Suamiku, Pengkhianat Hati

Suamiku, Pengkhianat Hati
Episode 22.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Eem.. Leo sayang. Sebaiknya Leo mandi yuk!" ucap Amelia mengalihkan pembicaraannya. Karena sekarang dirinya mengerti dari maksud sang anak.


Leo kecil hanya mengangguk. "Iya, mama."


Leo kecil pun melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi lebih dulu. Sedangkan, Amelia menatap ke arah pintu kamar sang anak dengan ekspresi kesalnya. "Dasar mas Farhan! Anak kita jadi ternodai oleh ucapan mu! Dia juga sudah mengerti. Awas kamu mas nanti!"


"Mama, ayo! Leo sudah siap buat mandi ini." teriak Leo kecil dari arah kamar mandi.


"Iya, sayang." balas Amelia. Dan langsung membalikkan badannya menuju ke dalam kamar mandi untuk memandikan anaknya yang sudah menunggunya.


...****...


"Nah, kan! Kalau begini kan anak mama jadi bertambah gantengnya." ucap Amelia saat menyisir rambut sang anak di depannya lemari kaca dengan Leo kecil yang duduk di kursinya.


"Iya, dong! Kan Leo anaknya papa sama mama. Jadi.. Leo jadi anak ganteng." sahut sang anak dengan tersenyum manis kepada sang mama.


Amelia pun langsung mencubit pipi sang anak dengan gemasnya. Rasanya, Amelia ingin memakan pipi gembul sang anak karena saking gemasnya.


"Selesai! Sekarang Leo tunggu di sini dulu ya. Karena sekarang giliran mama mandi." ucap Amelia sembari menyentil hidung mancung anaknya.

__ADS_1


Leo kecil hanya mengangguk saja dan langsung naik ke atas kasurnya dengan merebahkan tubuhnya. "Yaudah, kalau begitu. Leo tunggunya sambil tiduran saja deh!"


Amelia yang masih berdiri di tempatnya hanya tersenyum saat melihat sang putra lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya. "Yaudah, kalau begitu. Mama ke kamar dulu buat mandi. Leo jangan tidur loh! Karena kita akan makan malam sebentar lagi."


Leo kecil mengangguk. "Iya, mama. Leo hanya tiduran kok. Dan gak akan tidur juga. Leo kan belum mengantuk."


"Pintar anak mama," ucap Amelia sembari berjalan ke arah sang anak. "Kalau begitu mama ke kamar dulu ya sayang." sambungnya lagi.


"Iya, mama."


Kemudian, Amelia pun langsung keluar dari kamar sang anak. Dan menutup kembali pintu itu. Sedangkan, wanita itu langsung merubah wajahnya menjadi kesal. Dan dengan langkah cepat, Amelia langsung membuka pintu kamarnya.


Farhan yang sedang duduk di samping ranjangnya hanya tersenyum melihat istrinya sudah kembali. Amelia menampilkan wajah cemberutnya kepada sang suami dan langsung membanting pintu kamarnya dengan keras. Sehingga, Farhan yang ada di sana membulatkan matanya heran.


"Aku kesal sama mas Farhan. Gara-gara mas! Aku malu sama Leo." ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya.


Farhan bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri istrinya dengan alis yang terangkat sebelah. "Maksud kamu apa, sayang? Aku membuat kesalahan apa memangnya, sampai-sampai kamu malu kepada anak kita?"


"Gara-gara mas Farhan bilang mau minta di mandiin juga tadi. Leo jadi dengar dengan semua yang kamu bicarakan itu mas." ucap Amelia sembari melipat kedua tangannya ke dadanya.


Farhan pun langsung faham. Dan memeluk istrinya dari belakang dengan begitu erat. Amelia yang mendapat pelukan itu hanya diam tanpa mencoba melepaskannya.

__ADS_1


"Maaf sayang. Aku kan gak tau kalau anak kita akan mendengarnya. Aku juga tidak ingin jika Leo anak kita sampai tau." ucap Farhan dengan mempererat pelukannya. Dan laki-laki itu juga menciumi tengkuk leher sang istri. Begitu wangi.


Amelia hanya diam tanpa bergerak sedikit pun saat sang suami mulai mencium semua sudut lehernya tanpa ada sedikit pun yang terlewatkan. Menghirup aroma manis dari leher istrinya membuatnya begitu candu untuk selalu ingin menciumnya tanpa henti.


"Sayang," bisik Farhan di telinga sang istri dengan suara sensualnya.


Amelia yang hanya diam saja itu, memiringkan kepalanya agar dapat menatap wajah sang suami yang berada di samping kiri lehernya. "Kenapa?"


"Bisakah, kita melakukannya di kamar mandi? Sekalian buat mempersingkat waktu kita. Supaya Leo tidak terlalu lama menunggu kita mandi." bisiknya lagi di telinga sang istri.


Amelia yang merasakan tubuhnya mulai terasa panas itu. Hanya menganggukkan kepalanya dan ia juga membalikkan badannya menghadap ke arah sang suami. Di usapnya pipi suaminya itu dengan lembut, terus beralih ke arah bibir sang suami.


Amelia menatap mata sang suami. Mereka berdua pun saling bertatapan dengan lekat. Dan hap!!!


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....

__ADS_1


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2