Suamiku, Pengkhianat Hati

Suamiku, Pengkhianat Hati
Episode 23.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Bisakah, kita melakukannya di kamar mandi? Sekalian buat mempersingkat waktu kita. Supaya Leo tidak terlalu lama menunggu kita mandi." bisiknya lagi di telinga sang istri.


Amelia yang merasakan tubuhnya mulai terasa panas itu. Hanya menganggukkan kepalanya dan ia juga membalikkan badannya menghadap ke arah sang suami. Di usapnya pipi suaminya itu dengan lembut, terus beralih ke arah bibir sang suami.


Amelia menatap mata sang suami. Mereka berdua pun saling bertatapan dengan lekat. Dan hap!!!


...****...


Farhan langsung menarik tangan sang istri ke dalam kamar mandinya. Menutup pintu kamar mandinya dan menguncinya. Kemudian, laki-laki itu menangkup wajah cantik Amelia yang sangat natural tanpa polesan apapun di wajahnya. Sangatlah cantik di mata.


Mengelus lembut wajah sang istri, dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Amelia yang melihat senyuman itu ikut tersenyum.


Kemudian, pandangan mata Amelia kembali menatap bibir sang suami yang terlihat tebal itu. Begitu pula dengan sang suami. Farhan juga menatap lekat ke arah bibir tipis istrinya. Lalu, kedua pasang wajah itu semakin mendekatkan diri mereka hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa senti saja.


Dan Tara!!! Keduanya pun menyatukan bibir mereka berdua. Awalnya hanya bersentuhan sesaat. Namun, kemudian. Sentuhan itu menjadi semakin dalam intens dan sesekali mengeluarkan lenguhan kecil dari keduanya.


Farhan yang sudah dipenuhi oleh nafsunya, segera melucuti pakaian sang istri hingga tidak menyisakan sedikit pun di tubuh Amelia. Farhan kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya.


Karena hasratnya yang sudah mulai memburu, dengan cepat. Farhan langsung melepaskan ciuman mereka dan mendorong tubuh sang istri ke dinding kamar mandinya itu. Mengingat kedua tangan istrinya ke atas dengan tangan sebelah kirinya.


Sedangkan, tangan kanannya ia gunakan untuk memegang tengkuk leher Amelia agar tidak bergerak saat gadis itu ingin menyudahi permainan lidahnya.


Tentu saja hal itu tidak ingin Farhan lakukan. Karena bagi laki-laki itu, bibir sang istri sangatlah manis dan selalu membuatnya ingin terus mengisapnya. Amelia yang sudah hampir kekurangan oksigen, segera memukul dada sang suami memberitahukan kepada laki-laki itu bahwa dirinya sudah diujung tanduk.

__ADS_1


Mengetahui bahwa istrinya sudah tipis oksigen. Ia pun dengan tidak rela menghentikan ciumannya. Amelia yang terlepas dari ciuman tersebut dengan cepat menjatuhkan wajahnya ke dada bidang Farhan. Mumpung ada kesempatan untuknya dapat bernafas sebelum laki-laki itu kembali meraup bibirnya.


"Haa! Haa! Haa! Mas kamu hampir membuatku kehabisan nafas!" ucap Amelia sembari memukul pelan dada suaminya.


Farhan yang juga mengatur deru nafasnya karena ciuman itu. Hanya tersenyum sembari memeluk tubuh istrinya. " Maafkan aku sayang. Habisnya bibir kamu selalu membuatku kehilangan kesabaran ku."


"Sayang...," panggil Farhan kemudian.


"Em...,"


"Bisakah, kita melakukannya sekarang? Kasian Leo. Mungkin dia sudah menunggu kita."


Amelia yang masih mengatur nafasnya yang belum kembali normal. Langsung melebarkan matanya, wanita itu langsung mengangkat kepalanya dari dada bidang suaminya. Sehingga laki-laki itu menatapnya kebingungan.


"Astaga mas! Aku hampir lupa, anak kita pasti sudah menunggu kita. Ayo mas, kita bersihkan diri kita. Aku tidak mau anak kita menunggu lebih lama lagi." ucap Amelia dengan suara gelisah nya. Wanita itu hendak pergi untuk membersihkan dirinya. Namun laki-laki itu lagi-lagi menahan tangan sang istri.


Belum selesai dengan ucapannya, Farhan dengan lebih dulu meraup kembali bibir ranum istrinya dengan cepat. Membuat Amelia lagi-lagi harus mengeluarkan suara lenguhan yang membuat siapapun yang mendengarnya menjadi merinding geli.


"Mas Farhan, sudah mas. Nanti anak kita menunggu lama di kamarnya." ucap Amelia saat berhasil melepaskan ciuman suaminya.


Farhan yang penuh dengan gairahnya tidak menggubris perkataan sang istri. Ia terus menelusup ke leher jenjang Amelia sembari menghirup aroma manis dari leher istrinya.


"Mas, sudah! Nanti Leo marah sam- Akh!" ucapnya langsung berubah menjadi ******* tiba-tiba.


Yah! Farhan yang langsung memasukkan miliknya ke dalam kamar istrinya tanpa seizin istrinya. Membuat sang istri yang terkejut dengan hentakan itu, tanpa sengaja mengeluarkan suara yang begitu nyaring. Sehingga, membuat ruangan kamar mandinya di penuhi oleh suara-suara yang membuat bulu kuduk berdiri. Berdiri geli mungkin bagi yang sudah mengalami hal itu.

__ADS_1


"Mas Farhan! Akh! Mas...," Amelia meremas lengan suaminya saat laki-laki di hadapannya itu tidak henti-hentinya membuatnya kehilangan akal sehat. Ia terus membuat sang istri mengeluarkan suara-suara yang membuatnya.


Karena menurut Farhan. Suara lenguhan istrinya itu dapat menambah stamina tubuhnya menaik menjadi lebih tinggi. Sehingga, membuat semangatnya untuk terus memiliki sang istri semakin menjadi-jadi. Sehingga waktu pun terus berjalan, dan keduanya masih dengan aktivitas mereka.


Meskipun Amelia sudah meminta laki-laki itu untuk menyudahi permainannya karena dirinya sudah lelah. Namun, laki-laki itu tidak mendengarkan ucapan sang istri, meskipun sang istri sudah terkulai lemas di atas laki-laki itu.


"Mas...," ucap Amelia lagi. Wanita itu sudah benar-benar lemas tak berdaya.


"Sebentar lagi sayang, tahanlah sebentar lagi." sahut laki-laki itu dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh mereka berdua. Dan saat sudah mendapatkan titiknya. Farhan dengan cepat mempercepat permainannya, hingga Amelia harus menahan dirinya untuk sang suami yang sudah hampir mencapai tujuannya. Lenguhan panjang pun kembali terdengar di antara mereka saat laki-laki itu sudah mencapai titik tertingginya.


Farhan lalu, memeluk tubuh sang istri yang sudah tidak memiliki tenaga. Seluruh anggota tubuhnya terasa sangat remuk.


"Terimakasih, sayang. Sekarang ayo kita mandi. Aku yang akan memandikan mu ya," ucap Farhan dengan mengecup kening istrinya.


Amelia hanya menganggukkan kepalanya karena wanita itu benar-benar sudah kehilangan tenaga nya. Sehingga, ia lebih memilih menganggukkan kepalanya saat Farhan menawarkan diri untuk memandikannya. Wanita itu juga sudah pasrah jika sang suami akan melakukannya lagi saat memandikan dirinya.


'Ah, sudahlah! Aku sudah pasrah!' gumam Amelia dalam hatinya.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....

__ADS_1


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2