Suami Ku Seorang Dokter Dingin

Suami Ku Seorang Dokter Dingin
Ngidam Kue Cokelat?


__ADS_3

Happy Reading


^~^


Hari kedua Kya berada di rumah sakit.


Pagi ini, Kya baru saja bangun dari tidur nya.


Semalaman tidur nya rasa nya kurang nyenyak.


Maklum saja, ia tidur di kasur rumah sakit.


Ia di temani oleh Rey.


Rey menyuruh suster untuk menyiapkan kasur satu lagi untuk dirinya.


Ruangan yang luas tentu saja bisa di lengkapi dengan fasilitas yang lebih baik.


"Morning, Kya"


"Morning kak"


"Gimana?udah ngerasa lebih baik?"


"Udah, tapi masih lemas aja "


Rey memeriksa keadaan Kya secara keseluruhan.


Hasilnya normal.


Luka-luka bekas perkelahian nya dengan Vivi pun sudah mulai hilang jejak nya.


Namun, ia belum memeriksa kan kandungan Kya secara keseluruhan ke dokter kandungan karena ia ingin memberi kejutan saat di rumah.


Ia juga tadi sudah menyuapi Kya bubur putih.


"Kak, aku mau kue cokelat."


"Kue cokelat? tapi kakak habis ini harus praktek lagi, hem gini aja eh, kakak suruh Defan aja ya buat beliin kue nya."

__ADS_1


"Yaudah nggak apa-apa kok"


Rey menelvon Defan untuk membeli kue sesuai dengan permintaan Kya.


Ia sebisa mungkin menuruti permintaan Kya, selagi bisa di turuti dan masih masuk akal, kenapa tidak?


Ia juga sempat berfikir apakah ini ngidam?


Entah lah, bahkan ia belum sempat memeriksa kandungan Kya secara menyeluruh.


Tapi, ia sempat menyuruh dokter kandungan untuk memeriksa Kya.


Dan menurut nya, janin nya sehat.


Setelah selesai menelvon Defan, ia langsung menuju ruang praktek nya.


Memeriksa pasien sambil menunggu Defan datang.


20 menit kemudian, Defan datang dan langsung menyerahkan kue itu kepada Rey.


Rey membawa kue itu ke Kya.


"Ini, kue nya udah datang. Mau dimakan sekarang?"


"Kakak kamu mau datang?"


"Ia. Tadi dia telvon aku katanya mau datang. Dia juga titip permintaan maaf tadi karena kemarin nggak sempat jengukin."


"Oo udah dalam perjalanan?"


"Iya udah. Bentar lagi sampe"


"Yaudah kakak tungguin kamu aja sampe mereka datang."


"Iya. Kakak mau? aaakkkk"


Kya mengarahkan kue nya kepada Rey.


Dan Rey memakan nya.

__ADS_1


"Gimana?enak?"


"Biasa aja sih. Rasa coklat"


"Kan emang belinya rasa cokelat, gimana sih"


"Hahahahha kamu nih lucu"


"Kakak tuh yang lucu,huft"


Tak lama kemudian pintu di ketuk.


Dan muncullah pasangan serasi itu.


"Hai, Kyaaa, kamu gapapa?kok bisa gitu sih?"


Saat Raisya masuk, ia langsung memeluk Kya.


"Gapapa kok kak. Udah lebih baik juga"


"Syukurlah"


"Eh, kalo udah ada kalian, aku pamit dulu ya, mau praktek dulu"


"Kerja yang bener pak dokter"


"Siap kakak ipar"


Sebelumnya, Rey juga sudah berpelukan kepada Bryan, berpelukan ala laki-laki.


Masa ia gentleman pelukan nya erat banget, kan gk lucu:v


Setelah itu, Rey kembali ke ruang praktek nya dan melanjutkan pekerjaan nya sebagai dokter.


Satu jam setelah nya, Bryan dan Raisya juga berpamitan karena Bryan harus kembali ke kantor nya.


****


Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!

__ADS_1


Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.


Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa**..!!


__ADS_2