Suamiku, Pengkhianat Hati

Suamiku, Pengkhianat Hati
Episode 7.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


Ia melakukannya dengan sekali hentak sehingga membuat Amelia mengerang kesakitan. Farhan yang sambil bermain dengan bolu gunung itu dan mendongakkan kepalanya akibat suara kesakitan yang keluar dari mulut sang istri.


Ia pun segera menghentikan anak tunggalnya itu. "Sayang, maaf aku terlalu keras! Apakah sangat sakit?"


Amelia terlihat mengatur deru nafasnya yang memburu, keringat yang membasahi tubuhnya nampak terlihat jelas bahwa ia menahan rasa sakit.


Amelia tersenyum, senyumannya yang sangat tulus itu menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa mas, lanjutkan saja."


Farhan yang melihatnya tentu merasa bersalah. Ia pun tetap melanjutkannya, tapi dengan melakukannya dengan sangat pelan dan hati-hati agar tidak menimbulkan rasa sakit yang mengakibat istrinya kesakitan.


Mereka berdua melanjutkannya sampai di titik akhir. Farhan mencabut anak tunggalnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh sang istri. Lalu, menjatuhkannya ke samping Amelia sembari memeluk tubuh sang istri.


"Tidurlah, kamu pasti sangat kelelahan." ucap Farhan sembari mengecup kening gadis itu.


Keduanya pun akhirnya terlelap dalam selimut yang telah menutupi seluruh tubuh mereka. Dengan saling berpelukan sehingga malam itu menjadi malam terindah mereka.


****

__ADS_1


Amelia terbangun saat sayup-sayup suara notifikasi dari ponsel suaminya yang berada di atas meja samping tempat tidurnya. Ia mulai membuka matanya secara perlahan dan menggeliatkan tubuhnya yang terasa sakit sekujur tubuhnya akibat permainkan yang dimainkan oleh sang suami.


Ia melihat ponsel suaminya terus bergetar di atas meja. Dan dengan wajah yang masih mengantuk, Amelia meraih ponsel tersebut berniat ingin mematikan getaran itu supaya sang suami tidak terbangun karena ponselnya yang terus berbunyi.


Wanita itu bangkit dari tidurnya dengan posisi menyenderkan tubuhnya pada kepala ranjang. Dan diraihnya ponsel tersebut untuk ia matikan. Sebelum dirinya menghidupkan ponsel tersebut, ia melihat ke arah sang suami yang masih terlelap dalam tidurnya terlihat sangat tampan di matanya.


Amelia juga sempat melihat Farhan menggeliat dari tidurnya. Namun, dengan segera! Amelia mengusap lembut rambut sang suami, sehingga Farhan kembali terlelap.


Dan setelah sang suami sudah kembali terlelap. Ia pun menghidupkan ponsel itu. Dan secara otomatis tanpa di sengaja. Amelia melihat isi pesan tersebut yang terlihat di layar ponsel suaminya. Amelia yang tampak kaget dengan isi pesan tersebut, mencoba untuk membukanya. Namun, belum wanita itu membukanya Farhan sudah mengambil ponsel itu dan mengembalikan benda pipih itu ke atas meja. Lalu, memeluk tubuh sang istri yang masih terdiam di tempatnya. Apakah dia salah melihat?


"Sayang," ucap Farhan dengan suara parau-nya khas orang bangun tidur.


Amelia menundukkan kepalanya menatap wajah suaminya yang memeluk tubuhnya. Dan menatap lekat wajah itu dengan lekat-lekat.


Ah, tidak! Mungkin itu hanya salah kirim saja. Aku yakin suamiku tidak mungkin melakukan itu.' ucapnya lagi.


Farhan yang tidak mendapatkan respon dari sang istri. Ia pun mendongakkan kepalanya menatap ke arah istrinya yang terlihat sedang melamun. "Sayang, kamu kenapa?"


Mendengar suara suaminya. Amelia langsung tersadar dari lamunannya dan menatap wajah yang kini tampak bingung menunggu balasan darinya. Amelia pun mencoba untuk tersenyum meskipun hatinya masih memikirkan perihal kejadian baru saja.

__ADS_1


"Aku nggak apa-apa kok. Aku hanya bingung saja mau menyiapkan sarapan apa untuk kita sebentar lagi." balas Amelia bohong.


"Sudahlah, lebih baik kita pesan saja sayang." ucap Farhan sembari mengecup tangan istrinya.


"Lagipula, kamu juga pasti sangat kelelahan karena permainan kita tadi malam. Jadi.. sebaiknya kita sarapannya pesan online saja ya." pinta Farhan dengan senyuman yang terpampang di bibirnya. Karena dirinya tau, pasti sang istri sangat kelelahan akibat gempuran yang mereka lakukan tadi malam.


"Tapi, kan...,"


"Sttttt! Turuti saja apa yang aku katakan! Mengerti? Aku hanya tidak mau kamu kelelahan saja." potong Farhan dengan cepat saat Amelia bersuara untuk menolak tawaran itu.


'Mas Farhan. Aku percaya padamu, mas. Tolong jangan membuat kepercayaan ini luntur padamu.' ucap Amelia dalam hatinya. Ia yakin bahwa suaminya itu tidak mungkin membohonginya.


Amelia pun mengangguk sambil tersenyum. "Yaudah, terserah mas Farhan saja kalau begitu. Aku sebagai istrimu hanya menurut saja sama perintahmu."


.


.


.

__ADS_1


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2