
delisa sampai di jakarta hari ini, ia langsung ke rumah paman nya, rencana nya ia akan tinggal bersama paman nya, untuk sementara sebelum ia mendapat pekerjaan.
sesampai ia di rumah paman nya, ia disambut dengan baik oleh keluarga paman nya, yang terdiri dri bibik yang bernama ita, paman nya yang bernama agus, dan sepupu nya yang bernama viko, anak dri paman nya.
''delisa ayo msuk dulu nak'' kata bibik nya menyuruh delisa msuk, delisa mulai melangkah msuk ke dalam rumah paman nya, yang di ikuti agus dan viko.
''viko tolong bwakkan tas embak mu,'' kta agus menyuruh viko untuk membawak tas delisa msuk. ''letak kan di kamar tamu langsung viko'' kta agus lgi, ''ia ayah'' kta viko.
''gak usah biar delisa ajah paman,'' kata delisa sebelum viko meraih tas nya, ''ntar merepotkn viko'' kata delisa lgi.
''enggak apa embak'' kata viko ia langsung meraih tas delisa.
''viko enggak merasa direpotkn embak,'' viko mlah senang embak mau tinggal di sini, kata anak lelaki yang bru menginjak remaja itu.
''delisa klau mau istirahat langsung silakan'' kta bibik nya, ia melihat gadis itu sedikit kelelahan, mangka nya ia menyuruh delisa untuk istirahat langsung di kmar.
''ini kmar kmu'' kta bibiknya menunjuk kan pda delisa, di mna letak kmar delisa, ''ia bik'' kta delisa.
''delisa klau mau apa" enggak usah sungkan yah nak,'' ''kmu bilang saja sma bibik,'' kta bibik nya lgi. ''ia bik'', kta delisa, ''bibik tinggal duluh ya'', kmu silakan istirahat.
delisa mulai merentang kan tubuh nya di ranjang, yang ada di kamar itu, sekalian mta nya menyusuri kamar itu, hingah akhir nya ia terlelap dalam buayan mimpi!
gak terasa hri mulai menginjak sore, delisa sudah bngun dri tidur nya yang lumayan cukup lma, ia kluar dri kmar menuju kruang dapur, ia melihat bibik nya lgi memasak, untuk makan mlam nanti.
delisa menghampiri bibik nya, untuk membantu memasak.
''bik lgi msak apa? tanya delisa kpada bibik nya, ''ini lgi msak untuk makan mlam nanti.''
''apa ada yang bisa saya bantu bik? Tanya delisa lgi, ''gak usah delisa'' semua sudah selesai kta bibik nya.
delisa akhir nya pergi mandi, untuk membersihkn tubuh nya, selesai mandi delisa memakai bju rumahan biasa.
''tok....tok....bunyi pintu'' di ktuk dri luar ''delisa ayo makan dulu'' kta bibik nya dri luar.
''ia bik'' jawab delisa yang bru selesai menyisir rambut nya.
__ADS_1
delisa akhiir nya kluar kmar menuju meja mkan, di lihat nya bibik, paman dan viko sudah ada di situ.
''ayo delisa mkan'' kta om nya melirik ke delisa.
''ia om'', delisa melangkah kan kaki nya menuju meja mkan, delisa menarik kursi di sebelah viko, lalu ia langsung duduk dan mkan.
selesai mkan om delisa dan klluarga nya, mengajak delisa untuk mengobrol di ruangan keluarga.
''delisa di mna rencana kmu melamar kerja'', kta paman nya.
''belum tau paman'', kta delisa.
''klau d tempat kerja paman ada lowongan,'' tpi untuk lowongan seketaris, kta agus kepada delisa.
''delisa mau paman ''cuma tkut nya gak di trima ''karna delisa cuma tamat SMA'', jawab delisa.
''paman tanya lgi bsok kpda teman paman,'' ''kbetulan teman paman itu, krja nya sebagai penerima karyawan,'' kta agus lgi.
sudah hampir 2 jam delisa mengobrol dengan kelurga paman nya, ia pamit untuk msuk kekamar, dan langsung tidur.
hri branjak pagi, delisa sudah di ruangan dapur, membantu bibik nya msak, untuk menu sarapan pagi.
terlambat ke sekolah,'' viko anak paman nya yang bru menginjak sekolah menengah keatas.
''ia bik'' kta delisa ia menujuh kekamar viko, untuk membangun kn sepupu nya itu.
semua sudah berkumpul d meja mkan, untuk sarapan pgi, termasuk delisa.
sesudah sarapan delisa di ajak paman nya ke kantor, tempat paman nya bekerja.
mereka naik motor paman nya, untuk menujuh k sana.
sesampai di pakiran kantor paman nya, delisa tercengang melihat gedung tempat paman nya bekerja, yang terlihat menjulang tinggi trsbut.
ia mulai berhayal, jika ia bisa bkerja di sana pasti menyenang kn, pikir delisa.
__ADS_1
''ayo ikut paman kedalam'' kta paman nya memecah kn hayalan delisa, ''ia paman'' jawab delisa.
bru sampai di pintu msuk kekantor, pman nya bertemu dengan teman nya, yang bernama erik.
''delisa knal kn ini erik teman paman'' yang paman cerita kn kemaren,'' ''dan ini ponakan aku dri kampung'' ingin mencari kerja'' kta om nya kpada erik teman nya.
ia memperknal delisa ke pada teman nya, dan paman nya bertanya langsung kepada erik, apa msi ada lowongan kerja untuk delisa.
erik menjawab pertanyaan paman nya, dengan menggeleng kn kepala nya, sambil berkata ''untuk sekarang blum ada gus.''
akhir nya paman delisa menyuruh delisa pulang krumah, pamn nya ingin menuju keruangan kerja, paman delisa hanya sebagai karyawan biasa di sana.
delisa melangkh untuk pulang krumah paman nya, ia sedikit kcewa, krna blum dapat juga kerja.
ia pulang nya naik ojek, di tengah perjalanan menuju krumh paman nya, ojek yang dia tumpangi motor nya mogok, ia terpaksa turun dri motor ojek itu, iamencari motor ojek yang lain.
delisa celingak celinguk d jalan, tapi blum jga dapat ojek yang lain, akhir nya ia berjalan, tapii ia blum paham btul jalanan d jakarta.
tampak delisa sadari, dri blakang ada cowok yang mengikuti nya, dan saat delisa menoleh kebelakang, cowok itu berlari mendekati delisa, ia menarik tas delisa dengan kasar, sehingga tas delisa terlepas dri tangan delisa, cowok itu langsung berlari cepat meninggal kan delisa.
''copet.......teriak delisa, ''tolong..... ada copet'' kta delisa lgi, sambil brlari mengejar copet itu, delisa tidak melihat kiri knan lgi untuk menyebrang mengejar copet, sehingga ia hampir kna tabrakan mobil.
''tiiit..........bunyi mobil'' yang hampir menabrak delisa. hampir sejengkal lagi menabrak delisa, hingga akhir nya mobil itu brenti, pas d depan delisa.
''embak gaak apa" tanya sopir mobil itu dengan cepat, menghampiri delisa, ia melihat delisa yang wajah nya pucat dan akhir nya pingsan.
tampak bertanya lgi dengan tuan nya, sopir itu langsung mengendong delisa, membawak wanita itu masuk ke mobil.
''knapa kmu bwak ia kdalam mobil ini'' kta seorang peria yang ada d mobil itu, sambil ia melihat perempuan itu yang di letak kn di sebelh nya, ia memperhati kn wajah gadis itu yang pucat dan terliht pingsan.
''bagai mna lagi tuan dia pingsan'' aku tidak tegah melihat nya seperti itu d tepi jalan, kta sopir itu kepada tuan nya yang bernama Revan.
''ya sudah lah kita bwak ajah dia'', tapi kta mau antar dia kmana'' kta revan lgi kepada sopir nya sambil melirik, perempuan yang pingsan itu.
''apa kta bwak d rumah sakit aja? tanya revan kepada sopir nya.
__ADS_1
''tunggu" dulu kta revan'' seblum sopir nya menjawab ia mulai berpikir tidak mungkin ia bwak k rumah sakit wanita ini, nanti banyak yang melihat jadi bahan gosip, dan membuat masalh saja kta nya lagi.
akhir nya revan membawak delisa ke apartemennya.