
Episode Sebelumnya..
Berhentilah berpikiran mesum!" ucap laki-laki itu yang merupakan suami dari wanita yang sedang menempelkan telinganya di dinding kamarnya itu.
Sang istri nampak mengerucutkan bibirnya saat melihat sang suami yang sibuk dengan tontonan yang di lihatnya itu. "Mas Budi nih ah! Gak pernah ada romantis-romantisnya."
"Sudahlah! Berhenti mendengarkan suara-suara itu. Ayo kita tidur!" ucap laki-laki itu dan menarik tangan sang istri saat dirinya sudah mematikan televisinya.
"Ih mas. Nanggung loh ini."
*Sudah ayo tidur!"
Akh! Akh! Akh! desa*han itu terus berlanjut saat hampir dua jam keduanya masih belum menghentikan aktivitas panasnya. Sehingga tepat dua jam, Farhan menghentikan aktivitasnya saat cairan miliknya sudah menyatu di dalam perut Melinda. Melinda pun dapat merasakan hangatnya cairan yang mengalir di tubuhnya.
"Mas...," panggil Melinda saat keduanya sudah menutupi seluruh tubuh mereka dengan selimut. Wanita itu menjatuhkan wajahnya di dada bidang milik Farhan dengan masih terpampang nyata di depannya.
Laki-laki itu juga nampak membalas pelukan Melinda. Farhan memeluk tubuh wanita itu dengan membenamkan tubuh wanita itu dengan selimut tebalnya.
"Tidurlah! Kau pasti kelelahan karena permainan kita." ucap Farhan dengan kedua matanya yang tertutup.
"Tapi-"
"Tidurlah! Kita bicaranya besok saja."
"Em baiklah."
Keduanya pun akhirnya tertidur pulas dengan balutan selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka. Karena dua jam mereka melakukan aktivitas panasnya dengan begitu semangat. Sehingga, membuat keduanya kelelahan dan akhirnya tertidur pulas dengan saling berpelukan.
****
__ADS_1
"Mas Farhan kemana ya, kok jam segini belum datang? Apakah meeting nya masih belum selesai?" gumam Amelia saat melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Namun, belum ada tanda-tanda suaminya kembali.
Wanita itu pun tampak khawatir saat panggilan teleponnya tidak diangkat oleh laki-laki itu. Amelia pun mencoba menghubungi asisten suaminya meskipun wanita itu merasa sangat tidak enak. Namun, ia juga harus tau keadaan sang suami.
"Halo." terdengar suara laki-laki dari seberang sana dengan suara parau-nya.
"Halo, Tony! Ini saya Amelia istri mas Farhan. Apakah saya mengganggu tidurmu?" tanya Amelia pelan.
"Oh, tidak Bu Amelia! Tidak. Sama sekali tidak menggangu. Kalau boleh tau ada apa, ibu menghubungi saya?" Apakah ada sesuatu yang ibu perlukan?" tanya Tony asisten suaminya itu dengan sopan.
"Ah, tidak! Tidak! Saya hanya ingin menanyakan apakah mas Farhan sudah selesai meeting nya?"
"Hah, meeting?" terdengar suara laki-laki itu nampak bingung.
"Iya, meeting. Katanya mas Farhan kalian berdua ada meeting penting dari klien luar." ujar Amelia.
"O-oh. Itu benar Bu Amelia. Pak Farhan dengan saya memang lagi meeting penting dengan klien luar. Dan pak Farhan ada di ruangan meetingnya Bu. Jadi... tidak bisa di ganggu." ucap laki-laki itu yang terlihat gugup.
Laki-laki itu juga tidak ada keberadaan sang bos itu dimana. Bosnya itu pun juga tidak memberitahukan apa-apa. Sehingga laki-laki itu harus memutar otak untuk menjawab dari semua pertanyaan yang dilontarkan oleh istri bos-nya itu.
"Iya Bu Amelia itu benar. Saya memang habis baru bangun tidur karena mendengar ponselnya saya. Karena pak Farhan menyuruh saya keluar setelah beberapa meeting nya selesai. Dan pak Farhan melanjutkan kembali meeting nya dengan Mr Justin secara pribadi. Begitulah ceritanya Bu." ucap laki-laki itu bohong. Laki-laki itu juga tidak ingin membuat bos-nya marah kalau dirinya salah berbicara.
Terlihat Amelia mengangguk kecil saat mendengar jawaban Tony sang asisten suaminya. "Yasudah, kalau memang mas Farhan masih meeting. Kalau begitu terimakasih Tony atas informasinya dan saya meminta maaf karena sudah mengganggu istirahatmu."
"Baik Bu Amelia. Tidak apa-apa Bu. Anda sama sekali tidak menggangu saya." ucap Tony sopan. Sehingga panggilan tersebut pun terputus.
Amelia pun langsung menuju ke kamarnya saat telah mengetahui tentang suaminya yang ada di kantor. Lalu wanita itu meletakkan ponselnya di atas meja samping tempat tidurnya dan menidurkan tubuhnya saat ia sudah mematikan lampu kamarnya. Amelia pun akhirnya menutupkan kedua matanya.
Keesokan paginya Melinda menggeliat saat cahaya matahari masuk ke dalam kamarnya dari jendela kamarnya yang terbuka. Wanita itu mendudukkan dirinya di kepala ranjang dan mengucek matanya.
__ADS_1
Lalu, pandangannya beralih ke arah laki-laki yang tengah membenarkan dasi yang di pakainya. Melinda pun akhirnya bangkit dari tempatnya dan menghampiri laki-laki itu. Dan membalikkan tubuh tinggi laki-laki itu seraya menggantikan laki-laki itu membenarkan dasinya itu.
"Makasih." ucap Farhan sembari mengecup bibir serta kening Melinda. Wanita itu pun tersenyum sembari tersenyum.
"Mas Farhan mau pulang?" tanya Melinda saa dirinya sudah berada di dapur sembari mengambil air minum untuk di minumnya. Karena tenggorokannya terasa kering saat mengingat bahwa semalam wanita itu lebih banyak menjerit kecil akibat ulah laki-laki yang kini sudah menyantap roti yang sudah laki-laki itu poles dengan selai kacang yang ada di atas meja.
"Tidak! Aku langsung ke kantor. Karena Tony sudah menghubungiku, katanya akan ada meeting pagi ini." ucap Farhan sembari memakan roti selai kacang itu.
"Em, baiklah kalau begitu. Aku mandi dulu." ucap Melinda sembari masuk ke dalam kamar mandinya.
"Aku akan berangkat." ucap Farhan dengan memasang sepatunya.
"Baiklah. Hati-hati di jalan." teriak Melinda dari dalam kamar mandinya. Wanita itu tidak bisa keluar karena ia sedang keramas rambutnya.
Farhan pun keluar dari apartemen milik wanita itu. Menuju ke arah lift, dan saat lift itu terbuka. Laki-laki itu langsung masuk dan menekan tombol ke arah basemen parkiran.
Setelah itu ia pun masuk ke dalam mobilnya dan segera keluar dari area apartemen itu. Menuju kantornya, Farhan juga mengirimkan pesan singkat kepada sang istri bahwa ia tidak pulang pagi ini karena akan ada meeting yang harus dilakukan.
Setelah mendapatkan pesan dari sang istri. Farhan pun tersenyum saat isi pesan yang dikirimkan oleh Amelia ada emot love di akhir kalimatnya. Sehingga membuat laki-laki itu tersenyum.
Setelah meletakkan ponselnya. Farhan pun langsung melaju dengan cepat agar dirinya bisa sampai di kantornya.
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
__ADS_1
... Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...