-lukanya itu agar mati di sini, pasti pelakunya memiliki dendam yang sangat dalam, pemuda di depannya ini baru berumur kira- kira 19-20an tahun bagaimana mereka bisa sekejam ini kepadanya.


Dengan cepat Yang Ling Ya mengambil suntikan yang berisi penawar segala racun di dalam tas yang tertutup oleh hijabnya dan menyuntikkannya kedalam tubuh sang pemuda, Racun yang hampir menyerang kedalam tubuh pemuda itu perlahan tapi pasti mulai memudar dan beberapa luka legam mulai memudar dengan perlahan.


" Nona obatnya telah saya bawakan".ucap Bi Ulya yang berjalan menghampirinya di susul oleh Allah yang telah memarkirkan mobil mereka tak jauh dari tempat kejadian ini di sisi jalan.


"Tolong Al, angkat pemuda di dalam mobil keluar untuk saya operasi sekarang". Ucap Yang Ling Ya kepada Al yang telah ada di belakangnya dengan memutar lehernya kebelakang menatap Al yang baru sampai dan terkejut dengan apa yang dia lihat di depannya, seorang yang terluka sana sini di dalam mobil bagus di depannya, darah ada di mana-mana, dan nonanya telah melihatnya.


"Baik nona, saya baringkan dia dimana nona? ". suara Al yang diakhiri pertanyaan diakhir kalimatnya


" Tolong di baringkan dibawah bunga sakura di sana" Yang Ling Ya menyahut dengan cepat dan menunjukan ke pohon sakura di sisi depan mereka di dekat pembatas jalan di dekat tebing.


"Nona, saya telah membawakan semua alat operasi dan perlengkapan operasinya ". Bi Ulya berkata di samping nonanya yang tengah melepaskan sarung tangan hitamnya untuk di gantikan sarung tangan operasi.


" Tolong atur di sana Bi Ulya, saya akan menggantikan ini dulu".kata Yang Ling Ya kepada Bi Ulya sambil mengangkat sepasang sarung tangan di kedua tangannya keatas seperti posisi berdoa.


Meletakan dan menyusunnya sesuai urutan dan sesuai dengan banyak hal alat-alat dan perlengkapan operasi profesional untuk membantu pemuda itu untuk hidup, sambil menata dan menyusun Bi Ulya memperhatikan pemuda yang tengah berbaring dan di bersihkan seluruh area yang akan di operasi oleh nona mereka. Pemuda yang malang umur hanya terpaut berapa tahun sama nona mereka tapi telah menerima kemalangan yang parah, semoga dia tidak mengalami trauma Ya Allah. Aamiin.


"Ya Allah lancarkanlah operasi yang saya lakukan untuknya hari ini agar Ia kedepannya menjalani kehidupan yang baik dan indah, Aamiin".Doa yang diucapkan Yang Ling Ya terhembus terbawa angin,tertiup kearah utara dunia. Mulai berjalan pelan tapi pasti untuk melakukan operasi lagi setelah berapa saat dia tidak melakukan karena kesibukannya di laboratoriumnya.


"Pemuda yang tampan" ucap pelan Al yang tengah membersihkan dan merawat luka-luka dan mengambil panah serta meperban bagian yang luka riangan di tubuh pemuda ini.


"Sudah selesai nona persiapannya". kata Bi Ulya yang telah selesai menyiapkan dan menggunakan pakaiannya perawat kepada nona mereka yang telah mengganti dan memakai berapa pakaian untuk operasi ini. Yang Ling Ya mengangguk kepada Bi Ulya yang tersenyum di balik cadarnya.


" Sudah selesai Al". Al yang berjalan mendekati mereka dengan mendorong meja operasi otomatis yang sering mereka bawa di mobil mereka untuk jaga-jaga bila terjadi sesuatu kepada siapapun itu yang butuh pertolongan.


"Nona sudah selesai, mari kita mengoperasinya sekarang sebelum ia kehabisan darahnya". Kata Al kepada nona muda mereka.


" Baik, lakukan yang terbaik untuk ini". Kata Yang Ling Ya menyemangati mereka

__ADS_1


"Mari kita lakukan yang terbaik".Bi Ulya menimpali dengan penuh semangat.


#########


######


####


##


" Bagaimana apa kalian telah membunuhnya? " kata seseorang yang menelepon kepada pihak lain di sisi lainnya.


"kami telah melakukan sesuai rencana kita sebelum, tapi kami hampir gagal tapi dengan racun kami berhasil membunuh tuan, disana jarang orang yang melewati daerah ini, adapun sudah terlambat sebab racun bila tidak di atasi dalam 2 jam akan membunuhnya dan jalan itu dengan rumah sakit kira-kira memakan waktu sekitar 3 jam, sebelum sampai mereka akan kehilangan nyawanya, hahahahahaha ".kata seorang yang terdengar jahat dan ceria di dalam suara yang lengket dan suram.


"Sudah Master, Dia tidak akan selamat kecuali malaikat turun dari langit"kata seorang yang bersuara keras dan tegas.


" Benar kata Tetua dan Wakil tetua Master, tidak akan ada yang bisa menolong mereka kecuali malaikat itu benar-benar turun dari surga sekarang Master ". kata salah satu anggota yang benada menjengkelkan dan santrik.


" Itu benar Master, Ia telah mati sekarang, hahahaha "kata banyak orang yang bercampur dengan tawa di akhir kalimatnya. Mendengarkan mereka semua optimis dengan ini pasti berhasil dengan indah, senyum di ujung bibir terukir dengan indah.


"Bagus, kalian akan mendapatkan bonus untuk ini, Hahahahaah hahahahha".kata suara yang serak dan besar terdengar seperti laki-laki paruh baya yang telah mengalami banyak pasang surut dunia ini dengan tawa di akhir kalimatnya karena berhasil membunuh keturunan musuh bebuyutan.


"Aku akan mentransfer sisanya kepada kalian segera bersama bonusnya" setelah mengatakan itu dia mematikan teleponnya.


Klik


Menaruhnya di atas meja tidur sebelah kiri.


"Saya pernah kehilangan semua hal karenamu sekarang bagaimana rasanya kamu kehilangan Cucu paling kamu sayang, pasti kamu hancur Tan Lang, rasa dendam ini telah saya rasakan selama bertahun-tahun kamu akan merasakannya, uhuk, uhuk, uhuk, sialan" Kata-kata yang penuh kebencian yang di tunjukkan kepada orang yang bernama Tan Lang di kamar yang gelap tidak ada lampu yang ada di ruang itu menambah kesan horor dan misteri bagi yang melihat kedalamnya.


"uhuk, uhuk, uhuk, Dendam ini telah saya bawa selama bertahun-tahun karenamu aku hidup seperti ini, sekarang rasakan apa yang saya rasakan selama hidup ini, cucumu yang paling baik mati di tangan saya, tapi kamu tidak tahu, hahahahahaha, uhuk, uhuk, uhuk, penyakit sialan. Bila waktu saya masih banyak saya akan membunuhmu dan semua keturunanmu bukan hanya satu saja, tapi berterimakasihlah karena waktu saya hampir habis saya hanya mengambil cucu yang paling kamu cintai dalam hidup ini Tan Lang".' Seperti kamu yang mengambil dia membunuhnya secara perlahan Tan Lang Manusia berhati dingin, Yan Lung, mari bertemu nanti di surga, cintaku'

__ADS_1


__ADS_2