
"Permisi, dokter Rey ada hal yang perlu saya bicarakan pada dokter, bisa ikut saya sebentar?"
"Ya, dokter Dika mari bicara di luar"
"Jadi begini, sepertinya Nona Kyara stres dan lelah, itu yang menyebabkan dia pingsan."
"Ya, saya akan lebih memperhatikan nya lagi, lalu ?"
"Fikiran yang mengganggu nya tidak baik untuk kesehatan jbu hamil seperdi dia. Apalagi ji-"
"Hamil?"
"Ya?"
"Kyara hamil? syukurlah"
"Maaf, apa dokter Rey belum mengetahui ini sebelumnya?"
"Belum, saya bahkan nggak nyangka saat ini"
"Ohh begitu. Kalau menurut saran saya, dokter bisa langsung menanyakan ini kepada dokter kandungan agar lebih jelas."
"Baik. Ohh ya, untuk itu, saya akan menjadi dokter bagi Kyara. Biar saya saja yang menggantikan tugas mu untuk memeriksa keadaan Kyara."
"Baik, saya permisi dulu dokter Rey"
Di ruang rawat Kya
Perlahan ia membuka mata nya. Ia mengerti dengan keadaan sekitar nya. Dinding polos berwarna putih, infus, ruangan yang luassudah pasti di rumah sakit.
Menatap sekitar, hanya ia sendiri.
Tidak ada siapapun lagi di sana.
"Kak?"
Ceklekkk
Pintu di buka.
__ADS_1
Tibalah sosok yang ia cari, Reymond.
"Hai, kamu mau minum?"
"Ia,"
Rey mengambilkan air mineral dan membantu Kya minum.
Setelah selesai, ia meletakan kembali.
"Maaf ya, aku tadi nggak ada niat atau maksud apapun untuk belain Vivi. Kamu salah paham. Aku cuma ngga mau kalo kamu terlibat urusan sama Vivi. Vivi itu wanita yang nggak akan mau menyerah, aku cuma takut kalo kamu di apa-apain nya di belakang aku"
"Iya-iya nggak apa-apa kok. Aku juga minta maaf"
"Iya sayang. Gimana rasanya badan kamu?"
"Lemas, capek, pegel, aku laper"
"Waww, komplit banget ya, hahaha aku bakal beliin kamu makanan. Kamu mau apa? "
"Aku mau kepiting, cumi, ayam bakar"
"Tadi nawarin, taunya nggak boleh, gimana sih dokter Rey yang terhormat?"
"Ahahahh aku keluar dulu beli makanan"
"Cepetan"
Rey berniat membeli makanan itu di sebuah tempat sederhana, mirip seperti rumah makan, namun tempat itu hanya menyajikan bubur.
Mulai, dari bubur putih, bubur kacang ijo, pokoknya hampir semua menu bubur ada di sana.
Selain itu, tempat itu juga sudah menjadi tempat favorit Kya ketika ngin bubur.
Tempat nya bersih, buburnya enak, dan banyak pengunjung yang datang menandakan sudah pasti enak!
Ohh iya, Kya sengaja meminta bubur yang di luar rumah sakit karena jika memakan makanan yang di sediakan di rumah sakit, menurut nya sensasi rasanya berbeda.
Setelah membeli bubur, Rey kembali ke ruangan perawatan Kya di Rumah Sakit.
__ADS_1
"Kya, ini bubur nya, biar kakak suapin ya "
"Hem"
Dalam 10 menit, bubur itu habis.
"Nanti minum obat terus jangan lupa makan buah nya ya?"
"Iya"
"Kamu, nggak ada yang mau di kasih tahu?"
"Hemm, nggak ada, emang nya ada apa?"
"Eh nggak kok gapapa"
Apa mungkin Kya belum tahu ya, soal kehamilan nya?
Tapi kayak nya memang belum deh.
Kalau gitu, lebih baik aku kasih tahu nya besok aja kalau udah pulang lagi ke apartment.
Setelah itu, Rey menyuruh Kya untuk minum obat, makan sedikit buah, minum air mineral, dan tidur.
Rey begitu telaten merawat Kya.
Setelah memastikan Kya tidur, ia kembali menjalankan profesi nya sebagai dokter.
Ia memeriksa pasien nya.
Namun, tentu saja berbeda perhatian nya dengan pasien.
Ia akan bersikap professional dan tegas.
****
Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!
Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.
__ADS_1
Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa**..!!