
ketika delisa dan revan masuk dalam kamar mereka, delisa sedikit takut dan gelisah, ia takut kalau revan menuntut hak nya sebagai suami, ia tau sekarang ia istri revan, tapi ia tak mau melayani nya, karna ia masi berharap suatu saat nanti ia dapat pekerjaan dan bisa hidup mandiri di kota ini, dan jika semua nya tercapai ia akan kembali ke kampung nya dan menikah dengan orang yang ia cintai, dan akan berpisah dengan revan.
''kenapa lihat-lihat ,'' kata delisa sambil membuang muka.
''emang kenapa, siapa juga yang lihat kamu, dasar cewek kampung,'' jawab revan,. lama-lama ia kesal juga lihat delisa jutek seperti itu.
''cewek kampung,'' ulang delisa, maksud tuan apa ngomong seperti itu?'' dengan wajah yang marah dan bibir cemberut.
''kau pikir saja sendiri, siapa yang mau sama cewek kampung seperti dirimu, cantik juga tidak gaya kampungan, sok-sok jutek lagi, aku menikah sama kamu kan karna terpaksa,'' ejek revan lagi ia terpaksa ngomong seperti itu, ia gak mau kalah berdebat sama delisa, sebenar nya revan mulai sayang sama delisa, tapi karna delisa jutek, jadi dia kesal.
delisa yang mendengar ucapan revan yang panjang lebar mengejek nya, ia semangkin marah saja, ''aku menikah sama dia juga terpaksa itu semua gara-gara dia,'' pikir delisa, ''ini tak bisa di diamkan, walau aku cewek kampung, aku tak mau di hina,'' pikir nya lagi.
''hey....tuan jangan asal ngomong ya,'' ''aku juga tetpaksa menikah sama tuan, kalau tidak kejadian itu aku gak mau menikah sama tuan,'' jawab delisa lagi.
revan melepas kan baju nya ia mau mandi, mendengar delisa yang ngomong seperti itu, mulai ada ide dalam otak nya untuk mengerjai delisa, dia diam saja dan senyum-senyum menatap delisa.
delisa yang melihat revan bersikap aneh seperti itu, jadi reda emosi nya, ia mulai takut jangan-jangan revan akan memperkosa dia lagi pikir nya, ''bagaimana ini'', kata delisa dalam hati ia mulai cemas.
revan melihat delisa yang diam, dan seakan takut, ia semangkin semangat mengerjai delisa, baju nya sudah terbukak dan di buang nya di sembarang tempat, dan kaki nya mulai melangkah mendekati delisa.
delisa yang melihat revan mendekati nya, ia semangkin cemas, ia mulai juga melangkah mundur, semangkin revan mendekati ia semangkin mundur, tapi kaki nya sekarang tak bisa mundur lagi, ia sudah sampai di tembok, dan revan sudah sampai di dekat nya, ia mencoba untuk berlari ke samping, tapi lagi-lagi langkah nya terhenti, karna revan menarik nya dan memeluknya dari belakang.
delisa sangat ketakutan, dan ia berkata, ''tuan... kenapa tuan akan memperkosa saya lagi, tuan sudah berjanji, tidak akan berbuat kasar terhadap saya,'' dengan suara lirih, dan mencoba melepaskan diri dari pelukan revan.
revan yang mendengar itu, ia semangkin mempererat pelukannya, ''siapa yang mau memperkosa kamu lagi, aku cuma mau memeluk istri aku,'' kata nya dengan lirih di samping kuping delisa.
delisa tak berkutik dia diam saja, apa yang dikata revan emang benar, sekarang ia emang istri nya revan.
melihat delisa diam seperti itu, revan mulai merenggangkan pelukan nya, ia melangkah kan kaki nya, menuju kamar mandi sambil tersenyum kepada delisa.
delisa yang melihat revan pergi, dan melepaskan dirinya, ia mulai legah, ia duduk di ranjang sambil mengurut dada nya.
sedangkan revan yang di dalam kamar mandi , tertawa cekikikan ia senang sudah mengerjai delisa.
delisa yang mendengar revan cekikikan di dalam kamar mandi semangkin kesal, sambil menungguh revan keluar dari kamar mandi, ia berbaring di ranjang.
__ADS_1
setelah hampir satu jam revan keluar dari kamar mandi, ia melihat delisa yang tidur di ranjang, sambil tetsenyum ia melangkah ke ruang ganti baju.
delisa ketiduran menungguh revan kluar dari kamar mandi, ia juga berniat untuk mandi tadi, tapi melihat revan blum juga keluar-keluar akhir nya ia ketiduran.
revan sudah selesai memakai baju, ia melangkah ke ranjang nya untuk tidur, ia melirik delisa, dan tersenyum, ia mendekati delisa dan memandang wajah gadis itu dengan pandangan yang teliti, sambil berkata, ''kamu cantik juga,'' ia mulai membelai wajah delisa, dan mencium pipi delisa sambil berbisik di kuping gadis itu, ''selamat tidur istri ku semoga kau mimpi yang indah,'' ucap revan.
delisa menggeliat dan menyampingkan tubuh nya, masi dalam keadan tidur.
revan juga berbaring dan ia menarik bantal guling untuk memeluknya, tapi semenit kemudian ia membuang bantal guling itu, dan ia mengganti kan nya menarik delisa kedalam pelukan nya.
ia membelai rambut delisa dan mencium kening delisa, revan jadi gak bisa tidur, ia sibuk meneliti tubuh delisa, gadis yang sudah menjadi isteri nya itu.
revan mencoba menggantikan baju delisa, ia kasian melihat delisa masi memakai gaun pengantin, dengan pelan- pelan ia mencoba melepas gaun yang menempel di tubuh delisa, sedikit susah karena gaun itu sangat ngepas di tubuh delisa, hingga tarikan terakhir ia berhasil melepas baju itu dari tubuh delisa, dan terlihat lah tubuh delisa yang polos, hanya pakaian dalam nya saja masi menempel.
revan yang melihat tubuh delisa yang polos, hanya di tutupi pakaian dalam nya saja seperti itu mulai merasakan gelisah, apa lagi ia melihat dua bukit gunung delisa menyembul ingin kluar dari penutup nya, membuat adik kecil rehan yang di bawah bangun, seketika itu delisa mengejap-ngejap mata nya dan ia terbangun melihat keadaan nya seperti itu ia langsung berteriak aww.....awww...., delisa langsung menyambar selimut untuk menutup tubuh nya.
''apa yang tuan lakukan, tuan ingin memperkosa saya lagi,'' kata delisa sambil melempar-lempar bantal ke arah revan.
revan yang melihat delisa bangun berusaha mencoba berlari ingin bersembunyi, tapi sebelum ia melangkah kaki nya, delisa sudah berteriak dan melempar nya dengan bantal, ia hanya yengir melihat delisa marah, dan berusaha menghindar dari lemparan bantal delisa.
delisa yang melihat revan masuk ke kamar mandi, ia pergi ke ruangan ganti pakain di sana ia temukan handuk ia langsung menggunakan nya, dan menungguh revan keluar dari kamar mandi.
revan sudah keluar dari kamar mandi, melihat delisa yang sudah menunggu nya di depan pintu, ia mulai menggodah delisa, ''kata nya gak mau, tapi menunggu aku di depan pintu, pakai handuk begini lagi, mau menggoda aku ya!'' kata nya revan sambil menyengir.
delisa yang mendengar itu, ia langsung teburu- buru masuk ke kamar mandi, sambil berucap ''siapa juga yang mau menggoda aku cuma mau mandi, huu...!'' kata nya kesal langsung menutup pintu kamar mandi.
revan berbaring di ranjang nya dengan santai menunggu delisa keluar dari kamar mandi, ''kenapa ia lama sekali,'' gerutunya.
delisa memang sengaja lama-lama di kamar mandi, ia tak mau berdebat lagi dengan revan, ''dan semoga laki-laki itu tidur,'' pikir nya.
hampir satu jam setengah, akhir nya delisa keluar juga dari kamar mandi, yang sudah rapi dengan memakai baju tidur piama.
revan yang melihat istri nya yang sudah rapi dan cantik, langsung menggoda delisa dengan senyum yang nakal dan mata nya berkedip sebelah.
delisa yang melihat tingkah revan yang seperti itu semangkin jengkel melihat revan, ia tak sengaja melihat ada sopa di sudut ruangan itu, ia mulai berpikir ia akan tidur di sopa saja malam ini.
__ADS_1
delisa melangkah mendekati sopa dan mulai berbaring disana.
revan yang melihat istri nya rebahan di sopa, ia langsung beranjak dari ranjang nya dan manghampiri delisa.
''kau kenapa tidur disini,'' ucap revan.
''aku rasa aku lebih nyaman tidur di sini,'' kta delisa berbohong.
''kau gak usah banyak alasan ayoh kembali tidur di ranjang,'' ucap revan lagi.
''gak mau,''ucap delisa.
''ayoh...kalau kau gak mau aku benar-benar akan melakukan tugas ku seorang suami,'' ancam revan.
''tugas apa?'' tanya delisa lagi.
''sudah jangan banyak bertanya, apa kau mau apa tidak,'' kata revan mulai tegas, ia mulai jengkel karna delisa blum juga bergerak.
''ia ia ia,'' jawab delisa sambil beranjak dri sopa mengikuti revan berbaring di ranjang.
delisa gelisah ia takut kalau revan akan macam-macam lagi.
''kau kenapa?''
''apa tidak bisa tidur!'' tanya revan.
delisa hanya diam.
''sini aku peluk,'' kata revan dan ia mulai menarik tubuh delisa dengan pelan dan pasti berada di pelukan nya.
''aku gak mau,'' ucap delisa, berusaha merontak di pelukan revan.
''sudah tidur saja, aku gak akan ngapa- ngapain kamu, aku sudah capek berdebat terus sama kamu,'' sambil mempererat pelukan nya.
delisa akhir nya memejamkan mata nya tapi jantung nya tak karuan berdetak terus, berada dalam plukan revan.
__ADS_1
akhir nya mereka tertidur, mungkin merasa kelelahan berdebat trus.