Suami Dadakan Delisa.

Suami Dadakan Delisa.
# menikah#


__ADS_3

setelah di bujuk dengan mama revan, delisa akhir nya bersedia menikah dengan revan, dengan jaminan revan tak boleh lagi berbuat kasar kepadanya, dan mengatur hidup nya.


mama nya kluar dri kamar delisa, revan terburu buru mengikuti mama nya, ia ngin tau apakah mama nya berhasil membujuk delisa untuk menikah dengan nya.


''mama....., bagaimana?'' apa dia bersedia menikah dengan ku?" tanya revan lgi, mama nya hanyak mengangguk dan tersenyum, ''kita bicara di ruangan kerja mu,'' kta mama nya lgi.


revan akhirnya dapat tersenyum jga hari ini, ia sudah lega akhir nya masalah nya sudah beres pikirnya, ''ia tinggal menikahi delisa,'' pikirnya lagi, ''mama nya memang bisa di andalkn,'' kta nya dalam hati, sambil mengikuti mama nya dri belakang untuk menuju ruangan kerjanya.


sudah dua hari revan tidak ke kantor, semenjak ia bertemu dengan delisa, semua urusan kantor ia serahkn kepada didit asisten nya, seperti hari ini ia menyuruh didit untuk ke kantor, menyelesai kan semua urusan kantor nya.


sementara itu delisa mencoba keluar dri kamar tamu, ia bosan di dalam kamar itu, saat ia mencoba membukak pintu kamar dan melangkah untuk kluar, penjaga revan langsung menghampiri nya, yang sudah sejak tdi berjaga jaga di luar pintu kamar itu.


''nona mau kemana?'' tanya salah satu penjaga' itu, wajah nya seram, palak nya botak, badan nya sedikit gendut, postur tubuh nya tinggi, dan kulit nya hitam, membuat delisa takut untuk menatap nya.


''aku...aku hanya ingin kluar kata delisa, terbata bata.


''maaf nona tuan revan tak mengijinkn nona kluar dari kamar,'' kta penjaga itu, ''silakan nona masuk kembali,'' kta nya lagi.


mendengar itu membuat delisa marah, ''ia hanya ingin kluar kamar saja tpi tak di bolehkn pikirnya'', ''bagaimna klau aku sudah menikah dengannya.''


''belum menikah saja ia sudah berani mengatur hidup ku,'' pikirnya, ''ini tidak boleh di biarkan,'' kata nya dalam hati.


''aku hanya ingin kluar kamar, katakan sama tuan mu jangan coba coba mengatur hidup ku,'' kta delisa dengan tegas.


''tapii nona tuan akan marah bila perintah nya kami langgar,'' kta penjaga itu, ''tolong kerjasama nya nona, kami tidak mau cari masalah,'' jawab nya lagi.


''itu bukan urusan ku,'' jawab delisa lagi dengan keras, sehingga membuat seisi rumah mendengar nya.


revan dan mama nya yang baru saja sudah berdiskusi, dengan masalah nya yang harus mengikuti kemauan delisa, yang tak mau di kekang oleh revan, dan tidak mau revan berbuat kasar lagi pada nya, bru ia mau menikah dengan revan, akhir nya di setujui dengan revan, mama nya menyuruh bsok mereka harus menikah, ia takut delisa berubah pikiran.


dan tak sengaja mereka mendengar samar samar ada suara orang berdebat, mereka keluar dari ruangan itu, revan melihat delisa marah marah ke pada orang suruhannya, ia berteriak ''hey... ada apa?'' ia langsung menghampiri delisa, ''apa mereka mengganggu mu?'' tapi delisa tak menjawab, ia malah membuang mukanya, ia masi tak mau menatap revan.


mama revan menghampiri delisa dengan raut wajah yang kuatir, ''sudah sudah kalian silakan pergi,'' mama revan mengusir semua penjaga itu, ''baik yonya'' jawab mereka serempak, dan semua nya pergi menghilang dri ruangan itu.

__ADS_1


''delisa kamu mau kemana sayang?'' tanya mama revan.


''cuma mau keluar tante aku bosan di kamar terus,'' jawab delisa.


''kalau begitu kamu ikut kami dulu yuk,'' ajak mama revan.


''baik tante,'' jawab delisa, revan hanya berdiam dan sesekali melirik delisa.


mama revan mengajak delisa dan revan ke ruangan keluarga, ia ingin memberi tahu kepada delisa, bahwa besok mereka menikah.


''delisa sini duduk sama mama,'' ajak nya kepada delisa.


''ia tante...!'' delisa langsung duduk di samping mama revan.


sedangkan revan duduk di kursi samping mereka.


''delisa mama cuma mau kasi tahu,'' ''bahwa besok kalian akan menikah.'' kata mama delisa lagi.


delisa yang mendengar itu jadi sedikit terkejut, mengapa mendadak sekali pikirnya dalam hati.


''begini sayang revan orang nya sibuk, jadi hanyak besok ia ada waktu untuk menikahi kamu,'' ''lagian kan lebih cepat lebih baik, lagian juga tidak ada yang di tunggu.'' ujar mama revan lgi, ia takut kalau delisa membatalkan pernikahan itu, mangkanya ia menyuruh revan segera menikahi delisa.


delisa hanya diam saja mendengar alasan itu, lalu ia menjawab, ''baiklah tante aku bersedia,'' ucap nya lagi.


revan yang mendengar itu hanya tersenyum bahagia, sesekali ia melirik delisa.


''baik lah nanti ada orang salon datang kemari yang akan merawat tubuh mu,'' mereka akan membuat diri mu secantik mungkin di hari pernikahan mu besok.''


''sekarang silakan kalian mengobrol dulu,'' kata nya lagi sambil berlalu dri ruangan itu.


delisa yang melihat mama revan pergi, ia pun ingin pergi juga dari situ, tapi cepat cepat revan menghampiri nya.


''jangan pergi dulu ada yang ingin aku bicarakan,'' kata nya kepada delisa, ia menatap gadis itu dengan tatapan mata yang intens.

__ADS_1


''jangan mendekat aku tak mau bicara pada mu,'' jawab delisa, masi dalam keadaan marah, ia membuang muka saat berkata pada revan.


''baik lah, klau kau blum memaafkan ku,'' jawab revan dengan rasa kecewa ia pergi meninggalkan delisa.


delisa pun akhirnya beranjak juga dari ruanan itu, ia melihat lihat sekeliling rumah revan yang cukup megah itu.


selang beberapa waktu datang lah dua orang dari utusan salon yang akan merawat tubuh delisa, mereka di sambut dengan baik oleh mama revan dan membawak mereka menemui delisa.


''delisa ini orang salon sudah datang,'' kata mama revan.


''ia tante,'' jawab delisa.


''silakan melakukan tugas mu, aku tinggal dulu,'' kata mama revan kepada orang salon tersebut.


''baik nyonya, kami akan membuat calon menantu nyonya secantik mungkin,'' jawab mereka.


''mari kita mulai saja,'' kata mereka terhadap delisa.


delisa cuma diam dan mengikuti perkataan orang salon itu.


sementara itu mama revan dan revan sibuk mengurus persiapan pernikahan, mereka juga mintak bantuaan didit.


didit yang mendengar kalau tuan nya ingin menikah besok sedikit terkejut, bagaimana mungkin bisa mempersiap kan acara mendadak seperti itu pikir nya lagi.


tapi mama revan dan tuan nya revan sedikit memaksa nya, revan tidak mau tau bsok ia mau mengadakn acara pernikahan nya dengan delisa, bagaimna cara nya didit harus bisa mewujud kan nya, tapi semua nya bisa di atasi karna keluarga revan orang kaya no 1 di kota x tersebut.


*******


hari ini hari pernikahan delisa dengan revan, acara nya berlangsung di kediaman revan, tamu undangan nya cuma orang orang terdekat revan, dan teman teman mama nya, walau acara nya di laksanakan di rumah, tapi semua nya terlihat sangat meriah.


delisa sudah di dandani dengan gaun yang sangat mewah, ia terlihat sangat cantik, tapi dalam hati nya ia sangat bersedih, karna ia tak bisa menikah dengan orang yang ia cintai, dan keluarga nya jga tidak menyaksikan ia menikah hari ini.


begitu juga dengan revan ia sudah gagah dan tampan, ia sungguh belum percaya bahwa hari ini ia akan menikah dengan gadis yang baru ia kenal.

__ADS_1


pernikahan delisa dan revan berjalan dengan lancar, semua para undangan sudah pulang, mama revan sudah masuk ke kamarnya untuk istirahat, hanya pelayan saja yang masih sibuk memberesi bekas bekas acara tadi, revan dan delisa juga masuk kekamar nya.


__ADS_2