
Esok hari nya
Kyara sedang menikmati biscuit nya dengan segelas susu cokelat.
Ia tak ingin makan nasi atau makan berat lain nya untuk saat ini.
Entah lah, apa kah karena stres dengan permasalahan nya dengan Rey, atau ada hal lain yang sedang di rasakan nya?
Hmm, Kya tak mau terlalu berlarut dalam kesedihan.
Jika ia terus membiarkan diri nya tidak makan karena sedih, maka ia pun akan sakit.
Kya masih berada dalam pemikiran matang nya.
Ia juga masih bisa berfikir secara waras untuk kesehatan nya.
Jika ditanya soal Rey?
Tentu saja ia akan tetap sedih karena saat ini mereka sedang bertengkar.
Tampak nya, kali ini ego sama-sama mengalahkan mereka.
Bosen juga lama-lama cuma di sini aja. Ke rumah sakit ga ya? ehh tapi, ntar kalo ternyata kak Rey masih marah gimana? tapi.... ahh udah lah ke rumah sakit aja. Siap-siap dulu deh...
Setelah sibuk bertengkar dengan fikiran nya sendiri, akhitnya Kya memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit menemui Rey.
Setelah berfikir-fikir, jika kesalahan terus berlanjut, maka tak akan dapat penyelesaian.
Selalu berfikir dewasa ternyata tidak lah mudah, kadang fikiran masih terlihat kekanak-kanakan hingga ego pun menguasai.
Kya pergi mengunakan mobil pribadi nya, dengan kecepatan sedang, ia tak ingin lagi mengendarai dengan kecepatan tinggi yang bisa membuat nya celaka.
Akhirnya, sampai lah ia di Rumah sakit.
Berjalan menuju ruangan praktek Rey.
Ada beberapa pasien terlihat duduk di kursi tunggu sambil menunggu nomor antrian nya di panggil.
Kya melihat suster Ayla berdiri di dekat pintu memanggil pasien berikutnya.
"Hai suster Ayla"
"Eh mbak Kya, mau nyari Dokter Reymond ya?"
__ADS_1
"Iya suster. Masih lama nggak ya?"
"Hemm coba saya panggili dulu ya mbak, soalnya di dalam masih ada pasien lagi"
"Iya, saya tunggu di sini ya"
"Iya mbak"
Suster Ayla masuk ke ruang praktek itu dan berbincang dengan Rey.
Beberapa menit kemudian, ia di suruh ke ruangan Pribadi Rey di lantai atas.
Beberapa menit duduk di ruang Pribadi Rey, muncullah Rey masih dengan pakaian khas dokter nya.
"Kak,"
"Kamu ngapain ke sini?"
"Kak, aku rasa kita ngga seharusnya kayak gini terus. Kita udah sama-sama dewasa, harus nya kan ngga perlu bersikap seolah masih pacaran kan. Kya minta maaf kalo udah nentang kakak lagi"
"Hem ak-"
Baru saja ingin memulai pembicaraan, telvon Rey berdering.
"Sebentar, ini telvon penting"
"Iya gapapa kok"
Rey mengangkat telvon nya.
"*Hallo, Fan ada apa?"
"..."
"Harus gue banget? udah ada utusan gue yang mewakilin, emang nya lo ga tau?"
"..."
"Perlu berapa hari?"
"..."
"Oke gue berangkat sore ini*, "
__ADS_1
"..."
"Iya"
Setelah menerima telvon, terlihat wajah Rey yang malas.
"Kenapa kak?"
"Kakak harus ke luar kota lagi. Maaf ya, pembicaraan kita tadi kita tunda dulu. Yuk pulang, kakak mau ambil pakaian dulu abis itu berangkat"
"Ohh gitu,ya-yaudah"
Kecewa?ya, Kya kali ini benar-benar kecewa.
Bagaimana tidak, baru saja ingin memperbaiki, sudah gagal lagi.
Kali ini, kesempatan dan kebersamaan tidak berpihak pada mereka lagi.
Apalagi, mereka melajukan mobil masing-masing, semakin tidak ada kesempatan berbicara.
Rey hanya pulang lalu mandi, Kya yang menyiapkan baju nya.
Memang tidak banyak karena Rey hanya pergi dua hari dua malam.
_
_
Follow Instagram author yuk
@joicedwnta_
Dan Baca juga karya baru aku
IBU KU BERBEDA
Terima kasih🌹
****
Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!
Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.
__ADS_1
Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa**..!!