Suami Dadakan Delisa.

Suami Dadakan Delisa.
# ingin menikah lagi yang ke2, ke3,ke4,dan seterus nya.


__ADS_3

''kau senang berada di sini?'' tanya revan sambil berdiri di dekat delisa.


''ya aku senang tuan, aku bisa melihat bintang-bintang dari ketinggian, jawab delisa.


''aku akan memberi mu ini,'' ucap revan lagi, sambil mengeluar kan kartu ATM dari dompet nya dan memberikan kepada delisa, ''gunakan ini sesuka hati mu, ini hak mu.''


delisa menerima nya, tapi ia bingung, apa ia berhak memakai kartu ini, ia saja masi belum sepenuh nya menerima revan sebagai suami nya, pikir nya lagi.


revan keluar dari kamar nya, setelah ia memberi kartu itu pada delisa, ia menuju ruang kerja nya, untuk menyelesai kan pekerjaan kantor nya yang belum sempat ia kerjakan di kantor tadi, revan orangnya memang pekerja keras, walaupun ia direktur perusahaan nya sendiri, ia tak pernah malas-malasan untuk urusan kerja, hingga larut malam sekitar jam 24:00 tepat, ia baru keluar dari ruang kerjanya, ia menuju ke kamarnya untuk tidur.


sedangkan delisa sudah larut dalam alam mimpinya, ia tidur dengan nyenyak nya semenjak revan kluar dari kamar tadi ia langsung tidur.


''cekleek,'' bunyi pintu terbukak, masuk lah seoarang peria dengan wajah yang lelah, ia langsung berbaring di kasur nya, di samping delisa, revan tersenyum melihat isterinya tidur dengan nyenyak, ia membelai pucuk kepalak isterinya, dan mengecup kening delisa sambil berbisik ''selamat tidur isteri ku semoga mimpi yang indah,'' setelah itu ia memeluk delisa dan memejamkan mata nya untuk tidur.


dua insan sudah larut dalam mimpi indah nya, hingga pagi menyambut mereka untuk bangun, delisa mengerjap kan mata nya ia terbangun dari mimpi nya, ia ingin segera bangkit dari ranjang itu, tapi ia tak bisa karna revan masih memeluknya dengan erat, delisa membiarkan tubuhnya masih di peluk revan ia akhir nya merenungi nasib nya, sambil menatap wajah tampan revan.


''mengapa tuhan.... aku terjebak dalam pernikahan dadakan ini, apakah lelaki ini emang jodoh ku, tetapi mengapa hati ku masih belum bisa menerimanya,'' ratap delisa, ''aku sudah lelah menjalaninya, ingin aku lepas semuanya dan kabur dari mimpi buruk ini,'' renung nya lagi.


tak terasa air mata delisa menetesi pipinya saat ia teringat dengan kekasih nya di kampung, hingga air mata nya jatuh di lengan revan, seketika itu pulah revan membukak mata nya, ''pagi isteri ku yang cantik, mengapa kamu menangis?'' tanya revan.


''tidak ada apa-apa,'' jawab delisa ia langsung bangkit dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi, hingga ia lupa membawak baju ganti nya.


revan menunggu delisa keluar dari kamar mandi, sambil ia memainkan hp nya, ia menghubungi didit, asisten pribadi nya, ia menyuruh didit untuk membeli hp delisa yang keluaran baru dengan harga yang selangit.


sedangkan delisa di dalam kamar mandi sedikit frustasi ia masih blum mau kluar, dengan keadaannya hanya memakai handuk yang sebatas paha.


hingga akhir nya revan sudah tidak sabar lagi menunggunya, hampir 2 jam berlalu tapi delisa blum juga kluar.

__ADS_1


''ia ngapain di dalam kamar mandi lama sekali,'' pikir revan, ''isteri ku sayang kenapa lama sekali, aku juga mau mandi, kalau kamu sudah tolong cepat lah keluar nanti aku terlambat kekantornya,'' teriak revan dari luar.


i..iya, jawab delisa, tapi ia blum kluar juga, revan sudah gak sabar lagi, ia mengetok pintu mandi.


''tok tok tok, isteri ku tersayang cepat lah keluar aku mau mandi, kamu ngapain saja di dalam,'' teriak revan lagi.


''bagaimana tuan kluar dulu dari kamar baru aku mau kluar,'' jawab delisa dari dalam kamar mandi.


revan jadi curiga, ''kenapa ia harus kluar,'' pikirnya lagi.


''isteri ku aku kebelet pipis tolong cepat bukak pintu nya,'' akhir nya revan berbohong biar delisa cepat keluar.


''iiya aku keluar, tapi tuan pejam dulu mata tuan saat aku membukak pintu,'' teriak delisa lagi.


''oke oke oke,'' jawab revan, tapi ia akan mengerjai delisa, saat delisa membukak pintu kamar mandi revan memejam kan mata nya, seketika delisa melangkah kluar dari kamar mandi ia membukak mata nya.


delisa yang melihat tingkah revan yang seperti itu ia langsung lari menuju ruang ganti pakain, tapi sebelum ia berhasil masuk kesana, revan sudah mengejar nya dan berhasil menarik tubuh nya.


''lepas kan aku tuan,'' tetiak delisa.


''aku tak akan melepaskan mu, ini kesalahan mu sendiri kenapa membangun adik ku yang di bawah, kau harus bertanggung jawab isteti ku,'' ucap revan sambil menarik delisa dalam pelukannya.


revan mencium wangi harum sabun yang di tubuh delisa, hingga ia benar-benar terhanyut dalam pelukan itu ia mulai mengangkat tubuh delisa dan mengendong nya sedikit memaksa, ia melangkahkan kaki nya manuju ke ranjangnya.


delisa hanya bisa berontak saja dan memukul-mukul dada revan sambil berkata, ''tolong lepakan aku tuan.''


revan malah semangat melihat tingkah delisa yang seperti itu, ia merebahkan delisa di ranjang nya, dan mengunci tubuh delisa di bawah kukungan nya, ia mencoba menarik handuk yang ada di tubuh delisa, tapi sebelum ia berhasil menariknya, delisa mencoba menahan handuknya, dan berkata '' tuan itu bauk belum mandi aku gak mau melayani tuan.''

__ADS_1


seketika itu membuat revan sadar dari tingkah nya, ia berpikir ''apa ia dia bauk blum mandi.''


revan akhir nya mengurungkan niat nya ia jadi cemberut mendengar kata delisa, revan berbisik kepada delisa ''tunggu aku di ranjang ini, jangan pergi kemana-mana aku mau mandi dulu,'' sambil berlalu masuk ke kamar mandi.


delisa yang melihat revan pergi mandi, ia langsung bangkit dari ranjang dan langsung pergi ke ruang ganti pakaian, setelah itu ia kluar dari kamar.


selang beberapa waktu, revan keluar dari kamar mandi setelah ia selesai dari ritual mandinya, ia menggunakan handuk yang di bilit di pinggang dengan rambut yang masih acak-acakan dan basah semangkin mengeluarkan pesona ketampanannya.


ia akhirnya kecewa, delisa sudah tidak ada di ranjang itu lagi, ''dasar isteri tak pengertian, sudah membangunkan milikku tapi malah kabur,'' umpatnya dalam hati.


revan keluar dari kamarnya, setelah ia sudah rapi dengan baju kantor nya, bibir nya masih cemberut, ia mencari isteri nya, yang teryata sudah duduk manis di meja makan bersama mama nya.


''mama aku berangkat dulu,'' ucap revan sambil menatap delisa dengan tatapan marah, ia melangkahkan kaki nya menuju keluar rumah, mama riska yang melihat anak nya seperti itu, ia mengejar revan, begitu juga delisa, ''revan kamu tidak sarapan dulu nak?'' tanya mama riska kepada revan.


revan terpaksa berenti di teras rumah nya melihat mama nya mengejar nya.


''gak usah ma...aku sarapan di kantor saja,'' jawab revan yang sedikit malas.


''kenapa apa kalian ada madalah?'' tanya mama nya lagi.


''aku malas ma selalu jadi suami tak dianggap, aku mau cari isteri lagi yang ke 2,yang 3, yang ke 4 dan seterusnya, biar bisa melayani ku dengan baik,'' sambil melirik delisa ia bergegas menuju naik di dalam mobil nya.


delisa yang mendengar itu ia cuma bisa bengong, mulut nya mengangah, ia seakan tak percaya suami nya berkata begitu.


sedangkan mama riska yang mendengar anak nya berkata begitu, ia langsung berucap, ''revan apa yang kamu katakan, mama tidak suka kamu mempunyai isteri banyak,''sedikit bertetiak.


''jalan,'' kata revan kepada sopir nya.

__ADS_1


delisa yang melihat revan sudah berlalu ia juga, berlalu masuk ke kamar nya, meninggalkan mama riska yamg masih termenung melihat kepergian anaknya.


__ADS_2