Suami Ku Seorang Dokter Dingin

Suami Ku Seorang Dokter Dingin
Persiapan Kejutan


__ADS_3

Saat ini, mereka sudah ada di apartment.


Semenjak adanya Ryden, suasana semakin heboh.


Setiap hari ada ketawa kecil dari nya dan juga tangisnya.


Seperti saat ini, saat Ryden sedang di mandikan.


Bayi itu terus saja menangis.


Apa mungkin karena tidak ingin mandi? atau karena air nya tidak menyegarkan?


"Sayang, sudah dong nangis nya, cup, cup. Nah, sudah selesai mandi nya."


Dan benar saja, setelah selesai mandi, bayi itu sudah tak menangis lagi.


"Kenapa sih, kamu nangis gitu? hem? kamu mau main sama Bunda? atau sama Ayah?"


Dan bayi itu tersenyum dengan bahagia nya.


"Tapi, sabar ya sayang, Ayah belum pulang kerja. Sebentar lagi pulang kok. Kamu sekarang main sama Bunda aja yaa"


Setelah itu, ia mengajak Ryden untuk bermain-main.


Dengan mainan anak yang sempat ia belikan waktu itu, mainan itu berbentuk bulat dengan suara-suara dan ada lampu berwarna-warni yang terus berganti.


Dan Ryden sangat senang sekali nampak nya.


Asyik bermain, dan kini putra nya itu seperti mengantuk.


Dengan telaten, ia pun memberikan ASI dan bayi nya tertidur.


30 menit kemudian, Rey pulang.


"Kakak, udah pulang?"

__ADS_1


Sudah menjadi kebiasaan nya, untuk selalu menyambut Rey ketika pulang dan memberikam sapaan dengan senyuman hangat.


"Iya, Ryden mana?"


"Udah tidur, kamu mau makan dulu?"


"Iya, tapi mau bersih-bersih dulu sih."


"Yaudah, aku siapin dulu aja."


Setelah makanan siap, dan Rey pun makan.


"Tadi gimana, ngurus Ryden nya?"


"Asik, tapi kadang aku masih bingung aja, kalo Ryden nya nangis gitu."


"Jadi, kamu mau terima tawaran aku buat cari pengasuh anak?"


"Nggak! Pokoknya aku akan tetap berusaha jadi Bunda yang akan selalu pantau kegiatan Ryden. Aku nggak mau lewati perkembangan Ryden setiap hari nya, kak"


"Yaudah, kakak juga nggak akan maksa kamu. Tapi ingat ya, kalo suatu saat nanti kamu kerepotan, kita akan tetap cari pengasuh."


****


Saat ini, mereka yang awalnya hanya berdua, kini telah menjadi tiga.


Dengan kehadiran nya Ryden.


Ryden yang melengkapi bahagia nya suasana.


Seperti saat ini, Kya sedang mengarahkan kamera ponsel nya untuk mengambil foto.


Begitu juga dengan Rey yang berada di sebelah kanan Ryden dan Kya di sebelah kiri Ryden.


"Satu, dua..."

__ADS_1


Cekrek.. cekrek...


"Nah, sekarang ganti gaya"


Mereka bahkan sekarang seperti anak remaja yang hobi berpose.


Setelah puas berfoto, mereka pun bersiap tidur.


Kali ini, dengan Rydan berada di antara mereka.


Yaa, mereka tidur bertiga.


Dua orang tua muda itu saling memeluk Rydan seolah menunjukan betapa bahagia nya mereka.


****


Hari ini, Kya sedang berada di rumah mamanya.


Dia juga membawa Rydan bersamanya.


Sedangkan Rey, ia di Rumah sakit untuk menjalankan pekerjaan nya sebagai dokter bedah.


"Jadi, gini ma, rencananya Kya akan buat kejutan buat kak Rey. Mama bisa kan lusa ke apartment?"


"Mama sih, bisa aja. Ngomong-ngomong, rencananya kaya apa?"


"Jadi, Kya bakalan undang temen dekat aja sama keluarga. Karena ini juga cuma kejutan yang nggak terlalu heboh juga sih. Kya mau yang sederhana aja. Tapi, tetap terkesan bagus dan bisa menjadi kenangan juga."


"Oke, nanti mama akan bilang ke papa juga ya. Semoga aja papa bisa pulang dari luar kota sebelum kejutan berlangsung"


"Makasih ya ma"


****


Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!

__ADS_1


Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.


Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa****..!!


__ADS_2