
Happy Reading🌹
Hari yang di nanti telah tiba.
Kini, saat nya penantian berharga akan segera datang.
Buah hati yang di jaga dan di bawa kemana-mana selama berada di dalam perut, sudah hendak keluar dan ingin menghirup aroma bumi.
Ingin merasakan sentuhan lembut tangan orang tua nya, ingin merasakan di jaga dan di lindungi sepenuh hati.
Dan, ingin melihat wajah orang tua nya yang sedang menyambut nya dalam kebahagiaan.
"Sayang, kamu harus kuat, kamu pasti bisa, kakak yakin kamu akan bisa melewati masa-masa ini."
"Aku akan berusaha"
"Kamu akan menjadi sosok Ibu yang terbaik yang pernah ada di keluarga kecil kita. Kakak akan selalu ada disini, di samping kamu, ketika nanti bayi itu mulai membuka mata dan melihat indah nya dunia."
"Doakan aku"
"Selalu, insyaallah, doa kita, penantian kita akan menjadi berkah"
***
Ruang Persalinan
"Kamu pasti bisa, percayalah, Allah akan melihat kesungguhan dan ketangguhan mu dan insyaallah akan menjadi pahala yang luar biasa"
"Bismillahirrohmanirrohim"
Saat itu, Kya sedang di ruang persalinan dengan di temani Rey.
Ia menjalani persalinan dengan proses normal.
Seperti novel pada umumnya, Rey menawarkan untuk melakukan operasi saja.
__ADS_1
Dan, Kya bahkan menolak ajakan itu karena menurutnya ia ingin merasakan perjuangan Ibu yang sesungguhnya.
Padahal, operasi atau normal sekalipun, itu tak akan mengurangi sosok kepahlawanan seorang Ibu.
Namun entah lah, jika Kya mau nya normal saja, maka ia akan menuruti itu.
Saat itu, Kya sedang mengejan sesuai dengan anjuran dokter.
Ia berusaha agar anak nya dapat lahir dengan selamat ke dunia.
Sebagai lelaki yang yang sangat mencintai istrinya itu, Rey tampak mulai mengeluarkan air mata nya.
Dan benar saja, satu tetesan bening itu mulai keluar dan membasahi pipinya.
"Kakak sayang kamu"
Bisik Rey kala itu.
Inilah momen pertama kali nya Rey menyaksikan orang yang di cintai nya tengah berjuang dengan setangguh itu.
07.33 Waktu Setempat.
Dan pada waktu itu, terdengar lah suara bayi nya lahir.
"Terimakasih sayang, kakak menyaksikan sendiri bagaimana dirimu berjuang menjadi Ibu, dan kini, bayi mungil ini akan menjadi buah hati yang dapat membanggakan kita."
"Aku sangat bahagia"
Bahkan, sebelum di bersihkan, Kya sempat melihat wajah bayi tampan nya itu.
Dan air mata nya pun, tak bisa di sembunyikan lagi.
***
Kini, Kya telah di pindahkan ke ruang rawat.
__ADS_1
Dan bayi nya itu, berada di lengan nya.
Serta Rey yang juga duduk di dekat nya.
Keluarga mereka juga datang untuk melihat si kecil dan Ibu muda itu.
"Jadi, kakak mau ngasih nama siapa buat bayi tampan ini?"
"Rydan Keyan Pratama"
"Bagus, semoga kamu bisa menjadi anak yang baik, ya sayang, Rydan."
"Wajah nya mirip kita berdua. Mata nya mirip kamu, hidung nya mirip kamu, dan bibir nya mirip aku, tapi, bentuk wajah nya juga mirip aku."
"Iya, aku senang ada wajah kita di wajah nya"
"Hahahah"
"Kakak akan melindungi kalian berdua. Menjadi suami untuk istri nya, yaitu kamu, dan menjadi Ayah untuk Rydan."
"Aku juga akan berusaha menjadi Bunda yang baik lagi."
*****
(****Aku tidak menjelaskan proses kelahiran nya Ryden secara detail.Jadi, ikuti saja alurnya🍃)
Ryden \= Rayden**
Jadi, sebutan untuk nama nya adalah RAYDEN tulisnya RYDEN.
****
Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!
Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.
__ADS_1
Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa****..!!