
🌻🌻🌻🌻🌻
Perjalanan pulang yang diiringi tawa dan keindahan kebersamaan yang jarang terjadi di dalam keluarga mereka karena kesibukan aktivitas mereka masing-masing sangatlah berarti bagi mereka untuk saat ini, waktu yang indah untuk keluarga kami, dan semoga terus seperti ini. 🌟
Deru mobil yang lancang membelah kesunyian tempat perumahan di sisi jalan kanan dan kiri tempat rumah besar dan indah berdiri berjajaran rapi dengan halaman yang luas untuk bermain bola sepak.
"Kakak belum pernah kembali dan berkunjung di rumah kita di China? hari ini pertama kalinya pasti kakak senangkan? " Yang Ali berkata kepada Kakak perempuanannya Yang Ling Ya sedang menatap luar jendela yang menampakkan keindahan pemandangan rumah-rumah besar setelah meninggal pusat keramaian kota dengan tatapan penasaran dan bersinar senang di matanya yang indah itu. Tak pernah ada hal seperti ini di tempatnya dulu sebab orang-orang di KhodimAllah sangatlah sederhana dan tak menampakkan dunia sebab itu rumah di sana tak sebesar di negeri tirai bambu ini.
" Ya Allah, tempat yang indah dan tempat pertama bidadarimu yang menemani nabi berjalan di sini, semoga Negeri ini di bebaskan dari kebinasaan dan kesesatan berlama-lama, Allah tuhanku yang Maha Baik, ampunilah kami dari segala hal di dunia dan tuntunlah kami ke jalanmu yang lurus. Tuhanku Allah yang Penyayang dan Pengasih cinta kami dan kembalikan kami dalam keadaan yang suci ke kehidupan berikutnya". Do'a Yang dalam bahasa Mandarin saat memandang langit malam yang cerah akan lampu kelap-kelip di malam hari yang indah.
#####
.
.
.
__ADS_1
.
.
Mobil berwarna hitam ini berhenti dengan kecepatan merendah saat akan tiba di sisi kanan rumah yang terlihat indah dan besar, gerbang putih yang menjulang tinggi terbuka secara otomatis oleh remote kontrol di tangan Yang Arfan. Perlahan tapi pasti mobil masuk ke dalam ke jalur mobil yang masih sedikit panjang untuk di lalui dengan berjalan kaki yang melelahkan.
Sesampainya ke depan rumah sudah ada pelayan yang berjajar rapi yang menyambut mereka datang baik perempuan dan pria yang menundukkan sedikit kepala mereka di kanan pelayan pria di kiri pelayan wanita.
Mobil berhenti tepat di antara kedua sisi pelayan tengah tengah pas dengan pintu masuk. Keluar satu-satu, pertama Yang Ali si tampan yang menawan dengan pakaian putih muslim dengan sorban di atas kepala, kedua Yang Arfan Si tampan yang memukau mata berpakaian hitam muslim pada dirinya tanpa sorban dengan potong rambut pendek yang karismatik, ketiga Yang Tang (Muhammad Uli Aliyah_ nama Arab Sang Ayah) Sang Ayah yang menawan di usia di pertengahan 30-40 berpakaian Muslim untuk pria coklat dengan sorban putih di kepalanya, Keempat Sang ibu Yang Sha yang cantik tapi di tutupi oleh cadar dengan pakaian putih di seluruh tumbuhnya hanya menampakan kedua matanya yang indah berwarna kuning kehijauan, warna mata ibunya berubah karena suatu kecelakaan saat mengandung si kembar saat kandung masih 4 bulan, yang di bukakan pintu oleh Yang Tang Sang Ayah dengan gentle tangan kanan menyambut tangan pasangan tangan kiri di atas pintu keluar Sang istrinya😘, Tak ada keraguan dalam pancaran matanya, yang membuat siapapun merasa mereka adalah pasangan yang harmonis. Ya harmonis dunia akhirat. Yang kelima dan terakhir adalah Yang Ling Ya perempuan yang akan keluar dari pintu kiri yang telah di bukakan oleh Yang Ali sama persis seperti yang di lakukan Sang Ayahnya pada Sang ibu. Yang berpakaian hitam dari atas kebawah dan cadar hitam yang menutupi wajah cantik dan rupawan nya dia, hanya terlihat mata almond coklat yang kehitaman di antaranya, pakaian wanita muslim yang tertutup adalah yang terbaik di dunia mampu di akhir. 😘🥰 semoga ini menjadi pakai saya kelak di dunia dan di akhirat ya Robbku yang baik, Aamiin.
"Selamat Datang Tuan, Nyonya dan Para Tuan muda" kembali serempak para pelayan menyambut kembalinya tuan rumah dalam menjemput nona muda mereka dari bandara terbesar di negeri ini.
"Yah, Terima kasih, Tolong barang dibakasi ke dalam kamar Lingling yang telah di siapkan". Yang Tang berbicara pada para pelayan pria dan wanita di sana. Intinya pria mengeluarkan dan membawakan ke sampai depan kamar dan terakhir para pelayan wanita datang untuk membawa ke dalam kamar dan membereskan semua ke tempatnya berada.
Setelah masuk dalam rumah yang besar dan mewah ini semua terasa baru kemarin ia kecil dan belum baligh sekarang sudah bertahun-tahun ia kembali ke rumah yang berbeda setiap berapa tahun ke depan sebab kedua adiknya akan bersekolah di sini dan ia juga ingin berkerja di sini dan berkembang di sini untuk berjaga-jaga 2 tahun cukuplah untuk memulai semuanya dan menguji semua skillnya yang belum sempat ia latih dan coba.
"Mari makan dan setelah itu kita sholat berjamaah sayang". Yang Sha berkata lembut pada Yang Ling Ya yang berjalan sebelahan dengannya dan bergandengan tangan diantara keduanya.
__ADS_1
"Baik Umi, Mari". Yang Ling Ya menjawab dengan sopan dan baik serta senyum yang bisa di lihat dari matanya kecilnya yang menyempit walupun mengunakan cadar.
" Yah, Ayo Umi, Kak, Ali dan Abi" Kata Yang Arfan dengan berjalan didepan semua orang lebih dulu dengan wajah cerah dan bahagia, yang membuat wajahnya berseri-seri.
"Ayo, Ayo kita ke sana sekarang pasti Nuna kita ini lapar habis perjalanan jauh". kata Yang Ali dengan semangatnya mendekat ke Yang Ling Ya yang sedang berjalan dibelakang para pria bersama dengan ibunya.
" Yah, mari percepatan jalannya sayang💕 Kesayangan kami Lingling pasti lapar". Sang ayah telah berpartisipasi dalam obrolan mereka.
" Baiklah sayang, mari kesayangan Umi" jawab Yang Sha pada Sang suami dan mengajak anak perempuanannya untuk mempercepat jalan untuk sampai ke Ruang makan mereka, yang telah di tata oleh para pelayan di sana.
" Silahkan duduk Tuan, Nyonya, Nona Muda dan para Tuan Muda makanan telah selesai disiapkan dan siap di makan".kata pelayan yang berada di sana yang melaksanakan tugas mereka.
"Terima kasih semaunya atas kerja kerasnya☺" kata sopan keluar pertama kali dari mulut manis Yang Ling Ya yang sudah duduk di persiapkan oleh Yang Arfan yang mendorong kursi untuk ia duduki, begitu pun di lakukan oleh sang Ayah yang melakukan hal sama untuk sang ibu tercinta sedang Yang Ali tersenyum duduk di sebelah kiri Yang Ling Ya yang kosong. Dan Yang Arfan duduk di sebelah kanannya setelah menyelesaikan tugasnya. Ibu dan ayah duduk bersebelahan di sisi lain meja makan yang ada di sana. Romantis 🥰 kelak saya ingin menjadi pasangan seperti mereka setia dan harmonis. pikir Yang Ali dan semua yang ada di sana yang belum menikah.
Yang Ling Ya dan semua berdoa lalu makan malam yang telat di mulai tanpa canda gurau di ruang makan setelah para pelayan meninggal mereka untuk bersihkan dapur. Etika makan mereka tidak boleh berbicara saat makan ini salah satu peraturan dalam keluarga mereka untuk menghormati makan di depan mereka agar cepat selesai dan cepat habis, makan yang cukup dan apa yang kamu suka, tapi sederhana saja sebab nanti juga akan kembali ke tanah, buat yang bergizi secukupnya saja agar seimbang jangan berlebihan agar baik di tubuh dan pencernaan.
Apa yang kamu makan akan menentukan apa yang akan terjadi pada tubuh, pola pikir, dan emosi dalam diri Anda tanpa anda sadari sejalan dengan kehidupan anda sebab itu jangan terlalu banyak makan gula dan pedas boleh asal secukupnya karena terlalu banyak manis tidak baik untuk kesehatan begitu juga pedas tak baik untuk pencernaan. Makanan halal juga termasuk dalam hal pencernaan yang baik untuk tubuh sebab itu harus faham dulu makanan halal dan haram, untuk hidup yang baik dan sehat itu mudah bila kamu inginkan tapi sekarang banyak hal yang di rumit sendiri untuk menciptakan cita rasa yang berbeda dan menggabungkan yang seharusnya tidak di gabungkan menjadi satu, kadang tanpa di sadari malah bahaya untuk tubuh tapi di abaikan oleh banyak orang. Yang penting olahraga, tidak pola makan menentukan seperti apa kamu, sifat, karakter dan banyak hal jangan salah makan dan kamu tidak tahu malah bahaya untuk tubuhmu.
__ADS_1