Suamiku, Pengkhianat Hati

Suamiku, Pengkhianat Hati
Episode 19.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Sayang, bisakah ambilkan aku handuk! Aku lupa membawanya tadi." teriak laki-laki dari dalam kamar mandi.


Amelia yang sedang membereskan tempat tidurnya. Karena baru saja selesai menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri kepada sang suami itu segera menuju ke arah lemari untuk mengambilkan handuk untuk suaminya itu.


"Ini mas." ucap Amelia sembari mengetuk pintu kamar mandinya saat laki-laki itu ada di dalamnya.


Farhan pun membukakan pintu tersebut. Dan mengambil handuk yang diberikan oleh sang istri. "Terimakasih, kamu gak mau mandi sayang?"


Amelia menggeleng. "Mas Farhan mandi saja duluan. Aku sebentar lagi setelah Mas selesai."


"Kenapa gak mandi bareng saja." goda laki-laki itu semakin menaik-turunkan alisnya.


"Ada-ada saja kelakuannya." ucap Amelia sembari kembali ke arah tempat tidurnya.

__ADS_1


Amelia yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjauh dari pintu kamar mandinya. Karena takut suaminya akan menariknya masuk jika wanita itu masih berdiri di sana.


****


"Halo anak papa yang ganteng. Lagi nonton apa sih? Seru banget kayanya." ucap Farhan saat dirinya sudah selesai mandi. Laki-laki itu langsung turun atas perintah sang istri, karena Amelia masih di dalam kamar mandinya.


Farhan yang sudah selesai berganti baju. Langsung keluar dari kamar dan segera turun untuk menghampiri sang anak yang masih asyik menonton film kartun di ruang tengah.


"Ini lagi nonton film kartun favoritnya Leo." jawab Leo kecil.


Leo kecil pun menggeleng. "Enggak dong! Kan Leo udah gede jadi gak perlu takut. Lagipula, papa sama mama kan lagi menunaikan kewajiban kan ya... jadi Leo pikir, Leo gak harus ganggu papa sama Mama."


DEG!!!!


Farhan yang mendengar penuturan sang anak membulatkan matanya tak percaya. Bagaimana mungkin, anak umur tujuh tahun itu bisa tau apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya di dalam kamar.

__ADS_1


Farhan pun mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Meskipun Leo masih berumur tujuh tahun. Namun, itu mampu membuat laki-laki itu merasa canggung terhadap anaknya.


"Ehem! E... Leo sayang. Sebaiknya Leo mandi dulu ya, ini sudah sore. Leo juga sudah dari tadi nonton TV-nya, jadi... sekarang ayo mandi dulu. Papa antar Leo ke kamar." ujar laki-laki itu menyuruh sang anak agar mandi. Karena jam juga sudah waktunya untuk sang anak membersihkan diri.


"Iya pa." ucap Leo kecil. Anak itu selalu menurut dengan apa yang di perintahkan oleh kedua orang tuanya. Anak kecil itu akan selalu mengatakan 'Iya' tanpa mengeluh.


"Sini biar papa gendong Leo." Farhan merentangkan kedua tangannya ke belakang untuk sang anak yang sudah menaiki punggung laki-laki itu.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....

__ADS_1


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2