
revan sudah sampai di kantor nya, ia memasuki ruang kerja nya, dengan wajah yang masih kesal, membuat didit sedikit bertanya-tanya dalam hati, ''ada apa lagi ini bos kok wajah nya kesal begitu? apa ada masalah dengan nona delisa,'' pikir nya lagi.
didit sedikit takut untuk menegur bosnya, dengan hati-hati ia membaca kan apa saja jadwal kerja tuan nya hari ini.
revan benar-benar tidak semangat kerja hari ini, ia masih melamun saja, selang beberapa menit, terdengar oleh nya ketukan pintu dari luar, ''masuk,'' kata revan.
cekleek, bunyi pintu terbukak, dan masuklah seorang wanita yang berpenampilan sopan dan cantik, ia adalah seketaris revan.
''maaf tuan, ada nona rani ingin ketemu dengan tuan,'' kata wanita itu.
mendengar nama rani di sebut membuat revan langsung melihat kepada seketarisnya, sambil ia berucap ''apa? rani ingin bertemu dengan saya, di mana dia, suru dia langsung masuk,'' kata revan ia seakan tak percaya.
setelah itu seketaris revan keluar dari ruangan revan, ia memanggil rani untuk mempersilakan masuk di ruang revan.
''tok tok tok,'' bunyi pintu di ketok dari luar, silakan masuk kata revan.
cekleek bunyi pintu terbukak, dan masuklah seoarang gadis yang gaya nya gelamor dan sexsi ia melangkah menuju ke meja kerja revan dengan senyum yang terukir menggoda, ia adalah rani mantan kekasih revan yang usia nya sekitar 23 tahun.
revan melihat rani dari ujung kepalak sampai keujung kaki rani, sungguh rani sangat menggoda pikirnya, tapi kenapa hati nya tak tergoda sekarang, hati nya dan pikiran sekarang hanya tertuju pada delisa isteri kecil nya, yang gaya sederhana.
''apa kabar revan,'' kata rani ia langsung memeluk revan dan duduk di pangku revan.
revan melihat tingkah rani yang seperti itu ia mulai risih, entah kenapa ia tak berselera lagi dengan rani, padahal dulu rani yang ia tangisi dan ia rindui, tapi sekarang ia seakan tak punya perasaan apa-apa lagi dengan rani.
revan langsung melepaskan diri nya dari dekapan rani, ia berdiri dan sambil berucap, ''jaga batasan kamu rani, kita bukan sepasang kekasih lagi.''
rani yang mendapat perlakuan seperti itu dari revan ia sangat kecewa, sambil berkata ''mengapa revan bukan kah kita sering berpelukan seperti itu dulu, malah kalau dulu kau mendekap aku sangat erat kata rani.''
__ADS_1
''aku sudah menikah sekarang, dan kau bukan kekasih ku lagi, kau hanya mantan kekasih ku,'' kata revan lagi dengan tegas.
''aku tau kau sudah menikah revan, tapi bukankah semenjak aku tinggal kan dirimu kau sangat merindukan aku, tapi aku heran kenapa kamu tiba-tiba saja menikah dengan gadis lain sekarang, asal kau tau, aku selalu mengawasi mu dari jauh walaupun kita sudah berpisah waktu itu," ucap rani yang panjang lebar sedikit mendalam.
"itu dulu semenjak aku belum bertemu dengan delisa, aku akui aku sangat merindukan mu bahkan menggilai mu, tapi sekarang rasa itu sudah tak ada lagi, rasa itu sudah mati, asal kau tau hati dan pikiran ku hanya tertuju pada isteri ku sekarang, kata revan lagi, ia bergegas keluar dari ruangan nya.
saat di depan pintu ia bertemu dengan didit, ia seakan memberi kode, agar didit menahan rani jangan mengikuti dia lagi.
rani langsung mengejar revan, tapi langkah nya terhenti karna didit langsung menghalangi nya, tapi ia tak abis akal, ia langsung berucap, " revan asal kau tauh aku meninggal kan dirimu dulu karna kau tak punya waktu untuk ku, kau sibuk dengan kerja mu, bahkan kau gila kerja dahulu," sedikit berteriak.
tapi perkataan rani membuat revan berhenti untuk ia melangkah dan revan berpaling ke belakang, kesempatan itu tak di sia-sia kan oleh rani, ia bergegas menghampiri revan dan mengacuh kan didit yang sempat menghalangi nya tadi.
rani mulai berucap, ''revan aku masih sayang sama kamu, aku tidak bisah berpisah dari kamu untuk selama-lama nya, aku masih mencintai kamu revan, aku bodoh sudah meninggal kan diri mu,'' sambil menatap revan dengan dalam.
''semua sudah berakhir rani, aku tidak akan menduakan isteri ku, lebih baik kau cari lelaki lain yang bisa membuat mu bahagia, maaf kalau dulu aku tak punya waktu untuk hubungan kita, mungkin kita memang tidak bejodoh,'' kata revan lagi sedikit sendu.
revan yang mendengar perkataan rani, sempat berpikir, ''mengapa perkataan rani hampir sama dengan perkataan aku tadi pagi bersama mama dan delisa, apa ini kebetulan apa memang sesuatu yang akan terjadi, ah ini tak akan terjadi, aku hanya bisah mencintai satu wanita dalam hidup ini selain mama ku, sedangkan rani hanya masa lalu ku, lagian aku tak punya perasaan apa-apa lagi terhadap rani, di hati ku sekarang hanya ada delisa,'' pikir revan.
''aku tidak bisa rani, aku hanya bisa mencintai satu orang wanita yaitu delisa, lupakan lah aku masih banyak di luaran sana yang lebih baik dari ku, maaf aku sibuk aku mohon kau pergi lah aku tidak punya waktu yang banyak untuk melayani mu bicara, jawab revan lagi.
''aku tidak mintak jawaban mu sekarang revan, lebih baik kau pikir lagi, sebelum mengambil keputusan, aku akan setia menanti jawaban mu,'' ucap rani lagi sambil ia melangkah pergi dari hadapan revan.
revan akhir nya masuk kembali keruangan kerja nya, masih banyak pekerjaan nya yang belum selesai pikir nya.
sementara itu di rumah delisa sudah bersiap-siap untuk mengantar makanan siang untuk revan karna mama riska menyuruh nya, mama riska hanya takut kalau perkataan revan benar-benar di lakukan dengan revan mangka dari itu ia harus turun tangan untuk membuat delisa jatuh hati kepada anaknya, ''kalau sering bertemu otomatis pasti akan jatuh hati juga,'' pikir mama riska.
delisa sudah pergi ke kantor suami nya, setelah sampai di parkiran delisa sempat berpikir, ''bukan kah ini kantor tempat paman nya bekerja, ya ia ingat bagaimana waktu itu ia mengamati kantor yang megah itu, dan sempat berpikir mau bekerja disana, tapi tak ada lowongan untuk nya.''
__ADS_1
''nona sudah sampai, silakan nona masuk,'' kata pak sopir memecah kan lamunan delisa.
''oh ia, aku kedalam dulu,'' jawab delisa kepada pak sopir dengan sopan.
delisah melangkah kan kaki nya masuk ke kantor revan, di sana ia di hadang oleh sapam.
''maaf anda mencari siapa nya?'' tanya sapam itu kepada delisa.
''aku mencari suamiku yang bernama revan, ia bekerja di sini kalau gak salah alamat,'' jawab delisa.
''apa? nona isteri tuan revan?'' kata sapam itu.
''ia,'' jawab delisa lagi, belum sempat sapam itu mau berkata lagi, didit menghampiri mereka.
''kenapa kamu menahan isteri tuan berlama-lama di sini,'' marah didit kepada sapam.
''maaf pak didit aku tidak tauh kalau nona ini isteri tuan revan,'' jawab sapam.
''sudah kembali lah bekerja, biar aku mengantar nona ke ruangan tuan revan,'' ucap didit lagi, sedikit kesal.
''nona silakan masuk, ikuti aku saja, aku akan mengantar nona keruangan tuan revan,'' ucap didit kepada delisa.
delisa hanya mengangguk, dan melangkah masuk ke dalam kantor revan, mengikuti langkah didit, mereka menaiki lift menuju keruangan revan.
delisa sempat celingak celinguk sepanjang perjalanan nya masuk ke dalam kantor revan, ia mencari sesosok paman nya, ia berharap ketemu dengan paman nya.
setelah sampai di lantai paling atas, barulah delisa sampai di ruangan revan.
__ADS_1
''nona silakan masuk kata didit,'' mempersilakan delisa masuk keruangan revan.