Step Of Destiny From Mother

Step Of Destiny From Mother
Episode 9 Pertemuan yang telah tertulis


__ADS_3

seberkas cahaya putih menghilang, meninggalkan seseorang gadis kecil berusia 4 tahun yang sangat cantik di kalangan kaum hawa diwaktu ini, di sebuah hutan yang dekat dengan pemukiman penduduk yang tinggal di sekitar tempat itu tertidur damai kearah barat di hutan yang banyak sekali hewan-hewan berkeliaran yang kesana-kemari, tapi setelah sosok itu hadir hewan-hewan itu tak ada yang berlari-lari tapi semuanya mulai mendekati sosok yang tengah terbaring dalam tidur, mereka menyadari dan tau bila anak di depan mereka tidak seperti anak manusia biasanya, sangat istimewa dan auranya sangat memikat mereka untuk mendekat dan berjaga di sampingnya, mereka mulai berjaga dan melindungi anak yang masih tidur itu tanpa tau apa yang terjadi di sekitarnya, yang para hewan termasuk raja para bintang pun hadir dan berdiri di sebelah kanan dirinya.


Tap Tap Tap Tap


suara berjalan kaki seseorang yang menuju ke arah sosok yang sedang tertidur dengan nyaman tanpa menyadari bila ia dalam hutan tanpa tau bertuan atau tidak.


" Astaqfirlullah ya Allah, siapa ini ditempat seperti ini tertidur atau pingsan?" ucapan terkejut dari seseorang yang baru saja mendekati Lingling yang terbaring di tengah hutan dengan para binatang yang telah bersembunyi di dalam semak-semak sekitar Sang nona muda yang masih pingsan di sana. Mengintai apakah dia menggangu sang nona muda yang tengah tidur nyeyaknya, bila dia berani melukai sang nona, hah sang nona, iya di hati para binatang dan raja hutan , Lingling adalah nona muda yang perlu di lindungi dan dicintai, tanpa tau bila nona muda mereka tak tau akan hal itu.


"Ya Allah, sungguh cantik sekali anak ini, aku baru melihat anak yang cantik dan indah sampai kehati hari ini ya robb, Alhamdulillah Wajjallah". kata seorang wanita paruh baya yang cantik dengan tubuhnya berbalut pakaian muslim dan berhijab berwarna coklat tua di seluruh tubuhnya, tengah mendekati Lingling yang tak sadar diri di hutan tempat ia akan mencari kayu bakar.


" Aku harus menolong anak ini firasatku mengatakan akan menjadi anak liar biasa dimasa depannya dan aku akan mengajarinya agama islam kepadanya , Allahhuakbar". kata bibi yang ingin menolong Lingling dari tidur nyeyaknya, dengan menggendongnya di depan tubuhnya seperti bayi kecil yang baru berumur 1 tahun. 'anak yang indah kenapa sampai di perbatasan negara yang sedang perang dinding bila saja yang menemukanmu bukan orang baik bagaimana sayang, mungkin Allah Subhanahu wa ta'ala telah mengatur ini semuanya untukku yang tak memiliki anak, terimakasih Ya Robb pemilik Alam Semesta dan Setiap Jiwa'. batin bibi yang tengah senang dan penuh syukur di hatinya karena bertemu anak yang sangat indah, ini pertama kalinya ia bertemu anak yang sangat indah di hati dan matanya , sungguh ia sangat beruntung mendapatkannya. Tanpa bibi itu sadari ia di intai dan dipandangi oleh seluruh makhluk yang ada di dunia manusia dan dunia ghaib karena mengambil anak yang sangat ingin mereka miliki untuk diri mereka sendiri itu.


#########


Dunia Ghaib


Seluruh kota dan negara di dunia ghaib telah kacau karena seorang manusia, dan para wanita dari bangsa-bangsa ghaib telah menangis dan tertawa antara bahagia dan kecewa, para laki-laki tengah menangis dan gusar karena setelah cahaya putih membersihkan seluruh negeri , ada gambar di langit dunia mereka seorang wanita cantik yang bercadar dan berhijab di seluruh langit sampai penuh dengan gambarnya bertanda *saya kembali* . Wujud seseorang yang dulu di cintai dan disayangi oleh seluruh makhluk di dunia dan di alam semesta serta surga, kini telah datang sekali lagi untuk mereka yang telah lama tak bahagia dan nyaman di hati dan pikiran karena rasa kehilangan dan kesepian yang menyakitkan di hati mereka . Ia yang telah lama pergi tak ingin kembali kini wujud yang sama dengannya tiba-tiba muncul dan menghilang tanpa permisi membuat mereka bahagia dan sekaligus kecewa karena ia dilahirkan untuk bangsa manusia yang mereka benci sampai sum-sum tulang mereka karena leluhurnya leluhur mereka di lempar ke dunia , setelah mereka menguasai dunia mereka ditikam sekali lagi untuk meninggalkan bumi yang mulai mereka cintai untuk mereka Adam dan hawa dan keturunannya. Sungguh itu adalah penghinaan terbesar di wajah dan hati mereka, dendam yang telah ada bertambah dendam yang baru di taburkan sungguh berapi-api jiwa ini ingin membalasnya, hingga semuanya merasakan bagaimana mereka termakan dendam itu. Mereka akan menyesatkan manusia untuk ikut ke neraka bersama mereka dan kelak di dalamnya bersama mereka itu adalah janji turun menurun leluhur mereka untuk diri sendiri dan keturunan mereka.


Kecantikan yang pernah menjungkirbalikkan hati para penguasa dan raja di dunia dan dunia ghaib sekali lagi telah datang di dunia ini tak bersembunyi di langit, hati para rakyat resah karena akan ada perang lagi seperti sebelumnya perang untuk merebutkan sang kecantikkan yang hanya satu orang saja yang dapat memilikinya lainnya akan bersedih dan hidup tapi mati itulah yang akan terjadi untuk sekali lagi, karena kecantikannya akan mengundang banyak hal baik dan buruk ingin memilikinya.

__ADS_1


Cerita yang tak pernah di ceritakan pun akan terulang untuk jadi sejarah yang mengagumkan, luar biasa yang akan tertulis dan masih ada sampai hari akhir tiba.


#####


Di sebuah rumah sederhana di dekat hutan yang kemarin ditemukannya Lingling di bagian ujung hutan dekat pemukiman penduduk, berdiri seorang wanita paruh baya yang kemarin yang sedang berbincang pada seseorang pemuda yang sudah berusia 20-an yang tengah memegang kotak kayu yang seukuran tempat sepatu yang sering kita gunakan.


"Bibi ana, ini obat-obatan yang bibi minta saya belikan untuk bibi kemarin" kata seorang pemuda muda yang tengah menyerahkan kota hitam pada bibi yang di panggil ana barusan oleh pemuda itu.


"Terimakasih arfi, telah mengantarkan pesanan bibi, ini uangnya" jawab ana pada arfi yang telah menerima uang darinya.


"Sama-sama bik, lain kali pesan lagi ya bik. Semua persediaan obatnya masih ada dan ada juga yang baru datang hari ini". ucap arfi pada ana yang tengah memilah-milah obatan-obatan di kotak kayu hitam di tangannya dengan wajah serius dan tajamnya.


" Insya Allah, arfi lain kali bibi akan order lagi padamu, sekali lagi terimakasih arfi sudah diantarkan juga". ucap ana pada arfi sopan.


"Tak pa pa fi, bibi juga sibuk berapa waktu lalu untuk cari kayu bakar di hutan". jawab ana dan menjelaskan kesibukannya.


" bibi masih mencari kayu bakar di hutan? hati-hati bik jangan sampai ke wilayah timur yang dekat negara yang sedang perang dinding bik, bibi carinya di sekitar sini aja bik atau hutan rumahku bik, kayu bakar di sana banyak bik". kata arfi dengan penuh kekhawatiran di kedua matanya pada ana. Yah ana ini janda yang di tinggal anak dan suaminya meninggalkan karena perang 5 tahun yang lalu karena berebutan harta kekayaan islam di negeri mereka oleh musuh yang ingin merampas kekayaan negeri mereka.


"ah, Insya Allah nak arfi bibi baik-baik saja, bentar lagi bibi juga mau kembali ke negara bibi di turki setengah tahun lagi bibi kembali kemari lagi fi"beritahu ana pada arfi yang kini mulai mengungkapan wajah sedihnya

__ADS_1


" yah bibi mau berkunjung ke rumah ayah dan ibu bibi lagi ini kan belum 2 tahun bibi?" . tanya arfi pada ana yang tak biasanya kembali ke negaranya lebih cepat dari jadwalnya yang telah di tentukan itu.


"bibi ada urusan di negara bibi arfi" jawab ana cepat


"oh, pantas bibi meminta obat perjalanan juga, ternyata karena ini toh". kata arfi menjawab pertanyaannya sendiri.


" iya fi, nanti bibi nitip rumah ya dan kebun bibi padamu , nanti bibi berikan bayaran setelah bibi kembali lagi kesini". pinta ana pada arfi


"siap bik, seperti biasa" kata arfi sambil hormat kepada kapten kepada ana.


"ish, kamu ini,iya , cepat pulang nanti di cari bapak ibumu fi". suruh ana pada arfi yang masih berdiri di depannya


" oke bib, saya permisi dulu, Assalamu'alaikum bik". ucap arfi pad ana


"Wa'alaikumussalam arfi, hati-hati ya" jawab ana pada arfi yang tengah mengayuh sepedanya keluar halaman rumah ana


"iya bik" jawab arfi sambil mengayuh sepeda dan menoleh ke belakang pada ana yang masih berdiri di depan pintu sampai hilang arfi ke belokan.


' arfi cepat sekali dewasanya, nak kamu pasti sebesar arfi bila kamu masih di sini nak, ibu kangen nak padamu dan ayahmu. Semoga engkau dan ayahmu tenang di surganya Allah Subhanahu wa ta'ala ya nak'. batin ana mendo'akan anak dan suaminya yang telah tewas di medan perang 5 tahun yang lalu, sambil membuka pintu lalu masuk kedalam, ah dia ingat anak kecil yang ditolongnya apa sudah sadar, mari kita lihat.

__ADS_1


☄️☄️☄️☄️☄️


#####


__ADS_2