Suami Dadakan Delisa.

Suami Dadakan Delisa.
# mintak maaf #


__ADS_3

revan pura-pura tak melihat delisa, ia lansung berbaring di ranjang nya.


delisa yang melihat revan masuk ia masih bingung, apa ia mintak maaf, apa tidak, pikir nya.


delisa akhir nya menghampiri revan, dan mencoba untuk mintak maaf, setelah sekian lama ia berpikir, bahwa ia bersalah.


''tuan maaf kan aku atas kejadian tadi,'' kata delisa disamping revan, ia berdiri di samping tempat tidur revan dan menunduk.


revan yang mendengar perkataan delisa cuma berdehem saja, ia pura-purak cuek, ia mau melihat sebesar mana delisa memintak maaf pada nya.


delisa yang melihat revan seperti itu, mencoba memintak maaf lagi, ia sedikit menaikkan velume suaranya.


''tuan.... maaf kan aku atas kejadian tadi,'' ulang delisa lagi.


baru lah revan melirik delisa, ''jika kamu memintak maaf berarti kamu salah, kamu tau kesalahan kamu dimana?'' revan akhirnya berbicara juga, ia akan mengerjain delisa.


''ya aku tau kesalahan aku tuan,'' kata delisa lagi.


''jika kamu tau kesalahan kamu, berarti kamu tidak akan mengulangi nya lagi kan!" revan berkata lagi dan sekarang ia sudah berdiri dan langsung memeluk delisa dari belakang, ia mau melihat apa delisa masih merontak apa tidak.


delisa yang melihat revan memeluk nya jadi terkejut, dan berkata, ''tuan apa yang tuan lakukan,'' tapi ia tidak melepas kan pelukan revan.


''diam saja kalau kamu mau aku maaf kan,'' kata revan lagi ia malah mempererat pelukan nya.


delisa akhir nya pasrah saja, ia tak mau membuat revan marah lagi, revan kan kini suami nya jadi ia berhak atas semua nya, pikir delisa lagi.


revan yang melihat delisa diam saja, akhir nya membalik kan tubuh delisa agar menghadap diri nya, ia menatap gadis itu dengan sedikit dalam, dan jantung nya berdetak-detak tak karuan.


delisa yang di tatap revan seperti itu ia jadi gelisah, dan ia mencoba membuang muka, agar ia tak melihat mata revan, tapi revan dengan cekatan memegang wajah nya dan langsung mendaratkan ciuman di bibir nya sedikit dalam, lama dan penuh nafsu.


delisa memukul- mukul dada bidang revan agar ia di lepaskan, revan akhirnya melepaskan ciuman nya, agar delisa bisa bernafas.


delisa menghirup udara sebanyak banyak nya sambil berkata, ''apa tuan akan membunuh ku, aku tidak bisa bernafas tadi tuan.''

__ADS_1


revan yang mendengar perkataan delisa jadi tertawa, seketika itu pintu di kamar nya di ketuk dari luar, dan ia mendengar suara dari luar, ''tuan nyonya mengajak tuan dan nona untuk makan malam.


mengganggu saja kata revan dalam hati, sambil membukak pintu, setelah pintu terbukak ''kata kan sama mama agar makan duluan saja kami masi kenyang, nanti sekitar 2 jam lagi antar makanan kami kekamar,'' kata revan sambil menutup pintu.


revan langsung menghampiri delisa lagi, ia ingin melanjutkan aksi nya tadi, tapi ia melihat delisa sudah berbaring di kasur, dan memejamkan mata nya.


revan tetsenyum ia tau delisa berpurak-purak tidur, ia naik ke keranjang tidurnya, dan berbaring di dekat delisa ia membisik di kuping delisa ''kalau kau masi memejam kan mata mu aku akan membukak pakaian mu sekarang juga,'' kata revan lagi.


delisa yang mendengar itu, lansung membukak mata nya sambil berkata ''jangan tuan,'' dan muka nya cemberut.


revan yang melihat tingkah delisa yang seperti itu langsung tertawa terbahak-bahak, ''kau sangat lucu sekali,'' kata nya.


delisa hanya diam saja, ia masih kesal sama revan.


''kau tidak mau makan malam apa? langsung tidur seperti itu,'' ucap revan setelah suasana tenang.


''mau tapi mengapa tuan mengundur makan malam nya,'' jawab delisa.


''tidak,'' kata delisa cepat.


''aku lapar,'' katanya lagi.


''baiklah klau begitu kita makan dulu, agar kau punya tenaga nanti,'' ucap revan.


delisa mau turun dari ranjang dan bertanya dalam hati ''apa maksud nya berkata seperti itu,'' sebelum kaki nya melangkah jauh dari ranjang, pintu kamar di ketok dari luar.


''tok tok tok'' bunyi pintu di ketok, delisa menoleh kepada revan.


''masuk pintunya gak di kunci,'' kta revan dari dalam.


''ceeklek'' pintu terbukak nampak lah beberapa pelayan membawak makanan.


''letak kan saja di sana, kata revan menunjuk ke arah sopa.

__ADS_1


pelayan langsung meletakkan semua makanan di atas meja yang ada di dekat sopa, setelah semua di tata dengan rapi, mereka berkata, ''silakan tuan makanan nya sudah siap, apa masih ada yang tuan inginkan?'' kata nya lagi.


''tidak ada, silakan kalian keluar,'' kata revan.


''baik tuan,'' jawab mereka serempak, sambil melangkah kan kaki nya kluar dari kamar.


''ayoh kita makan,'' kata revan mengajak delisa untuk makan.


mereka sama-sama menuju ke tempat makanan tadi, delisa mengambil makanan untuk revan dan memberi nya kepada revan, ia juga mengambil makanan untuk nya, dan ia langsung makan.


delisa melirik ke revan yang sejak tadi cuma melihat saja makanan yang ada di depan nya, tidak sedikit pun ia memakannya, hingga akhir nya delisa bertanya.


''mengapa tuan tidak makan?'' tanya delisa.


''aku mau kamu suapkan aku makan,'' kata nya, sambil menoleh ke delisa dan tersrnyum.


''manja banget orang ini,'' ucap delisa dalam hati, delisa mengambil makanan revan dan langsung menyuapi revan, walaupun sedikit terpaksa, tapi ia melakukan nya, karna gak mau berdebat lagi sama revan.


revan langsung makan makanan yang di suapi delisa dengan senang hati, tapi ia melihat delisa tak makan, jadi ia mengambil sendok dari tangan delisa yang sudah di isi dengan makanan langsung ia suapi dengan delisa.


delisa sempat gak mau, tapi revan sedikit memaksa jadi ia makan juga, mereka jadi saling menyuapi akhir nya.


''beginikan jadi romantis,'' kata revan lagi, di suapan yang terakhir nya, ia mengecup pipi delisa, sambil berkata, ''terimakasih isteri ku tersayang.


delisa hanya diam saja, sambil berkata dalam hati, ''romantis apa nya, yang kayak ini jorok nama nya, masa makan pakai satu sendok bersama.


setelah selesai makan revan memencet saklar yang ada di ruangan itu, saklar itu untuk memanggil pelayan nya.


selang beberapa detik pelayan nya masuk untuk memberes semua makanan yang ada di kamar revan, setelah selesai memberes semua nya mereka keluar dari kamar revan.


selesai makan delisa pergi ke balkon, mungkin sekarang itu jadi tempat favoritnya, ia senang melihat pemandangan malam dari balkon yang di kamar itu.


revan yang melihat delisa ke balkon ia menyusul kesana.

__ADS_1


__ADS_2