
Episode Sebelumnya..
"Mas Farhan mau pulang?" tanya Melinda saa dirinya sudah berada di dapur sembari mengambil air minum untuk di minumnya. Karena tenggorokannya terasa kering saat mengingat bahwa semalam wanita itu lebih banyak menjerit kecil akibat ulah laki-laki yang kini sudah menyantap roti yang sudah laki-laki itu poles dengan selai kacang yang ada di atas meja.
"Tidak! Aku langsung ke kantor. Karena Tony sudah menghubungiku, katanya akan ada meeting pagi ini." ucap Farhan sembari memakan roti selai kacang itu.
"Em, baiklah kalau begitu. Aku mandi dulu." ucap Melinda sembari masuk ke dalam kamar mandinya.
"Aku akan berangkat." ucap Farhan dengan memasang sepatunya.
"Baiklah. Hati-hati di jalan." teriak Melinda dari dalam kamar mandinya. Wanita itu tidak bisa keluar karena ia sedang keramas rambutnya.
Farhan pun keluar dari apartemen milik wanita itu. Menuju ke arah lift, dan saat lift itu terbuka. Laki-laki itu langsung masuk dan menekan tombol ke arah basemen parkiran.
Setelah itu ia pun masuk ke dalam mobilnya dan segera keluar dari area apartemen itu. Menuju kantornya, Farhan juga mengirimkan pesan singkat kepada sang istri bahwa ia tidak pulang pagi ini karena akan ada meeting yang harus dilakukan.
Setelah mendapatkan pesan dari sang istri. Farhan pun tersenyum saat isi pesan yang dikirimkan oleh Amelia ada emot love di akhir kalimatnya. Sehingga membuat laki-laki itu tersenyum.
Setelah meletakkan ponselnya. Farhan pun langsung melaju dengan cepat agar dirinya bisa sampai di kantornya.
****
Amelia tersenyum saat melihat pesan masuk dari suaminya. Suaminya itu kembali membalas pesan dengan emot love yang seperti ia kirim untuk laki-laki itu. Kemudian terdengar ketukan pintu kamarnya dan wanita itu segera membukanya karena ia tau siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
Saat pintu kamarnya terbuka. Amelia tersenyum hangat dan berjongkok tepat di depan Leo yang berdiri di depannya dengan pakaian seragamnya yang sudah terlihat rapi. Amelia membenarkan dasi sang anak yang miring.
"Anak mama sudah siap?" tanya Amelia pada sang anak.
Leo kecil yang kini sudah berusia tujuh tahun itu mengangguk sambil memeluk tas gendong nya. "Sudah dong! Kan Leo sudah besar, jadi Leo harus bisa pakai baju sekolah sendiri."
"Bagus. Itu baru anak pintar. Yaudah yuk kita turun, dan sarapan pagi sebelum berangkat." ucap Amelia sembari menutup pintu kamarnya dan menuntun sang anak turun bersama ke meja makan.
"Leo duduk dulu ya, mama mau siapkan sarapan pagi kita." ucap Amelia setelah membantu Leo kecil untuk duduk di kursinya. Lalu ia segera bergegas menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Amelia menyiapkan menu seadanya yaitu roti dengan beberapa selai, wanita meletakkan semua selai dan roti tersebut di atas mejanya.
"Hari ini mama gak sempat masak. Jadi kita sarapan paginya dengan roti saja ya nak." ucap Amelia dengan mengeluarkan beberapa potong roti ke atas piring.
__ADS_1
Leo kecil nampak menganggukkan kepalanya. "Enggak apa-apa kok ma. Roti juga enak, dan baik buat kesehatan kan."
"Iya baik."
"Leo mau selai rasa apa nak?" tanya Amelia kemudian. Wanita itu menunggu sang anak untuk memilih rasa apa untuk rotinya.
"Stroberi aja ma." balas Leo kecil sembari menunjuk ke arah selai stroberi dengan tangan telunjuknya.
"Oke." Amelia pun langsung membuka tutup selai stroberi itu dan memoleskan roti itu dengan request-an sang anak yaitu selai stroberi.
"Ini rotinya sudah jadi." ucap Amelia sembari meletakkan roti tersebut di piring sang anak.
"Makasih mama."
"Sama-sama sayang." balas Amelia. Wanita itu juga akhirnya duduk dan mengambil roti yang tersisa di piring yang diletakkan di atasnya. Ia mengambilnya dan mengambil selai rasa coklat dan memoleskan nya di roti miliknya.
Leo kecil yang sedang memakan rotinya. Mengedarkan pandangannya mencari sosok laki-laki yang tidak terlihat sejak tadi. "Mama."
"Iya sayang? Leo mau nambah?" tanya Amelia saat mendengar panggilan sang anak.
"Papa dari kemarin sore memang belum pulang sayang. Katanya ada meeting yang sangat penting yang harus papa selesaikan. Jadi... papa belum bisa pulang."
"Oh begitu? Jadi... kapan papa pulang ma?" tanya lagi sang anak pada mamanya.
"Em.. mama juga belum tau, mungkin nanti malam papa pulang. Kenapa Leo kangen ya sama papa?"
Leo kecil pun mengangguk kecil sambil memakan roti yang tinggal setengah itu. "Iya, Leo kangen ma sama papa."
Amelia tersenyum saat melihat sang anak yang terlihat sangat menggemaskan itu. Ia pun mengelus lembut surai rambutnya. "Iya, nanti mama bujuk papa agar cepat pulang anak anaknya sudah merindukan nya."
"Yeay!!! Makasih ma."
"Yaudah cepat habiskan rotinya. Lalu, kita berangkat ke sekolah nanti keburu telat." ujar Amelia. Dan Leo kecil pun mengangguk. Lalu, Leo kecil segera menghabiskan rotinya yang tinggal satu suap itu.
"Selamat pagi pak Farhan." sapa Tony dengan sopan saat bosnya telah sampai di ruangannya.
__ADS_1
"Pagi Tony." balas laki-laki itu.
"Pak...," panggil laki-laki itu saat berada di depan sang bos.
Farhan yang meletakkan tasnya di atas meja menoleh ke laki-laki yang menjadi asistennya itu. "Iya, kenapa Tony?"
"Semalam Bu Amelia menelepon saya pak." ujar Tony dengan tangan yang berada di depan.
Farhan terdiam dan dengan cepat membulatkan matanya. "Lalu, kamu menjawab apa Tony?"
"Saya bilang bahwa bapak, lagi ada meeting pribadi dengan klien luar pak." ucap Tony.
Farhan menghela nafasnya lega. Lalu, menari dasi yang bertengger di kerah bajunya agar sedang longgar. "Huft! Ya sudah kamu boleh kembali ke tempat kamu."
Tony pun membungkukkan badannya hormat. "Baik, kalau begitu. Saya permisi dulu pak."
Saat laki-laki itu hendak melangkahkan kakinya menuju pintu. Farhan memanggilnya kembali. "Tony."
Laki-laki itu pun membalikkan badannya. "Iya pak? Apakah bapak membutuhkan sesuatu?"
Farhan menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum kecil pada asistennya itu. "Terimakasih, karena kamu sudah membantu saya saat istriku menanyakan keberadaan ku padamu."
Tony yang mengerti menganggukkan kepalanya dan kembali membungkukkan badannya sebelum akhirnya laki-laki itu pergi meninggalkan ruang sang bos.
Tony sang sekretaris pun langsung kembali ke tempatnya. Dan segera mengerjakan beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan sebelum jam kepulangannya tiba nanti. Karena laki-laki itu tidak ingin lembur hanya karena pekerjaannya belum terselesaikan.
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
... Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...
__ADS_1