
Di usia kehamilan Kya yang sudah 8 bulan, mulai membuat mereka mempersiapkan keperluan nya.
Dan hari ini, mereka telah tiba di salah satu mall di kota nya.
Mereka mencari baju-baju untuk cowok.
Karena memang, sesuai dengan hasil, calon bayi itu memiliki jenis kelamin pria.
Kya mulai semangat mencari baju untuk calon anak nya.
Kya banyak mengambil baju berwarna putih, sedangkan Rey mengambil dengan warna biru.
"Udah kak, gak usah banyak-banyak banget. Nanti kalau badan nya udah agak besar, pasti gak muat lagi. Sayang tahu kalau banyak-banyak gini beli nya."
"Yaudah, terus beli apa lagi?"
"Kita beli yang bagian di sana aja"
"Yuk!"
Kya memilih tempat tidur khusus bayi.
Dan lagi-lagi, mereka berdebat kecil soal warna.
"Masa yang biru sih? Yang putih lebih bagus kak!"
"Yang putih itu udah biasa warna nya. Kalo yang biru kan lebih keren, cowo itu harus cool ! "
"Yang putih juga bagus kok!"
Sampai-sampai pelayan wanita di toko itu menahan senyumnya.
"Hem, mba, mas, saya juga bisa tunjukin tempat tidur dengan warna yang lain"
"Yaudah, kita lihat dulu"
"Mari"
Dan pelayan itu menunjukan tempat tidur dengan warna kombinasi.
Antara putih dan biru muda.
"Nah, ini mas, mba, bagaimana? kalian mau ambil yang ini?"
"Mba nya gimana sih, ngapain gak dari tadi di tunjukin."
"Eh, maaf mas "
Dan, perdebatan singkat itu berakhir dengan keputusan mereka yang mengambil yang warna kombinasi.
__ADS_1
Selanjutnya, mereka juga membeli kelambu yang ukuran nya hampir sama dengan tempat tidur.
Membeli kaos kaki, dan sarung tangan.
Serta popok, pempers , dan beberapa perlatan mandi, serta sabun yang memeang khusus untuk bayi, serta berbagai macam kebutuhan calon bayi nya itu.
"Udah semua?"
"Udah, kak, capek banget aku, kita pulang aja yuk!"
"Yuk"
Akhirnya mereka pulang ke apartment .
******
20.00, Sesudah makan malam
Saat malam ini, Kya mengeluh tangan nya pegal.
Dan dengan murah hati, Rey memijat kedua tangan Kya.
"Yang kuat dong"
"Ini juga udah kuat yang, ntar tangan kamu sakit lagi kalo kuat-kuat banget!"
"Gimana?udah enakan?"
"Udah. Makasih kakakkkk"
Dan Rey hanya mengusap pelan rambut Kya, sambil tersenyum.
"Ehh"
"Kamu kenapa?"
"Aku pengen makan sate"
"Sate? sate apa?"
"Sate ayam, kayak nya enak deh, kak"
"Kakak pesan online aja ya"
"Jangan! Kita makan di tempat orang jual nya aja."
"Yaudah, siap-siap dulu"
"Iya"
__ADS_1
Setelah bersiap-siap, mereka mulai pergi ke tempat pedagang yang menjual sate ayam.
"Berapa porsi mba?"
Seorang pria itu mulai mencatat pesanan pelanggan nya.
"Satu aja mas."
Rey yang menjawab pertanyaan itu.
Karena ia tadi sudah makan malam, jadi tidak lapar.
Dan mungkin, Kya masih ngidam? Entah lah, mungkin saja calon bayi nya itu masih menginginkan makanan.
"Oh iya, itu aja?"
"Hem, sate nya nggak usah pake lontong. Sama di kasih bawang goreng nya yang banyak ya"
"Baik, saya siapkan dulu"
Pria itu pergi, dan Rey mulai mengajak Kya berbincang.
"Kenapa gak pake lontong nya aja?"
"Lagi nggak pengen, mau kayak tadi aja"
"Kamu emang belum kenyang?"
Mendengar itu, Kya langsung menatap tajam Rey.
Apa maksud nya berbicara seperti itu?
"Eh, nggak, maksud aku tu, kamu mau pesen dua porsi nggak?eh"
"Kamu apaasih kaakkk."
"Eh iya, maaf yaa"
"Yaudah, aku maafin"
Dan Rey mengusap rambut Kya serta memegang tangan nya.
****
Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!
Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.
Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa**..!!
__ADS_1