Suamiku, Pengkhianat Hati

Suamiku, Pengkhianat Hati
Episode 12.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Seperti yang kamu lihat! Aku baik-baik saja Amelia. Dan aku juga masih bekerja di kantor itu."


"Wah! Kamu rupanya kuat juga ya kerja di perusahaan itu."


"Em, bisa di bilang begitu. Karena bagaimana pun gaji di sana sangat besar! Kau juga tau itu, kan?" balas Melinda. Dan keduanya pun tertawa bersamaan.


"Terus, apakah kau sudah punya kekasih sekarang?" tanya Amelia lagi.


DEG!!!!


Pertanyaan itu sukses membuat Melinda terdiam. Ia harus mengatakan apa dengan pertanyaan sahabatnya yang terdengar mendadak itu. Tentu Melinda belum menyimpan jawaban yang pas dari pertanyaan itu. Lantas Melinda pun menatap wajah sang sahabat dengan tatapan matanya yang sulit diartikan.


'Jika aku mengatakan jawabanku yang jujur. Maka, kamu akan merasakan sakit yang tidak dapat kamu sembuhkan amelia.' batin Melinda dengan tangannya yang mengepal erat. Seakan ia tidak dapat menahan emosi yang ada di dalam dirinya.


Sedangkan di sisi lain. Farhan tampak bolak-balik dengan ponsel yang di genggamannya. Laki-laki itu tampak gelisah. Dan mencoba menghubungi seseorang yang telah mematikan ponselnya.


"Aku harus segera menyusul Amelia. Aku takut jika Melinda akan mengatakan sesuatu yang bisa menghancurkan rumah tangga kami." ucap Farhan. Lalu, dengan cepat laki-laki itu meraih jas hitamnya dan keluar dari ruangan menuju mobil.


****


"Sayang...," panggil Farhan saat laki-laki itu sudah berada di depan kedua wanita yang kini sudah menatapnya dengan tatapan heran. Sejak kapan laki-laki itu sudah berada di kafe itu?


"Mas Farhan! Kok ada di sini, katanya lagi ada meeting dadakan sama klien di kantor?" tanya Amelia saat suaminya itu kini sudah duduk di sampingnya dengan nafas yang memburu dan keringat yang membasahi pelipisnya saat berlari menuju ke kafe itu.


Farhan pun terlihat tersenyum dan menggeleng kepalanya cepat. "Sudah gak jadi kok. Jadi, aku ke sini saja."


Amelia terlihat mengangguk kecil dan meletakkan dessert yang baru di pesannya sudah datang. Dan meletakkannya di depan sang suami. "Yaudah kalau begitu. Nih! Di cobain dessert yang baru saja aku pesan mas. Ini enak loh! Aku sudah nyobain."


"Iya sayang." ucap Farhan sembari menyendok cake red Velvet yang di berikan oleh istrinya itu ke dalam mulutnya.


"Gimana? Enak, kan?" tanya Amelia saat sang suami sudah menyicipi cake yang ia berikan kepada sang suami. Farhan pun nampak mengangguk dan tersenyum hangat pada sang istri.


"Iya, enak. Kamu juga harus mencobanya sayang." ucap Farhan sembari menyuapkan sesendok cake red Velvet itu pada Amelia. Dan Amelia pun membuka mulutnya saat cake red Velvet itu masuk ke dalam mulutnya.


"Eum. Enak!" ucap Amelia sembari menutup mulutnya dengan tangannya.

__ADS_1


Farhan pun tersenyum saat melihat sang istri yang terlihat senang dengan cake yang di makannya. Lalu, pandangannya beralih ke arah wanita yang berada di depannya dengan tatapan mata yang terlihat datar.


Farhan juga melihat wanita di depannya juga mengekspresikan dirinya yang terlihat tenang. Meskipun laki-laki itu sudah menajamkan kedua matanya. Bahkan wanita itu terlihat tersenyum ke arahnya dengan menggigit bibir bawahnya dengan menggoda.


Tentu saja hal itu. Membuat burung kenari semata wayangnya laki-laki itu nampak menegang. Dan terus menegang keras hingga celana yang di pakainya terasa sedikit sesak di dalam. Membuat laki-laki itu nampak gelisah.


'Oh, shi*t! Kenapa harus menegangnya sekarang coba!' umpat Farhan dalam hatinya. Sembari menutupi burung kenarinya yang terbangun dengan jas hitam yang ia pakai. Agar sang istri dan wanita di hadapannya itu tidak melihatnya.


"Sayang...," panggil Farhan pada sang istri.


Amelia yang sedang sibuk memakan cake yang di pesannya itu menoleh ke arahnya. "Kenapa mas? Mas Farhan mau lagi?"


Farhan menggelengkan kepalanya dengan cepat sembari melirik ke arah wanita di depannya itu. "Sebaiknya kita pulang saja yuk! Aku lapar!"


"Pulang? Lah mas! Aku kan baru saja sampai di sini. Lagipula cake-nya juga belum habis. Aku juga belum ngobrol-ngobrol sama Melinda, kok malah di suruh pulang." ucap Amelia dengan wajah kesalnya. Lantaran sang suami malah mengajaknya untuk pulang.


"Sudah nanti kita pesan aja lagi cake-nya." ucap Farhan sembari menarik tangan sang istri.


"Mas Farhan! Bentar dulu dong. Ini Melinda masih ada di sini." kesal Amelia mencoba melepaskan tangan sang suami yang menariknya.


Melinda yang membalas tatapan mata laki-laki itu hanya tersenyum. Lalu, menatap ke arah sahabatnya yang sudah terlihat kesal itu. "Sudah Mel. Kamu pulang saja. Aku nggak apa-apa kok."


"Tapi, kan-"


"Sudah, turuti saja apa yang dikatakan sama suamimu." sambungnya lagi sembari tersenyum ke arah laki-laki yang berdiri di depannya itu. Amelia mengetahui hal tersebut. Namun, ia masih berfikir positif tentang keduanya.


"Kamu beneran nggak apa-apa kalau aku tinggal?" tanya Amelia merasa tidak enak jika harus meninggalkan sahabatnya itu sendirian di tempat itu.


Melinda pun mengangguk dengan mantap. "Iya, nggak apa-apa kok. Aku juga sebentar lagi juga akan pulang. Tapi mau ngabisin minuman ku dulu ini."


"Yaudah. Sebagai tanda permintaan maaf dariku. Aku yang bayar semua makanan ini." ujar Amelia.


Melinda pun hanya mengangguk. "Yaudah! Terserah kamu aja."


"Mas Farhan tunggu di sini! Aku mau bayar dulu ke kasir." ucap Amelia meninggalkan suaminya dan sang sahabat untuk membayar pesanan mereka.


Sedangkan saat Amelia sudah pergi. Melinda terdengar bersuara. "Sepertinya kamu sangat mencintainya."

__ADS_1


Farhan memiringkan kepalanya melihat ke arah wanita dengan baju warna putih polos itu dengan wajah tanpa ekspresi. "Tentu saja aku sangat mencintainya! Karena dia istri ku!"


Wanita itu nampak manggut-manggut saja saat mendengar balasan dari laki-laki di hadapannya itu. "Jadi... bagaimana kalau istri yang kamu cintai itu mengetahui tentang suaminya yang sudah bermain-main di belakangnya. Apalagi wanita itu sahabatnya sendiri."


"Jangan macam-macam kamu! Atau kamu sendiri yang akan tau akibatnya!" ancam laki-laki itu dengan mengeratkan rahangnya.


Namun, sepertinya ancaman yang di lontarkan laki-laki itu tidak membuat wanita itu merasa ketakutan. Wanita itu justru terlihat tersenyum manis pada laki-laki yang sudah terlihat marah kepadanya. Wanita itu pun memain-mainkan jari tangannya di tangan laki-laki itu saat tangan besar itu berada di atas meja.


"Aku tunggu di apartemen, karena aku tau.. Anak tunggalmu yang ada di bawah sana menginginkannya." ucap Melinda dengan menyenderkan punggungnya di kepala kursinya.


Farhan juga tampak terdiam sejenak saat wanita itu kini terlihat tersenyum puas saat melihat ekspresi laki-laki itu. Dan mengambil minumannya untuk ia minum.


"Oh, iya? Aku juga tidak akan mengunci pintu apartemenku. Jadi, kau bisa bebas masuk tanpa harus menungguku membukanya." sambungnya lagi.


"Yuk mas!" ucap Amelia saat ia telah selesai membayar makanannya.


Farhan yang terlihat termenung itu. Menoleh ke arah sang istri dan mengangguk kecil. "Iya, ayo!"


"Melinda, aku pulang duluan yah. Maaf banget sudah membuang waktu kamu." ucap Amelia sebelum wanita itu mengejar sang suami yang sudah lebih dulu keluar dari kafe itu.


Melinda pun mengangguk. "Sudah, pulang sana! Aku mengkhawatirkan aku."


"Aku pulang ya, aku janji akan mengatur ulang pertemuan kita tanpa harus kejadian ini terulang lagi." teriaknya saat wanita itu sudah pergi.


"Dasar!" kekeh Melinda saat melihat sahabatnya berlarian mengejar sang suami yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Farhan, memangnya kamu pikir aku akan mengalah begitu saja. Saat kamu mengatakan hal itu padaku? Aku justru akan mempertahankan hubungan gelap ini denganmu. Karena aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya bahagia bersama denganmu." ucapnya saat melihat mobil itu sudah pergi meninggalkan kafe tempat ia berada.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...

__ADS_1


__ADS_2