Suami Ku Seorang Dokter Dingin

Suami Ku Seorang Dokter Dingin
Sakit Hati Lagi


__ADS_3

Hari sudah semakin berlalu, jam, detik, menit, berputar selalu menandakan berganti nya waktu.


Begitu pula dengan Rey dan Kyara, seiring berjalan nya waktu itu juga menandakan bertambah nya usia pernikahan nya.


Meski belum genap satu tahun, tapi mereka sudah saling bersikap dewasa.


Selalu menyingkirkan ego dan mengutamakan rasa percaya diri untuk lebih terbuka dan mengutamakan kejujuran.


Hari in Kya berencana akan mengunjungi Rey di Rumah sakit.


"Eh, mbak Kya mau ketemu Dokter Rey ya? "


"Iya, suster Ayla. Kak Rey nya dimana?"


"Dokter sedang di ruangan nya yang pribadi mbak, kan lagi istirahat makan siang. Kalau mbak Kya mau kesana silahkan.."


"Iya makasih ya suster."


Di ruangan Rey, Kya membuka pimtu itu.


Dilihat nya Rey sedang membuka laptop nya sambil mengetikkan sesuatu disana.


Mungkin saja pekerjaan nya.


"Kya?"


"Hai kak, kamu masih sibuk?"


"Nggak kok, tadi cuma lagi cek file aja "


"Yuk kita makan siang. "


"Boleh. Kamu mau makan apa?"


"Liat nanti aja deh. Berangkat dulu aja "


"Yuk"


Bergandeng tangan keluar ruangan menuju parkiran mobil.

__ADS_1


Membuka pintu, menyalakan mobil, dan menuju Restaurant yang akan menjadi tempat makan siang mereka kali ini.


"Kamu mau makan apa?"


"Aku mau ini, ini, sama minum nya yang jus jeruk"


"Oke, mbak catet juga saya yang ini aja sama minum nya disamain aja ya"


"Baik, tunggu sebentar ya"


Merek telah selesai memesan makanan dan di lanjutkan dengan mengobrol sambil menunggu makanan tiba.


Saat makanan itu datang, mereka mulai menyantap nya.


Sudah hampir suapan terakhir, datang lah seseorang.


"Hai, Rey apa kabar?"


".."


"Aku kangen tau sama kamu"


Wanita itu seperti tidak ada kapok nya mendatangi dan merusak kebahagiaan orang lain.


"Kamu tu bisa nggak, kalo nggak ikut campur urusan kak Rey lagi. Kamu kan masih bisa deketin cowok yang bukan suami orang. "


"Apaan sih lo. Nggak usah ikut campur deh mendingan. Kalo lo ngga suka, lebih baik lo aja yang pergi sana!"


"Lo tuh yang pergi, jauh-jauh."


Akhirnya, Kya dan Vivi mulai emosi.


Seperti ciwi-ciwi pada umumnya, Vivi mulai menjambak rambut Kya, dan mereka saling menjambak.


Kuku Vivi juga sempat mendarat di kulit tangan Kya.


"aww"


Kulit tangan Kya sedikit berdarah dan gores.

__ADS_1


Lebih tepat seperti cakaran.


Rey yang saat itu sedang mengangkat telvon pun akhirnya mengakhiri telvon nya karena mendengar orang-orang disana yang heboh.


"Ya ampun Kyaaa"


"Kamu apa-apaan sih kak, misahin aku sama wanita ga tahu malu itu!"


"Kamu tu yang apa-apaan. Nyadar ga sih kamu sama kejadian tadi. Kamu di video in orang-orang disana. Berantem sama Vivi, cuekin aja kenapa sih!"


"Kamu belain dia?"


"Nggak bukan gi-"


"Udah lah, aku mau pulang sendiri!"


Kya berlari sambil sesekali mengusap air mata nya.


Bukan sakit karena jambakan atau cakaran tadi, tapi karena Rey yang seolah membentak nya.


Dan Kya menganggap Rey lebih memperdulikan Vivi dari pada dirinya.


Kya terus berlari, sampai ia duduk di bangku sebuah taman yang letak nya tak jauh dari Restaurant tadi.


Kamu bahkan nggak peduli sama aku kak! Bener-bener jahat!!


"Aww"


Saat Kya berdiri, tiba-tiba perut nya terasa sakit.


Penglihatan mulai hilang, dan


brukk ia pingsan.


****


Terima kasih buat kalian yang udah baca ep kali ini,dan jangan lupa tinggalin jejak yaa!!


Kalian bisa like ,favorite,vote and koment.

__ADS_1


Dan kalian bisa kasih aku saran ,masukan atau pun kritik buat novel ini agar lebih menarik lagi yaa**..!!


__ADS_2