Suami Ku Seorang Dokter Dingin

Suami Ku Seorang Dokter Dingin
Ngambek-Ngambekan


__ADS_3

Sudah tiga hari ini, Kya masih sering aneh dengan diri nya sendiri.


Terkadang, ia yang akan memasak pun, langsung menjauhi makanan itu.


Entah lah, Kya bingung dengan diri nya.


Namun, ia hanya menganggap itu masuk angin.


Karena memang, udara beberapa hari ini lebih dingin dan sering hujan.


Dan untuk sarapan pagi ini, Kya membuat roti yang di lapisi selai cokelat untuk dua porsi.


Satu nya lagi untuk Rey.


Dan dua gelas susu, dengan beda warna dan rasa.


Rasa cokelat dan vanilla.


Rey lebih menyukai rasa vanilla dari pada cokelat.


Berbanding terbalik dengan sang istri, Kya lebih menyukai segala yang berbau dan berasa cokelat.


Bahkan, dia menyetok beberapa wafer dengan lapis cokelat di apartment nya.


"Nanti kita ke rumah sakit ya"


"Aku ngga mau"


"Harus mau dong. Liat tuh muka kamu pucat kaya gitu."


"Ihhh pokoknya ga mau!"


"Aku ini suami kamu, ini perintah yang harus kamu ikuti. Lagian juga demi kesehatan kamu"


Tanpa sadar, Rey telah membentak Kya.


Meski suara nya tidak terlalu tinggi, namun dapat di dengar dengan jelas ada rasa kesal dan emosi dari suara itu.


"...."


Kya hanya diam kaget.


Jarang sekali ia mendengar Rey meninggikan suara nya seperti itu.


Karena, biasa nya Rey sangat dewasa dan penyayang.


"Huffttt. Kamu habis in roti kamu dan susu cokelat nya. Setelah itu istirahat. Aku mau kerumah sakit"


Rey pergi begitu saja.


Ia masih kesal kepada Kya.


Entah lah, sudah beberapa hari ini, sikap nya menurut Rey sangat kekanak-kanakan.


Sering emosi, terkadang malas, bahkan seperti tadi, susah jika di kasih tau.


Rey juga manusia biasa.


Bisa marah jika hati nya merasa tak enak.

__ADS_1


Dan biasanya, jika ia marah, ia akan bersikap dingin, diam, bahkan ia akan pergi menenangkan diri sejenak.


Ya allah, maaf kalo Kya udah ga nurut sama Kak Rey tadi.


Pasti dia marah banget.


Gimana ya , cara nya supaya dia ngga marah lagi?


Duhh, otak aku lagi ngga bisa mikir nih.


Mendingan sekarang habisi sarapan, terus istirahat dulu ah, sesuai dengan perintah dokter!


Kya masuk ke kamar nya, ia baring di kasur nya itu.


Memejamkan mata,dan tak terasa hampir jam sebelas ia bangun.


Ia masak makan siang.


Rencana nya, Kya akan membuat kan Rey makan siang dan meminta maaf.


****


Di ruangan Reymond


Tok ... tok ... tok...


"Masuk !"


Ceklekk..


Suara pintu di buka.


Kya masuk , ia melihat Rey yang sedang membaca sesuatu di kertas yang di pegang nya.


"Kak ... "


Suara itu?rey menoleh dan melihat Kya membawa dua kotak yang seperti nya makanan.


"Ya?"


"Aku mau ngomong sama kamu"


"Ngomong aja."


Rey masih sibuk dengan kertas yang di baca nya.


Kya duduk di sofa ruangan itu.


"Kamu ngga mau dekat sama aku?sini dong,kamu duduk di sofa ini biar aku enak ngomong nya"


"Aku lagi sibuk baca dokumen ini. Kalo mau ngomong,ya ngomong aja."


Kurang merasa puas dengan ucapan Rey, akhirnya Kya berjalan ke arah Rey yang masih duduk di kursi kebesaran nya.


Berdiri di samping Rey


"Ak-aku minta maaf ya sama kamu, aku salah tadi udah ngga dengerin kamu. Kamu kesel ya sama aku?aku bener-bener minta maaf sama kamu, kak"


"Udah lah gpp kok"

__ADS_1


"Aku tau kamu masih marah sama aku. Aku ngga berniat buat cuekin kamu kaya gitu. Sekali lagi aku minta maaf , kak!"


"Udah, udah ngga usah nangis. Aku udah maafin kamu dari tadi kok. Aku juga minta maaf kalo aku tadi ngebentak kamu dan langsung pergi gitu aja. Jujur tadi aku marah, tapi sekarang ngga kok."


"Kamu udah maafin aku?"


"Udah. Masa iya seorang Reymond pendendam sih sama istri nya, ngga bergaya banget!"


"Hahahah kamu tuh!"


"Oh iya , aku bawain makanan untuk kamu"


"Yuk makan."


Begitulah Reymond,pria dingin jika emosi dan dingin ketika berhadapan dengan orang yang tidak terlalu di kenal nya.


Semua nya akan berubah jika sudah ada orang yang bisa meluluhkan hati dan menciptakan suasana baru.


Di sela-sela makan siang nya, mereka juga sempat bercerita dan tertawa.


"Kamu tahu ngga?Tadi aku habis operasi, terus kabar buruk nya pasien aku meninggal."


"Oh ya?innalillahi "


"Ya,terus keluarga nya ngga terima gitu. Kata nya aku udah ngelakuin hal bodoh dan teledor sampe ngga bisa nyelamatin nyawa orang itu"


"Terus gimana?kamu doang yang di tuduh gitu"


"Ngga sih.Ada dokter lain juga. Tapi, aku udah pernah juga ngalamin hal kaya gini sebelumnya. Jadi, udah di maklumi juga."


"Sabar ya , kak"


"Iya.Gpp kok. Kamu gimana?kondisi kamu?"


"Udah baik-baik aja. Tadi aku juga udah sarapan, bahkan juga udah tidur, beres-beres, terus masakin kamu dan kesini deh"


"Vitamin nya udah di minum?"


"Udah. Sesuai dengan perintah dokter Reymond yang terhormat,semua udah aku lakuin.


"Nah, gitu dong. Baru nama nya istri pinter"


"Hahahah"


(Eh,btw guys,soal cerita Rey ke Kya tentang operasi itu , cuma cerita nya doang kok.


Bukan konflik baru,jangan salah tanggap ! )


_


_


Follow Instagram author yuk


@joicedwnta_


****


Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!

__ADS_1


Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.


Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa**..!!


__ADS_2