Suamiku, Pengkhianat Hati

Suamiku, Pengkhianat Hati
Episode 14.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Mas Farhan kenapa sih, kok jadi melamun?" tanya Amelia saat sang suami sudah tersadar dari lamunannya.


"Em, nggak kok. Aku balik ke kantor karena... Anton menghubungiku kembali. Katanya ada beberapa dokumen yang harus aku cek. Iya begitu." ucapnya bohong.


Amelia pun hanya manggut-manggut saja. Lalu, wanita itu bangkit dari tempatnya. "Kalau begitu mas Farhan mau aku buatkan bekal lagi?"


Farhan pun langsung menggelengkan kepalanya cepat sembari menahan tangan sang istri yang hendak membuatkannya bekal. "Nggak usah sayang! Aku bisa makan di kantin kantor nanti."


"Beneran?" tanya Amelia memastikan.


"Iya."


"Em, yaudah kalau begitu. Menyetirnya pelan-pelan mas jangan ngebut-ngebut."


"Iya, sayang. Makasih karena sudah memperhatikan aku." ucap Farhan sembari membelai rambut sang istri dengan lembut.


"Kamu mau nitip sesuatu?"


"Nggak deh! Nanti Leo aku masakin aja."


Farhan pun mengangguk kembali. "Yaudah kalau begitu. Aku berangkat lagi ya."


Farhan pun mencium kening Amelia dan ia pun kembali untuk menuju mobilnya. Dan di temani oleh sang istri yang mengantarkannya ke depan rumah.


"Hati-hati." ucap Amelia sembari melambaikan tangannya.


****


Farhan pun sampai ke tempat tujuan nya. Laki-laki itu menekan tombol bel di sebuah apartemen yang ada di tingkat sembilan itu. Ia menunggu di depan pintu saat tidak ada sahutan dari sang pemilik apartemen. Sehingga, ia mencoba menekan kembali bel tersebut.


Sehingga beberapa lama tidak kunjung di buka juga. Dan laki-laki itu tampak kesal. Ia segera membuka pintu tersebut dan ternyata pintu itu tidak terkunci. Dengan tanpa menunggu lama, Farhan pun langsung masuk ke dalam.


Saat setelah berada di ruangan itu. Terlihat seseorang tengah duduk di kursi yang ada di sana dengan pakaian seksi yang di pakainya. Seseorang yang begitu cantik tengah tersenyum menyambut kedatangan laki-laki itu. Dan tanpa menunggu lama. Gadis itu pun bangkit dari duduknya lalu menghampiri Farhan yang tengah menatapnya dengan datar.


"Jangan terlalu datar begitu saat bertemu denganku. Karena meskipun kamu memperlihatkan kepribadian datar mu itu padaku. Aku tetap melihatmu tampak sangat menawan dan semakin membuatku jatuh cinta." bisik wanita itu di telinga Farhan. Farhan pun terlihat biasa-biasa saja.

__ADS_1


Ya, wanita itu adalah Melinda sahabat dari istrinya seorang Farhan Aditama. Sekaligus orang yang menjadi selingkuhan laki-laki itu.


Farhan pun nampak menarik nafasnya dan menghembuskan nafasnya secara perlahan. Agar dirinya dapat tetap mengontrol diri supaya tidak lepas kendali. Namun, lagi-lagi bukan Melinda jika tidak membuat laki-laki itu menggeliat. Meskipun laki-laki itu mencoba untuk menahannya.


Setelah sampai di sasaran. Wanita itu menyentuhnya dengan usapan yang lembut. Membuat Farhan sudah tak dapat menahan dirinya lagi untuk tetap terlihat tenang. Karena sudah tidak bisa di tahannya. Laki-laki itu langsung mencium bibir wanita itu dengan begitu dalam.


"Aku terlalu baik kan? Sehingga tidak membuatmu kesusahan saat membukanya." ucap wanita itu dengan senyuman manisnya.


Farhan melirik wajah wanita itu yang tengah tersenyum puas ke arahnya. Dan tanpa mengatakan sepatah kata pun, Farhan dengan cepat mencium leher wanita itu dengan begitu lekat. Sehingga menimbulkan bekas merah di leher wanita itu.


"Kamu membuat tanda lagi di leherku." ucap wanita itu dan segera menyingkirkan tubuh laki-laki itu dan segera berlari ke arah cermin dinding di samping tempat ruang tengah itu. Wanita itu dapat melihat bekas merah di lehernya yang putih.


"Farhan kenapa kamu selalu membuat tanda itu di sana! Nanti kalau ketahuan orang-orang ataupun istrimu bagaimana! Aku harus jawab apa." ucap Melinda dengan kesal.


Farhan menghampiri wanita itu dan memeluknya dari belakang. Dan kini keduanya pun sudah menatap cermin yang ada di dinding itu. Farhan yang melihat wajah cantik Melinda membuat wanita itu yang mengetahuinya lagi-lagi menyunggingkan senyuman puas.


Ia pun membalikkan badannya dan melingkarkan tangannya di leher laki-laki itu. Dan wanita itu menempelkan kepalanya pada dada bidang milik Farhan.


Farhan pun langsung menarik tangan wanita itu untuk segera mengikutinya ke dalam kamarnya. Dan setelah menutup pintu kamar itu. Farhan langsung melemparkan tubuh Melinda ke atas kasurnya.


"Farhan bisakah kamu melakukannya dengan cepat. Ini sangat membuatku frustasi." ucap Melinda dengan mengeratkan tangannya pada bantal yang menjadi penopang kepalanya.


"Baiklah! Jika itu memang maumu. Maka aku akan mengabulkan permintaan mu itu sayang. Tentu aku akan dengan senang hati membuatmu semakin merasakan apa itu rasa cinta ini. Karena aku juga sangat merindukan kebersamaan ini dan juga dirimu yang selalu membuatku seperti ini." sahut laki-laki itu dengan suara parau-nya yang mulai serak.


"Syukurlah, jika aku membuatmu merasa bahagia!" ucap Melinda meskipun ucapan terpotong akibat kelakuan nakal yang diberikan oleh laki-laki itu.


Tiga puluh menit telah mereka lewati dengan suara suara keindahan mereka berdua yang telah terjalin itu. serta terdengar memenuhi ruangan itu. Entah kamar di sebelahnya mendengar suara itu yang di keluarkan oleh keduanya atau tidak. Keduanya tentu tidak perduli. Mereka hanya ingin memenuhi cinta segitiga itu.


"Kamu dengar, kan? Suaranya membuatku merinding."


"Sudahlah! Jangan kau teruskan! Katanya merinding, tapi terus mendengarkannya." ucap laki-laki yang sedang menonton TV di dalam kamarnya.


"Sayang...,"


"Hm?"


"Maukah kamu melakukannya seperti orang di sebelah kita ini lakukan?" ucap wanita yang sedang mendengarkan suara-suara aneh yang ada di apartemen sebelahnya itu.

__ADS_1


"Kulihat, mereka sudah melakukannya hampir satu jam. Apa mereka tidak kelelahan ya?" ucapnya lagi. Laki-laki yang sedang menonton acara TV itu menatap ke arah sang istri yang kini memikirkan sesuatu.


"Apa yang sedang ada di kepalamu itu, hah? Berhentilah berpikiran mesum!" ucap laki-laki itu yang merupakan suami dari wanita yang sedang menempelkan telinganya di dinding kamarnya itu.


Sang istri nampak mengerucutkan bibirnya saat melihat sang suami yang sibuk dengan tontonan yang di lihatnya itu. "Mas Budi nih ah! Gak pernah ada romantis-romantisnya."


"Sudahlah! Berhenti mendengarkan suara-suara itu. Ayo kita tidur!" ucap laki-laki itu dan menarik tangan sang istri saat dirinya sudah mematikan televisinya.


"Ih mas. Nanggung loh ini."


*Sudah ayo tidur!"


Desa*han itu terus berlanjut saat hampir dua jam keduanya masih belum menghentikan aktivitas panasnya. Sehingga tepat dua jam, Farhan menghentikan aktivitasnya saat cairan miliknya sudah menyatu di dalam perut Melinda. Melinda pun dapat merasakan hangatnya cairan yang mengalir di tubuhnya.


"Mas...," panggil Melinda saat keduanya sudah menutupi seluruh tubuh mereka dengan selimut. Wanita itu menjatuhkan wajahnya di dada bidang milik Farhan dengan masih terpampang nyata di depannya.


Laki-laki itu juga nampak membalas pelukan Melinda. Farhan memeluk tubuh wanita itu dengan membenamkan tubuh wanita itu dengan selimut tebalnya.


"Tidurlah! Kau pasti kelelahan karena permainan kita." ucap Farhan dengan kedua matanya yang tertutup.


"Tapi-"


"Tidurlah! Kita bicaranya besok saja."


"Em baiklah."


Keduanya pun akhirnya tertidur pulas dengan balutan selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka. Karena dua jam mereka melakukan aktivitas panasnya dengan begitu semangat. Sehingga, membuat keduanya kelelahan dan akhirnya tertidur pulas dengan saling berpelukan.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


... Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...

__ADS_1


__ADS_2