
Semakin berjalan nya waktu, semakin aneh pula tingkah laku Kya kepada Rey.
Hal itu membuat nya semakin stres, emosi, kesal, marah.
Di tambah lagi, ada masalah di rumah sakit yang rumit.
Ia harus menyelesaikan masalah di rumah sakit, hingga kadang membuat nya pulang larut malam, bahkan juga harus pergi mendadak ke Rumah Sakit.
Karena, ia sebagai dirut di rumah sakit membuat nya harus siap siaga bila ada insiden yang harus di bereskan kapan pun dan bahkan dimana pun.
Beberapa hari ini, Rey bolak-balik ke luar kota.
Seulang dari luar kota, malah mendapati Kya sedang meracau tak jelas.
Pusing?kesal?lelah?sudah pasti di rasakan oleh seorang dokter muda Reymond.
"Aku tu pusing lama-lama kalo sikap kamu kaya gini terus Kya ! "
"Kamu tuh apa-apa an sih, malah nyalahin aku lagi ! "
"Kamu harus nya sadar dong!kamu udah dewasa,jangan sersikap kayak anak-anak kaya gini. Aku tu capek sama kamu"
"Apaan sih ! Kamu jangan nyalahin aku terus dong! "
"Terus mau kamu apa haa!?!? "
"...."
"Aku mau kita tenangin diri dulu lah. Capek aku sama sikap kamu. Malam ini aku akan tidur di kamar tamu."
Rey akhirnya tidur di kamar tamu sendiri an.
__ADS_1
Sementara Kya, ia tetap di kamar yang biasa nya di tiduri.
Sudah pasti ia menangis di kamar nya itu.
Lelah menangis, ia tertidur dengan sendiri nya .
Rey merasa gerah dan ingin mendingin kan badan nya dengan air dingin.
Sebelum ia mandi, terlebih dahulu ia ke kamar biasa nya dengan Kya.
Membuka pintu dengan pelan, dan melihat Kya sudah tertidur dengan masiha ad bekas air mata di pipi nya.
Maaf ya Kya, jujur aja aku capek, bingung, apa sih yang sebenar nya harus aku lakukan.
Aku harap kamu ngerti ya, mungkin kita juga butuh waktu untuk sendiri-sendiri dulu ya.
Semoga ketika bangun di pagi hari besok, masalah nya semua udah selesai ya.
Berharap, hari esok akan lebih baik dari hari ini, semoga saja, aminn🙏🏻
***
Pagi hari ini, tampak nya tak ada yang berbeda dari semalam tadi.
Tetap sama, mereka masih saja berdiaman hanya sekilas memandang lalu kembali membuang muka.
Kya tetap menyediakan keperluan Rey, seperti sarapan, baju kerja, dan masih mengantarkan Rey sampai depan pintu apartment .
Di Rumah Sakit, Rey kembali bersikap dingin.
"Dokter, masalah waktu itu di rumah sakit, masih belum selesai, mungkin beberapa kali lagi, dokter akan terus ke luar kota"
__ADS_1
"Serahkan saja pada wakil dirut. Kepala saya pusing , lagian saya juga ada masalah keluarga, "
"Maaf dokter, kalo begitu saya akan menyerahkan ke wakil dirut. "
"Ya. Oh ya sekalian, untuk pemeriksaat pasien dari jam satu hingga sore nanti, tolong suruh dokter lain menggantikan saya,"
"Kalo boleh tahu, kenapa dok?"
"Kepala saya pusing. Saya cuma ngga mau salah dalam pemeriksaan nanti cuma karena saya sedang tidak fokus
"Baik dokter"
_
_
Follow Instagram author yuk
@joicedwnta_
Dan Baca juga karya baru aku
IBU KU BERBEDA
Terima kasih🌹
****
Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!
Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.
__ADS_1
Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa**..!!