Suami Dadakan Delisa.

Suami Dadakan Delisa.
# selalu ingin bersama #


__ADS_3

di pagi yang cerah delisa mulai membukak mata nya, ia ingin bangkit dari tidur nya, tapi tak bisa ada tangan kokoh yang memeluk pinggang nya dari belakang, ia memutar badan nya ke belakang, terlihat lah oleh nya sesosok lelaki yang tidur dengan wajah yang tampan, dan kulit yang putih bersih, lama ia pandangi lelaki itu, hingga lelaki itu mengerjapkan mata nya dan terbangun.


delisa langsung menunduk, dan tak mau ktauan menatap suami nya.


''kau mulai suka ya menatap ku,'' kta revan.


delisa hanya diam saja tak berkutik, ia malu ketauan menatap lelaki itu.


''aku tampan kan,'' kau pasti mulai suka pada ku,'' kta revan lagi.


dasar cowok kepedean gerutu delisa dalam hati.


''kau suka ya lama-lama dalam pelukan ku,'' sambil tersenyum revan berucap.


delisa yang mendengar itu, ia mulai ingin melepaskan pelukan revan dari tubuh nya, tapi tak bisa, revan malah mempererat pelukan nya.


revan menatap delisa dengan sedikit lama, dan ia mulai menurunkan wajah nya ingin mencium delisa, tapi tak bisa, delisa dengan cekatan menutup wajah nya, sehingga membuat revan kecewa.


revan beranjak dari ranjang nya dan menuju kamar mandi.


''siap kan baju ku,'' kata revan dari kamar mandi.


delisa tak menjawab, tapi ia menyiap kan baju untuk


revan.


revan keluar dari kamar mandi, hanya memakai handuk yang di lilit di pinggang nya, dan terlihat lah dada bidang dan perut kotaknya juga otot-otot bisep nya.


delisa yang melihat itu seakan terlena dia baru kali ini melihat lelaki badan nya yang sebagus itu, walaupun saat kejadian waktu itu dengan revan ia tak terlalu memperhati kan nya.


melihat delisa yang bengong melihat dirinya, revan sedikit tak mengerti, ia menghampiri delisa dan kesempatan itu tak ia sia-siakan ia langsung mencium pipi delisa dengan lembut sambil berkata ''selamat pagi isteri ku tersayang.''


delisa akhirnya sadar dari bengongnya, karna mendapat ciuman hangat dari suaminya, ia malu sendiri, karna sudah menatap tubuh revan, ia lansung menundukkan wajah nya yang memerah, ia juga marah karna revan mengambil kesempatan itu untuk mencium nya, tapi ia tak brani marah karna malu.


''ini baju tuan,'' kata delisa yang masih menundukkan wajah nya, sambil memberi baju pada revan.


''pasang kan langsung di tubuh ku sayang,'' sambil menarik daguk delisa dengan lembut agar menatap wajah nya.

__ADS_1


delisa yang wajah nya terangkat naik sekarang, jadi tak karuan saat mata nya bertemu dengan mata revan, jantung nya berdetak dengan cepat.


begitu juga dengan revan ia menatap isteri nya tidak berkedip sedikitpun, hanya senyum nya yang terukir di sudut bibir nya, ia merasa kan damai, tentram di hati nya jika menatap gadis itu, seakan ia selalu ingin bersama gadis itu.


revan mencoba menundukkan wajah nya ia langsung ******* bibir ranum delisa dengan sangat lembut, sementara delisa seakan terhipnotis ia tak menolak akan ciuman revan kepada dirinya, setelah beberapa detik delisa seakan sadar, ia mendorong tubuh revan dan berlari keluar kamar, tanpa sepatah katapun keluar dari bibir nya.


revan yang melihat delisa keluar kamar, hanya tesenyum dan menggeleng gelengkan kepalak nya, ia sangat bahagia, walaupun akhir nya delisa tak jadi memakai kan baju nya.


delisa pergi kedapur akhir nya, untuk menenangkan pikiran nya, yang kenapa jadi tak menentu jika di dekat revan, disana ia bertemu dengan pelayan.


''nona mau apa kesini?'' tanya pelayan itu kepada delisa.


''aku cuma mau membantu memasak,'' jawab delisa.


''jangan nona nanti kami kena marah sama tuan,'' jawab pelayan itu.


''gak apa-apa aku biasa melakukan nya,'' kata delisa lagi.


''tolong nona jangan memaksa, kalau nona mau makan apa kata kan saja sama kami, nanti kami yang membuat nya.'' kata pelayan itu lagi.


''ya sudah kalau gak boleh,'' kata delisa dengan sedikit kecewa, ia pergi dari dapur itu, masuk lagi kekamar nya.


revan akhir nya keluar dari kamar ia menuju meja makan, untuk sarapan pagi, di sana ia sudah bertemu sama mama nya.


''pagi ma...!'' sapa revan kepada mama nya.


''pagi juga, kemana isteri mu?'' tanya mama riska.


''lagi mandi ma...!'' jawab revan.


''ia tidak sarapan?'' tanya mama riska lagi kepada revan.


''mungkin selesai mandi ma...ia kesini.'' jawab revan lagi.


sudah beberapa menit, mama riska belum melihat delisa keluar kamar, akhir nya ia menyuruh pelayan untuk memanggil nya.


''bik tolong panggil delisa untuk sarapan,'' kata mama riska.

__ADS_1


''ia yonya,'' jawab pelayan itu, ia langsung pergi ke kamar tuan nya untuk memanggil delisa.


delisa yang sudah rapi sehabis mandi, akhir nya kluar dari kamar karena sudah di panggil bibik tadi, ia langsung menuju ruang makan, di sana ia melihat sudah ada mama riska dan suami nya revan.


''pagi semuanya, maaf sudah terlambat,'' kata delisa.


''pagi juga,'' jawab mama riska, ''kamu gak terlambat sayang ini kami baru mau sarapan, sambil menyuruh delisa untuk duduk.


revan sudah dari tadi menyeret kursi sebelah nya kebelakang untuk delisa duduki, tapi delisa duduk di samping mama revan.


''loh kok duduk di sini, duduk di sebelah revan dong sayang,'' kata mama revan lagi.


delisa akhir nya beranjak duduk di sebelah revan dengan perasaan canggung.


revan yang melihat delisa duduk di sebelah nya langsung tersenyum kulum.


''revan langsung mengambil piring dan menyodorkan pada delisa, ''ambil kan dong makanan untuk suami mu,'' delisa yang dari tadi hanya diam saja langsung meraih piring yang di sodor kan revan kepada nya, dan mengisi makanan di dalam piring itu, ia tak tau makanan apa kesukaan revan hingga ia memasukkan semua makanan yang di meja ke dalam piring itu, dan memberi kepada revan.


revan yang melihat isi piring nya penuh dengan semua makanan hanya tersenyum, mungkin delisa ingin mengerjai ku, pikir nya.


delisa juga mengambil makanan nya, dengan seadanya, ia langsung melahap nya.


''kenapa kamu gak ambil cuti, untuk bulan madu revan?'' tanya mama nya selang beberapa waktu.


''untuk apa bulan madu mama, sedang kan isteri ku cuek aja sama aku.'' sambil menoleh kepada delisa.


''aku seperti suami tak dianggap,'' kata revan lagi menunggu respon dari delisa.


delisa yang mendengar itu jadi malu sama mama revan, ia hanya menunduk.


mama revan akhir nya ngerti, ia hanya tersenyum mendengar keluhan anak nya, dan akhir nya ia angkat bicara, memberi solusi kepada pasangan itu.


''mangka dari itu kalian pergi bulan madu, untuk lebih mengenal pasangan masing-masing,'' kata mama revan lagi.


''ia kan delisa?'' tanya mama revan kepada delisa.


delisa hanya mengangguk dengan bingung.

__ADS_1


''baik lah, hari ini aku tidak jadi ke kantor aku akan mengajak isteri ku untuk bulan madu,'' kata revan lagi sambil tersenyum.


revan sehabis sarapan langsung menghubungi didit, ia menyuruh didit untuk mempersiapkan bulan madu nya.


__ADS_2