
''hallo.....didit ini aku tolong kamu persiap kan bulan madu ku hari ini juga,'' revan menelpon didit untuk mempersiapkan bulan madu nya.
''maaf tuan seperti nya tidak bisa, karna ada masalah di kantor, tuan cepat lah kemari,'' jawab didit dari teleponnya.
''emang ada apa?'' tanya revan kepada didit.
''tidak bisa di jelaskan di telepon tuan,'' kata didit, ''tuan cepat lah kemari.
''bisa-bisa nya dia memerintahkan aku seperti itu,'' kta revan dalam hati, sambil memutuskan telepon nya.
revan yang tadi bahagia, ingin berbulan madu, akhir nya mengurungi niat nya, ia lansung menuju kantor nya.
mama riska melihat anak nya pergi terburu-buru jadi penasaran, ''ada apa dengan revan kata nya dalam hati.
sementara delisa yang sejak tadi di dalam kamar tidak tahu apa-apa, ia sekarang merenungi nasibnya yang tak tentu arah, ia ingin sekali kabur tapi ia sudah di ikat dalam sebuah pernikahan, dan ia juga gak punya modal untuk pulang kampung, lagian penjaga rumah revan banyak sekali apalagi di pintu gerbang, delisa sekarang seakan hidup di kurung seperti burung di sangkar emas saja.
delisa masih memikirkan pacar nya di kampung, yang ia tinggal kan demi meraih cita-cita, menjadi wanita karir yang sukses, bagaimana ia akan menjelaskan nya nanti pikir nya, apa ia lupakan saja kekasih nya itu, apa ia tetap mempertahan kan nya.
tok tok tok...!
bunyi pintu di ketok dari luar, membuat delisa sadar dari lamunannya.
''delisa kamu lagi apa di dalam? apa mama boleh masuk?'' kata mama riska di balik pintu.
''gak ngapa-ngapain tante, silakan saja masuk,'' jawab delisa.
delisa berlari membukak pintu untuk mama riska, ''cekleek,'' bunyi pintu di bukak, silakan masuk tante, kata delisa.
''kenapa kamu masi manggil tante, sekarangkan kamu sudah nikah sama revan, panggil mama saja.'' kata mama riska.
''baik tan...eh mama,'' jawa delisa sedikit gugup.
''delisa mama mau ngajak kamu jalan-jalan keluar, kamu mau gak?'' tanya mama riska.
__ADS_1
''mau ma...lagian aku bosan di rumah terus,'' jawab delisa.
''ya sudah kamu bersiap lah, mama mau ganti baju dulu,'' kata mama riska lagi.
''baik ma.'' jawab delisa yang melihat mama riska berlalu dari kamarnya.
setelah mereka berdandan, mama riska mengajak delisa langsung jalan-jalan, ia mengajak delisa ke salon, dan berbelanja pakian, habis itu mengajak delisa untuk makan, delisa merasa canggung karena ia tidak biasa seperti itu.
mama riska merasa bahagia ia sekarang sudah ada menantu yang bisa ia ajak jalan-jalan, karna revan selalu gak ada waktu untuk nya, maklum revan kan sibuk kerja, bahkan sampai gila kerja pikir mama nya.
sementara itu, revan yang baru sampai di kantor nya sedikit terburu-buru menuju ruangan nya dan diikuti dengan asisten pribadinya yang tak lain adalah didit.
setelah sampai di dalam ruangan revan, didit mencerita kan masalah kantor kepada revan.
revan sedikit pusing mendengar kan nya, ia bingung kenapa salah satu rekan bisnisnya, menarik saham saham nya kembali.
hampir 2 jam masalah itu tak bisa di selesaikan, akhir nya revan merelah kan nya, masi banyak rekan bisnis nya yang lain yang mau di ajak bekerja sama pikir revan lagi.
tepat pukul 17:00 revan akhir nya pulang kerumahnya, ia di sambut dengan pelayan-pelayan nya yang sudah berdiri sejak tadi.
revan masuk ke kamarnya langsung, ia mencari isteri nya, tapi ia tak menemukan nya hingga ia kecewa, revan akhirnya masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih tubuh nya.
saat ia sudah keluar dengan rapi dan memakai baju santai nya, ia melihat delisa berdiri di balkon, ia langsung menghampiri delisa.
''kamu dari mana saja?'' tanya revan.
''aku tadi mencari mu?'' tanya revan lagi.
delisa hanya diam saja, ia sibuk memikir kan kata mama riska tadi, bahwa seorang isteri harus wajib melayani suami, termasuk melayani suami di atas ranjang, delisa sedikit malu tadi mendengar kata-kata mama riska.
revan yang di cuekin merasa jengkel dengan delisa, ia langsung memeluk delisa dari belakang, sambil berucap di telinga delisa, ''mengapa kamu tak menjawab sayang?'' tanya revan, ia sekarang suka memeluk delisa.
delisa akhir nya terkejut mendapat perlakuan seperti itu, ia akhir nya sadar dari lamunan nya.
__ADS_1
''kenapa tuan memeluk saya, lepasin sekarang juga,'' kata delisa, ia masi tak terima revan memeluknya.
''kenapa aku gak boleh memeluk kamu?'' tanya nya revan, ia malah tersenyum mendengar kata delisa.
''kamu mengapa tak menjawab pertanyaan ku?'' tanya nya lagi sambil mengecup rambut delisa dari belakang.
''aku gak mau menjawab nya,'' jawab delisa sambil berusaha lepas dari pelukan revan.
''kamu knapa pelit sekali berbicara, aku ini suami kamu, mengapa kamu mengabaikan aku,'' revan jadi kesal karna delisa mengabaikan nya.
''jangan jutek-jutek kenapa sih, jadi gak asik kalau kayak ini trus'', kata revan lagi sambil melepaskan pelukan nya dan beranjak dari kamar itu, meninggalkan delisa sendiri.
delisa yang melihat revan berlalu dan sedikit marah, akhir nya ia jadi kepikiran akan kata-kata revan.
''apa aku sudah keterlaluan ya?'' bertanya dalam hati.
''apa aku harus mintak maaf,'' kenapa aku hrus mintak maaf aku kan tidak bersalah,'' delisa bingung jadi nya.
delisa keluar kamar ia mencari revan, ia akhir nya ketemu revan di ruang keluarga, ia melihat revan dari jauh, sambil berjalan tak sengaja ia malah menabrak mama revan, ia sedikit malu.
''mama maaf kan aku,'' kata delisa ia langsung berbalik lagi ke kamar nya, ia tak melirik revan, ia malu sekali, ia mendengar revan menertawakan dia.
mama riska jadi bengong, ia menghampiri revan duduk di samping revan yang cekikikan melihat tingkah istri nya.
''kenapa dengan delisa revan? apa kalian ada masalah,'' tanya mama riska.
''gak tau ma...aku tadi cuma kesal saja melihat tingkah laku delisa yang mengabaikan aku.''
''oh....mungkin ia mau mintak maaf sama kamu, tapi ia takut mama rasa.''
''entah lah ma...bulan madu gagal, aku di cuekin nya trus, aku jadi betek klau kayak ini terus,'' ucap revan kepada mama nya.
''kamu gak boleh nyerah begitu, kamu yang sabar menghadapinya, mungkin ia sedikit ragu untuk menerima semua nya revan,'' mama riska manasehati anak nya.
__ADS_1
''baik lah ma...akan aku perjuangkan,'' kata revan lagi sambil berlalu.
revan masuk lagi ke kamar nya, ia melihat delisa yang lagi berbaring di sopa.