Suamiku, Pengkhianat Hati

Suamiku, Pengkhianat Hati
Episode 13.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Aku tunggu di apartemen, karena aku tau.. Anak tunggalmu yang ada di bawah sana menginginkannya." ucap Melinda dengan menyenderkan punggungnya di kepala kursinya.


Farhan juga tampak terdiam sejenak saat wanita itu kini terlihat tersenyum puas saat melihat ekspresi laki-laki itu. Dan mengambil minumannya untuk ia minum.


"Oh, iya? Aku juga tidak akan mengunci pintu apartemenku. Jadi, kau bisa bebas masuk tanpa harus menungguku membukanya." sambungnya lagi.


"Yuk mas!" ucap Amelia saat ia telah selesai membayar makanannya.


Farhan yang terlihat termenung itu. Menoleh ke arah sang istri dan mengangguk kecil. "Iya, ayo!"


"Melinda, aku pulang duluan yah. Maaf banget sudah membuang waktu kamu." ucap Amelia sebelum wanita itu mengejar sang suami yang sudah lebih dulu keluar dari kafe itu.


Melinda pun mengangguk. "Sudah, pulang sana! Aku mengkhawatirkan aku."


"Aku pulang ya, aku janji akan mengatur ulang pertemuan kita tanpa harus kejadian ini terulang lagi." teriaknya saat wanita itu sudah pergi.


"Dasar!" kekeh Melinda saat melihat sahabatnya berlarian mengejar sang suami yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Farhan, memangnya kamu pikir aku akan mengalah begitu saja. Saat kamu mengatakan hal itu padaku? Aku justru akan mempertahankan hubungan gelap ini denganmu. Karena aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya bahagia bersama denganmu." ucapnya saat melihat mobil itu sudah pergi meninggalkan kafe tempat ia berada.


****


Farhan pun membukakan pintu mobilnya untuk sang istri. Dan Amelia pun keluar saat pintu mobilnya telah terbuka. "Makasih."


"Sama-sama sayang." ucap Farhan sembari tersenyum. Dan menuntun sang istri untuk masuk ke dalam rumahnya yang terlihat begitu megah dengan nuansa yang serba putih itu menambah kesan mewah.


Pintu utama pun terbuka saat ART di rumah itu membukakan pintu untuk sang majikan. Wanita paruh baya itu membungkukkan badannya hormat saat kedua majikannya sudah memasuki pintu utama.


Farhan dan Amelia pun tersenyum pada wanita paruh baya itu yang terlihat nampak letih dengan baju yang terlihat basah. Amelia pun menghampiri wanita paruh baya itu dan menyentuh pundak wanita itu dengan senyumannya yang begitu hangat.

__ADS_1


"Bibi Ijah. Bibi kalau capek istirahat saja di kamar." ucap Amelia kepada art mereka yang sudah bekerja bersama dengan mereka saat mereka menikah dan pindah ke rumah megah itu.


"Iya, bibi. Sebaiknya bibi istirahat saja di kamar. Bibi juga pasti capek karena seharian melakukan pekerjaan di rumah ini. Istirahatlah!" ucap Farhan selalu majikan yang sangat di segani nya. Sehingga, sekalinya laki-laki itu bersuara maka siapapun akan tunduk kepadanya.


"Baik Tuan, nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu." pamit bibi Ijah wanita paruh baya itu dengan memundurkan tubuhnya sembari menunduk hormat.


"Iya bibi."


Bibi Ijah pun pergi meninggalkan kedua majikannya untuk mengistirahatkan dirinya yang memang sudah lelah. Setelah kepergian ART-nya, Amelia pun langsung menuju ke dapur untuk mengambil air minum.


"Mas Farhan mau minum nggak?" tawar wanita itu saat menuangkan air ke dalam gelas.


Farhan menggelengkan kepalanya. "Nggak, makasih."


"Oh, yaudah." Amelia pun meneguk air minum yang ia ambil hingga habis. Mungkin wanita anak satu itu memang sedang kehausan. Mengingat minuman yang di pesannya tadi saat di kafe belum di sentuhnya.


"Sayang, aku sebentar lagi mau pergi, dan mungkin juga akan pulang malam. Kamu mau nitip sesuatu saat aku pulang nanti?" tanya Farhan saat melihat istrinya sedang meletakkan gelas yang baru digunakan nya itu di tempatnya.


"Memangnya mas Farhan mau kemana?" tanya Amelia. Dan menghampiri sang suami yang sudah duduk di ruang tengah.


"Hah! Ke kantor mas?"


Farhan mengangguk sembari menyalakan televisi di depannya. "Iya."


"Bukannya mas Farhan tadi bilang udah beres ya kerjaannya? Tapi, kenapa sekarang bilang mau ke kantor?" tanya Amelia penasaran.


"Em..." Farhan nampak terdiam sejenak saat pertanyaan sang istri membuatnya kebingungan untuk mencari alasan apa yang akan diberikannya kepada sang istri.


"Mas Farhan." panggil Amelia saat melihat sang suami sedang melamun.


"Hah, kenapa sayang?"

__ADS_1


"Mas Farhan kenapa sih, kok jadi melamun?" tanya Amelia saat sang suami sudah tersadar dari lamunannya.


"Em, nggak kok. Aku balik ke kantor karena... Anton menghubungiku kembali. Katanya ada beberapa dokumen yang harus aku cek. Iya begitu." ucapnya bohong.


Amelia pun hanya manggut-manggut saja. Lalu, wanita itu bangkit dari tempatnya. "Kalau begitu mas Farhan mau aku buatkan bekal lagi?"


Farhan pun langsung menggelengkan kepalanya cepat sembari menahan tangan sang istri yang hendak membuatkannya bekal. "Nggak usah sayang! Aku bisa makan di kantin kantor nanti."


"Beneran?" tanya Amelia memastikan.


"Iya."


"Em, yaudah kalau begitu. Menyetirnya pelan-pelan mas jangan ngebut-ngebut."


"Iya, sayang. Makasih karena sudah memperhatikan aku." ucap Farhan sembari membelai rambut sang istri dengan lembut.


"Kamu mau nitip sesuatu?"


"Nggak deh! Nanti Leo aku masakin aja."


Farhan pun mengangguk kembali. "Yaudah kalau begitu. Aku berangkat lagi ya."


Farhan pun mencium kening Amelia dan ia pun kembali untuk menuju mobilnya. Dan di temani oleh sang istri yang mengantarkannya ke depan rumah.


"Hati-hati." ucap Amelia sembari melambaikan tangannya.


.


.


.

__ADS_1


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2