
Episode Sebelumnya..
"Memangnya hari-hari biasanya aku tidak cantik ya?" tanya Amelia sambil terus merapikan dasi yang di pakai oleh sang suami.
"Tidak! Bukan seperti itu sayang. Di mata ku kamu adalah wanita tercantik di dunia setelah mama. Tapi hari ini kamu tampak berbeda dari biasanya."
"Berbeda?"
Farhan mengangguk. "Iya berbeda. Berbeda karena kamu terlihat sangat cantik hari ini."
Amelia pun selesai merapikan dasi sang suami. "Sudah jangan menggombal pagi-pagi. Berangkat sana! Nanti telat."
"Leo sayang, sampai di sekolah. Leo belajar yang rajin ya sayang, jangan nakal. mengerti?" ucap Amelia menasehati.
Leo pun kembali menganggukkan kepalanya dan mencium pipi kanan sang mama. "Iya ma. Leo akan belajar dengan rajin dan Leo janji gak akan nakal-nakal."
"Pintar anak mama. Yaudah cepat masuk nanti telat." Amelia pun membukakan pintu untuk sang anak.
"Aku berangkat dulu ya sayang." pamit Farhan pada sang istri.
Amelia pun mengangguk. "Iya mas, hati-hati. Oh iya mas aku boleh kan ketemuan sama Melinda?"
Deg!!!
****
"Melinda?" tanya Farhan ragu. Mungkin telinganya salah mendengar perkataan sang istri. Ia pun mencoba untuk bertanya kembali.
"Kamu beneran kamu ketemuan sama dia?" tanya Farhan memastikan kembali.
Amelia pun mengangguk cepat. "Iya mas, aku sama dia juga sudah lama tidak berjumpa. Jadi sekali-sekali boleh dong aku keluar bersamanya."
Farhan tampak terdiam sejenak setelah mendengar perkataan sang istri. Entah kenapa laki-laki itu merasa sangat takut jika Melinda akan mengatakan sesuatu yang tidak diinginkan kepada sang istri. Ingin sekali Farhan mengatakan 'Tidak!' kepada istrinya untuk bertemu dengan sahabatnya itu.
Namun, dirinya juga tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk melarang sang istri pergi dengan sahabatnya. Meski bagaimana pun mereka berdua bersahabat sejak kecil.
"Mas, boleh kan aku pergi?" laki-laki itu menoleh saat suara sang istri terdengar di telinganya. Terlihat raut wajah istrinya yang sedang menunjukkan raut wajah memohon.
Farhan pun menarik nafasnya panjang dan menganggukkan kepalanya. "Yaudah! Kamu boleh pergi. Tapi!!!"
__ADS_1
Amelia mengernyitkan dahinya saat sang suami tidak melanjutkan perkataannya. "Tapi kenapa mas?"
"Tapi, jangan terlalu lama. Setelah selesai jalan-jalannya, lekas kembali! Mengerti!?" ucap Farhan sembari menekankan pada ucapan terakhirnya.
Amelia pun mendengar itu pun mengangguk cepat sembari tersenyum hangat ke arah sang suami. "Iya mas. Aku tidak lama kok. Setelah berbincang-bincang dengan Melinda. Aku akan segera pulang."
"Janji."
"Janji."
Farhan pun mengangguk kecil seakan dirinya meyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja. "Yaudah! Aku berangkat dulu ya."
Amelia pun mengangguk. "Iya, mas hati-hati."
"Leo berangkat dulu ma." teriak Leo kecil dari balik pintu mobil itu kini sudah keluar dari area pagar rumahnya.
"Hati-hati ya sayang. Belajar dengan rajin dan patuh sama ibu guru, mengerti?" ucap Amelia menasehati Leo kecil.
"Siap ma."
Keduanya pun pergi meninggalkan pekarangan rumahnya, dan hanya menyisakan Amelia di tempat yang masih melambaikan tangannya saat mobil itu sudah jauh dari pandangannya.
"Halo," ucap suara yang terdengar dari seberang sana.
Amelia pun tersenyum saat panggilan tersebut diangkat oleh sang penerima. "Melinda, kamu ada di mana sekarang?"
"Lagi di rumah nih. Kenapa Mel?" ucap wanita itu. Yang merupakan Melinda seperti yang di sebut oleh Amelia baru saja.
"Kamu senggang tidak hari ini, ketemuan yuk!" ajak Amelia pada sang sahabat.
"Senggang kok. Mau ketemuan di mana?"
"Di kafe Milik Kita saja gimana?" tanya Amelia.
"Oke! Sampai jumpa di kafe itu." ucap Melinda.
"Oke, bye."
"Bye!"
__ADS_1
Sambungan teleponnya pun berakhir dengan Melinda yang memutuskan sambungan terlebih dahulu. Dan Amelia pun dengan cepat segera mengambil baju yang akan di pakainya hari ini untuk bertemu dengan sahabatnya itu.
Sedangkan di sisi lain. Melinda sedang terdiam saat panggilan telepon tersebut berakhir. Ia tampak menelan saliva nya sendiri. Ada perasaan khawatir melihat sahabatnya tiba-tiba menghubunginya dan mengajak ketemuan di sebuah kafe yang baru buka beberapa hari itu.
"Ada apa, dia ingin bertemu denganku?" gumam Melinda pada dirinya sendiri. Dan tanpa ba-bi-bu lagi ia segera membuka layar ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan singkat kepada seseorang yang merupakan seseorang yang beberapa hari ini sudah tidak menghubunginya.
"Mas, Amelia mau bertemu denganku. Bagaimana ini? Apakah aku harus menemuinya, atau tidak?"
Setelah beberapa saat menunggu, sebuah notifikasi pun muncul dan menunjukkan bahwa ada balasan dari orang itu.
'Temui saja! Dan jangan pernah mengatakan apapun kepada istriku!'
Melinda yang melihat pesan balasan tersebut hanya tersenyum pahit dan meneteskan air matanya yang tiba-tiba mengalir. "Istri ku! Lalu, aku ini apa di matamu?"
"Hm, aku pakai baju apa ya?" ucap Amelia saat sedang memilih beberapa baju yang ingin di pakainya sebentar lagi saat bertemu dengan sang sahabat.
Ia pun memilih untuk bergaya simpel seperti kesehariannya. Toh, ia juga hanya bertemu dengan sahabatnya di sebuah kafe. Ia juga tidak akan lama saat keluar. Jadi, outfit hari ini yang simpel-simpel saja tapi terlihat sangat cantik saat di pakai ke tubuhnya yang mungil.
Ia pun berdandan ala kadarnya. Memoleskan make up natural di wajahnya yang cantik. Dan di tambah lip tint berwarna pink sehingga menambah kesan girly. Setelah itu ia pun segera bergegas keluar dari kamar dan menuruni anak tangga rumahnya dengan hati-hati.
Dan menutup pintu rumahnya, saat taksi online yang di pesannya sudah datang. Ia pun segera mengunci pintu pagarnya dan masuk ke dalam taksi.
"Pak, tolong antarkan saya ke alamat XXXX ya pak!" ucap Amelia pada sang sopir taksi saat dirinya sudah duduk di kursi belakang.
"Baik, Bu." ucap pak sopir taksi itu dengan ramah.
Kemudian taksi tersebut meninggalkan pekarangan rumah Amelia menuju ke tempat yang sudah di tujukan. Dan saat di perjalanan Amelia mengirim pesan pada sang suami saat wanita itu melihat pesan masuk yang ternyata dari yang suami. Yang menyuruhnya untuk tidak lupa pulang saat pertemuannya selesai.
Amelia pun tersenyum saat membaca pesan sang suami yang begitu posesif akhir-akhir ini. Entah kenapa. Tapi yang jelas itu yang membuat wanita beranak satu itu merasa sangat diperhatikan oleh sang suami. Orang yang begitu di cintainya itu.
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
... Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...
__ADS_1