
Episode Sebelumnya..
"Iya, kenapa Tony?"
"Semalam Bu Amelia menelepon saya pak." ujar Tony dengan tangan yang berada di depan.
Farhan terdiam dan dengan cepat membulatkan matanya. "Lalu, kamu menjawab apa Tony?"
"Saya bilang bahwa bapak, lagi ada meeting pribadi dengan klien luar pak." ucap Tony.
Farhan menghela nafasnya lega. Lalu, menari dasi yang bertengger di kerah bajunya agar sedang longgar. "Huft! Ya sudah kamu boleh kembali ke tempat kamu."
Tony pun membungkukkan badannya hormat. "Baik, kalau begitu. Saya permisi dulu pak."
Saat laki-laki itu hendak melangkahkan kakinya menuju pintu. Farhan memanggilnya kembali. "Tony."
Laki-laki itu pun membalikkan badannya. "Iya pak? Apakah bapak membutuhkan sesuatu?"
Farhan menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum kecil pada asistennya itu. "Terimakasih, karena kamu sudah membantu saya saat istriku menanyakan keberadaan ku padamu."
Tony yang mengerti menganggukkan kepalanya dan kembali membungkukkan badannya sebelum akhirnya laki-laki itu pergi meninggalkan ruang sang bos.
Tony sang sekretaris pun langsung kembali ke tempatnya. Dan segera mengerjakan beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan sebelum jam kepulangannya tiba nanti. Karena laki-laki itu tidak ingin lembur hanya karena pekerjaannya belum terselesaikan.
****
"Papa pulang." ucap Farhan saat laki-laki itu sudah sampai di rumahnya.
__ADS_1
"Papa...," Leo kecil berlari menuju ke arah sang papa saat suara berat sang papa terdengar di telinganya. Leo kecil juga saat itu berada di ruang tengah sedang menonton film kartun favoritnya bersama dengan Amelia sang mama.
Farhan yang melihat sang anak berlarian menghampirinya, dengan senyuman yang terpampang di bibirnya, segera melebarkan tangannya guna untuk menangkap sang anak ke pelukannya.
"Papa, kenapa tidak pulang dari kantornya. Kan Leo kangen sama papa." ucap Leo kecil saat dirinya sudah berada di pelukan sang papa.
Farhan memeluk sang putra dengan erat. Sembari menatap ke arah Amelia yang tersenyum lembut ke arahnya dengan menganggukkan kepalanya. Wanita itu masih di tempatnya dengan posisi berdiri dengan daster selutut yang dipakainya.
Farhan pun tersenyum membalas senyuman sang istri yang begitu di cintainya itu? Lalu, laki-laki itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah Leo kecil yang sekarang sudah tumbuh lebih tinggi. Laki-laki itu mengelus rambut sang anak dengan lembut. Wajahnya yang tampan menuruni dirinya, terlihat jelas bahwa anak satu-satunya itu adalah dirinya sewaktu kecil.
"Maafkan papa ya. Papa janji tidak akan mengulanginya lagi, sehingga Leo tidak perlu lagi rindu karena papa gak ada." ucap Farhan menenangkan sang anak agar tidak marah kepadanya.
"Leo maafkan papa kok." ucap Leo kecil.
"Bagus! Yaudah! Leo teruskan saja lagi menonton filmnya. Papa mau bicara dulu sama mama." ucap Farhan sembari mencubit pelan pipi gembul sang anak yang terlihat menggemaskan di matanya.
Leo kecil hanya mengangguk dan kembali ke ruang tengah. "Mama, kata papa. Papa mau bicara sama mama."
Leo kecil pun lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya, menuruti perintah kedua orang tuanya. Leo pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan menatap layar tv yang sedang menyetel acara kartun favoritnya.
"Ada apa mas? Kata Leo, mas Farhan mau ngomong sesuatu," tanya Amelia saat wanita itu kini sudah berada di depan sang suami.
Farhan pun menarik tangan sang istri dan membawanya menaiki tangga menuju kamar mereka berdua. Setelah keduanya masuk. Farhan langsung melemparkan tasnya ke atas ranjang dan memeluk tubuh sang istri. Amelia yang terlihat karena mendapatkan pelukan tiba-tiba menepuk-nepuk punggung suaminya.
"Mas Farhan aku kaget loh!" tegur Amelia karena wanita itu benar-benar terkejut.
"Aku sangat merindukanmu Amelia." ucap Farhan yang memeluk erat tubuh istrinya itu. Pelukan itu semakin erat saat Amelia juga membalas pelukan tersebut.
__ADS_1
"Aku juga sangat merindukan mas Farhan." balas Amelia.
Setelah beberapa saat kemudian. Mereka pun melepaskan pelukan mereka. Dan karena Amelia adalah istri yang begitu berbakti kepada suaminya. Ia melayani semua kebutuhan yang di perlukan oleh Farhan suaminya. Termasuk melayani semua kebutuhan rohaninya. Semua wanita itu lakukan dengan sepenuh hatinya.
Amelia juga tidak ingin di cap sebagai istri yang tidak berguna di depan suami ataupun di depan keluarga mereka. Amelia dengan sepenuh hati menjaga serta merawat keluarga kecilnya dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, bisakah ambilkan aku handuk! Aku lupa membawanya tadi." teriak laki-laki dari dalam kamar mandi.
Amelia yang sedang membereskan tempat tidurnya. Karena baru saja selesai menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri kepada sang suami itu segera menuju ke arah lemari untuk mengambilkan handuk untuk suaminya itu.
"Ini mas." ucap Amelia sembari mengetuk pintu kamar mandinya saat laki-laki itu ada di dalamnya.
Farhan pun membukakan pintu tersebut. Dan mengambil handuk yang diberikan oleh sang istri. "Terimakasih, kamu gak mau mandi sayang?"
Amelia menggeleng. "Mas Farhan mandi saja duluan. Aku sebentar lagi setelah Mas selesai."
"Kenapa gak mandi bareng saja." goda laki-laki itu semakin menaik-turunkan alisnya.
"Ada-ada saja kelakuannya." ucap Amelia sembari kembali ke arah tempat tidurnya.
Amelia yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjauh dari pintu kamar mandinya. Karena takut suaminya akan menariknya masuk jika wanita itu masih berdiri di sana.
.
.
.
__ADS_1
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...