Suami Ku Seorang Dokter Dingin

Suami Ku Seorang Dokter Dingin
Permen Lolipop


__ADS_3

Hari ini, Kya masih berada di rumah sakit.


Sangat bosan rasanya berada di kamar.


Hanya sesekali ia di perbolehkan keluar kamar, ia ke taman rumah sakit dengan pengawasan Rey.


Kakak masih praktek, aku bosen banget di kamar sendirian gini. Keluar kamar boleh nggak ya? hem, boleh kali yaa.


Akhirnya, Kya keluar kamar. Ia berjalan sendirian. Tadi, suster juga sempat menawarkan kusi roda, tapi ia menolak.


Dengan tangan yang masih di infus, ia melewati beberapa pasien lain yang sedang memeriksa kan diri.


Bahkan tadi juga ada pasien baru yang datang dengan luka di kening.


Mungkin saja, orang itu kecelakaan.


Ia akhirnya sampai juga ruangan praktek Rey.


Masih ada satu pasien yang duduk di kursi tunggu.


Ia berjalan memasuki pintu dan mendekat ke arah Rey.


Sebelumnya, suster Ayla juga sudah bertemu dengan Kya dan mempersilahkan nya masuk.


"Kakak"


"Lho? Kya? kamu kok disini?"


"Aku bosen di kamar. Aku mau disini nggak apa-apa kan?"


"Kamu tuh, harusnya istirahat. Kok malah jalan sih. Nggak pake kursi roda?"

__ADS_1


"Iii kakak! Aku itu cuma kecapean bukan nya lumpuh, opsss"


"Sayang! Omongan nya, gak baik bicara kayak gitu"


"Eh iya maaf-maaf ya. Gak sengaja kak. Hehe kelepasan"


"Yaudah. Kamu duduk aja disitu. Ini bentar lagi juga udah nggak ada pasien nya."


"Iya."


Begitu lah Rey.


Lelaki yang dulu dingin dan hanya bisa berbicara banyak ketika berhadapan dengan orang terdekat.


Kini, sifat itu sudah berubah. Ia menjadi lembut, hangat, dan perhatian kepada Kya. Dan ia juga akan menegur Kya jika ada kata-kata nya yang kurang baik atau tidak sopan.


Berusaha menjadi suami dan pribadi yang lebih baik tidak ada salahnya bukan?


"Kakak, aku mau permen lolipop"


"Permen lolipop? nggak salah?"


"Nggak lah. Aku mau, beliin ya?"


"Kakak suruh Defan aja, gapapa kan?"


"Kenapa suruh Defan terus sih? Kakak aja yang pergi beliin. Lagian juga udah selesai kan praktek nya?"


"Yaudah. Sebelumnya, kakak antar kamu ke kamar kamu dulu."


"Yuk"

__ADS_1


Selesai memapah Kya ke kamar perawatan nya, Rey berpamitan untuk pergi ke tempat orang menjual permen itu.


Setelah membeli pesanan Kya, Rey singgah sebentar ke tempat perbelanjaan modern untuk membeli buah.


Mengingat, stok buah di kamar Kya sudah mau habis.


Ia membeli buah, dan juga membeli roti cokelat yang sudah ia pastikan bagus dikonsumsi oleh ibu hamil.


"Kakak, gimana?ada permen nya?"


"Ada kok. Ini, ini juga ada buah, sama roti cokelat buat kamu."


"Uluu uluuu... baik banget, minta permen, eh ditambahi roti sama buah juga. Makasih ya kakak"


"Sama-sama. Nanti dimakan ya"


"Iya. "


Setelah itu, Rey mulai beranjak dari duduk nya dan berjalan ke kamar mandi.


Tentu saja ia akan mandi di sana.


Sudah tiga hari Kya dirawat, dan sejak itu pula ia jarang pulang ke apartment nya.


Terkadang ia hanya pulang mengambil baju ganti dan menaruh baju kotor untuk di cuci.


****


Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!


Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.

__ADS_1


Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa**..!!


__ADS_2